<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ANormalWoman Archives - The Societies</title>
	<atom:link href="https://thesocieties.id/tag/anormalwoman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thesocieties.id/tag/anormalwoman/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Jul 2025 17:19:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/04/cropped-the_s_ico-1-32x32.jpg</url>
	<title>ANormalWoman Archives - The Societies</title>
	<link>https://thesocieties.id/tag/anormalwoman/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Normalisasi Kesehatan Mental Melalui &#8220;A Normal Woman&#8221;</title>
		<link>https://thesocieties.id/normalisasi-kesehatan-mental-melalui-a-normal-woman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adelia Ayu]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2025 17:19:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Movies & Cultures]]></category>
		<category><![CDATA[#jointhesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[#netflix]]></category>
		<category><![CDATA[#thesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[ANormalWoman]]></category>
		<category><![CDATA[celebrity]]></category>
		<category><![CDATA[DionWiyoko]]></category>
		<category><![CDATA[entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[health]]></category>
		<category><![CDATA[MarissaAnita]]></category>
		<category><![CDATA[mentalhealth]]></category>
		<category><![CDATA[MentalHealthAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>
		<category><![CDATA[womenempowerment]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thesocieties.id/?p=2888</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa arti dari kata &#8216;normal&#8217;? Menurut KBBI, normal berarti &#8216;sesuai dengan aturan atau pola yang umum; tidak menyimpang dari norma atau kaidah; <a href="https://thesocieties.id/normalisasi-kesehatan-mental-melalui-a-normal-woman/" class="read-more-link">[read more...]</a></p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/normalisasi-kesehatan-mental-melalui-a-normal-woman/">Normalisasi Kesehatan Mental Melalui &#8220;A Normal Woman&#8221;</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Apa arti dari kata <strong>&#8216;normal&#8217;</strong>? Menurut <strong>KBBI</strong>, normal berarti <strong>&#8216;sesuai dengan aturan atau pola yang umum; tidak menyimpang dari norma atau kaidah; sesuai dengan keadaan biasa; tanpa cacat; atau tidak ada kelainan&#8217;</strong>. Dengan pengertian yang sedemikian rupa, tentunya banyak individu yang berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar agar terlihat wajar &#8211; atau dalam kata lain, normal, meski harus mengorbankan jati dirinya yang sejati.</p>
<p>Apabila kata &#8216;normal&#8217; mudah diartikan dengan pasti, hal sebaliknya justru berlaku ketika seseorang ditanyakan mengenai apa standar normal yang sesungguhnya. Melihat beragam karakteristik individu yang memiliki kekurangan dan kelebihan, pasti terasa sulit untuk menetapkan satu standar tertentu yang dapat dijadikan acuan hal normal tersebut.  Melihat betapa peliknya isu tersebut, film rilisan <strong>Netflix, &#8220;A Normal Woman&#8221;</strong> berhasil menambahkan satu buah elemen penting dan kompleks ketika berbicara mengenai siapa yang paling sering mengorbankan perasaan dan &#8216;menyembunyikan&#8217; dirinya &#8211; seorang perempuan.</p>
<figure id="attachment_2890" aria-describedby="caption-attachment-2890" style="width: 876px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-2890" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/07/ANormalWoman_Netflix_TRI02793_20290-1-1.jpg" alt="" width="876" height="584" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/07/ANormalWoman_Netflix_TRI02793_20290-1-1.jpg 876w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/07/ANormalWoman_Netflix_TRI02793_20290-1-1-300x200.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/07/ANormalWoman_Netflix_TRI02793_20290-1-1-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 876px) 100vw, 876px" /><figcaption id="caption-attachment-2890" class="wp-caption-text">Courtesy of Netflix </figcaption></figure>
<p>Di adegan pembuka film, karakter Milla yang diperankan oleh Marissa Anita, tampak memiliki hidup sempurna. Memiliki harta yang berlimpah, rumah mewah dan suami tampan &#8211; bisa dikatakan, hidupnya merupakan <em>life goals</em> yang sering digadang-gadang di media sosial. Dibalik pintu rumah yang megah, nampaknya kalimat bijak yang mengatakan<em> <strong>&#8216;You never know what someone is dealing with behind closed doors&#8217;</strong> </em>mulai tampak ketika sang mertua, <strong>Liliana (Widyawati)</strong> dan suami tercinta, <strong>Jonathan (Dion Wiyoko)</strong> menampakan sederet perilaku yang membuat penonton merasa gemas dan segera bersimpati dengan Milla.</p>
<p>Masalah terasa semakin rumit bagi Milla ketika dirinya tiba-tiba mengalami berbagai halusinasi dan ruam misterius di tubuhnya yang mengakibatkan <em>self-inflicted wound</em> di tubuhnya. Setelah itu, sang tokoh utama merasa ada yang salah dengan dirinya karena dirinya tidak sama dengan sekitar &#8211; atau normal, dan ironisnya, mendapat perlakuan buruk atas hal tersebut. Rangkaian adegan tersebut mengingatkan <strong><span style="text-decoration: underline;">The Societies</span> </strong>akan beberapa hal umum yang terjadi pada orang yang mengalami tekanan atau gangguan mental berupa: sakit fisik yang merupakan manifestasi dari batin yang terluka/terpendam serta stigma masyarakat yang menganggap penderita gangguan mental adalah aib atau disebabkan oleh kurangnya keimanan kepada Tuhan.</p>
<figure id="attachment_2891" aria-describedby="caption-attachment-2891" style="width: 876px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-2891" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/07/ANormalWoman_Netflix_TRI04608_12097-1-1.jpg" alt="" width="876" height="584" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/07/ANormalWoman_Netflix_TRI04608_12097-1-1.jpg 876w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/07/ANormalWoman_Netflix_TRI04608_12097-1-1-300x200.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/07/ANormalWoman_Netflix_TRI04608_12097-1-1-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 876px) 100vw, 876px" /><figcaption id="caption-attachment-2891" class="wp-caption-text">Courtesy of Netflix </figcaption></figure>
<p>Seiring berjalannya film, isu kesehatan mental tampak pada beberapa karakter perempuan yang tampak &#8216;normal&#8217; di sekitar Milla: sang mertua Liliana yang sukses namun <em>control freak</em> dan memiliki kecenderungan sebagai narsistik; ibu kandung Milla,<strong> Novi (Maya Hasan)</strong> yang kecanduan judi dan menjadikan anak investasi; sahabat masa kecil Milla, <strong>Erika (Gisella Anastasia)</strong> yang iri hati dan ingin merebut Jonathan; serta sang anak, <strong>Angel (Mima Shafa)</strong> yang ironisnya memahami Milla namun menjadi korban <em>cyber bullying</em> karena wajahnya yang berbeda.</p>
<p>Isu kesehatan mental yang dihadirkan secara detail tentunya tidak terlepas dari arahan sang sutradara, <strong>Lucky Kuswandi</strong> dan naskah yang ditulis oleh <strong>Andri Cung</strong>. &#8220;Kita semua pasti pernah ada di titik sebagian dari diri kita terhapus karena kita harus menjalankan sebuah atau berbagai peran, dan kita tidak menyadari bahwa ini tidaklah normal. Di saat ini yang paling cerdas adalah tubuh kita, yang kemudian memberi alarm bahwa sepertinya ada yang tidak normal dengan cara kita menjalani hidup, yang muncul dalam berbagai bentuk,&#8221;tutur Lucky dalam acara <strong>Konferensi Pers</strong> yang berlangsung di <strong>Plaza Senayan XXI</strong> pada <strong>Rabu (23/7)</strong>.</p>
<p>Selain isu kesehatan mental, hal lain yang membuat film &#8220;A Normal Woman&#8221; terasa istimewa adalah sentuhan budaya dan kehidupan keluarga <strong>Tionghoa</strong> di dalamnya. Cara Lucky Kuswandi menaruh berbagai referensi budaya Tionghoa seperti semangkuk hidangan tim ayam obat hangat (Ciak Po), panggilan &#8216;Koko&#8217; dan &#8216;Cici&#8217;, busana Cheongsam serta deretan aktor dan aktris beretnis/keturunan Tionghoa di dalamnya mengingatkan kami akan beragam film Hollywood besutan sutradara <strong>Jordan Peele (<em>&#8220;Get Out&#8221;</em>, <em>&#8220;Us&#8221;</em>)</strong> dan <strong>Ryan Coogler (<em>&#8220;Black Panther&#8221;</em>, <em>&#8220;Sinners&#8221;</em>)</strong> yang selalu mengangkat <em>black culture</em> &amp; <em>identity</em> di setiap filmnya.</p>
<figure id="attachment_2892" aria-describedby="caption-attachment-2892" style="width: 876px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-2892" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/07/ANormalWoman_Netflix_TRI06743_05362_Retouch-1-1.jpg" alt="" width="876" height="584" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/07/ANormalWoman_Netflix_TRI06743_05362_Retouch-1-1.jpg 876w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/07/ANormalWoman_Netflix_TRI06743_05362_Retouch-1-1-300x200.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/07/ANormalWoman_Netflix_TRI06743_05362_Retouch-1-1-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 876px) 100vw, 876px" /><figcaption id="caption-attachment-2892" class="wp-caption-text">A Normal Woman. Marissa Anita as Milla in A Normal Woman. Cr. Courtesy of Netflix © 2025</figcaption></figure>
<p>Menghadirkan atmosfer penuh ketegangan, drama, dan visual yang memikat, film ini menawarkan pengalaman menonton yang menggugah emosi. Melalui karakter dan dinamika yang kompleks, film ini mengajak penonton menyelami sisi kehidupan yang relevan, seperti ekspektasi rumah tangga ideal, tekanan sosial dan tuntutan reputasi, hingga pencarian jati diri dan luka masa lalu yang belum pulih.</p>
<p>Film &#8220;A Normal Woman&#8221; memang menampilkan karakter Milla dengan segala permasalahan mental dan lebih tepatnya &#8211; tekanan batin yang mengharuskanya mengurung jati dirinya di dalam &#8216;sangkar emas&#8217;. Usai menyaksikan film tersebut, <span style="text-decoration: underline;"><strong>The Societies</strong></span> rasa kalimat yang paling tepat menggambarkan film ini adalah petikan kalimat dari buku inspirasi dalam pembentukan tokoh Milla &#8211;  &#8220;<strong>The Myth of Normal&#8221; karya Gabor Maté dan Daniel Maté</strong> yang tertulis <em><strong>&#8220;Much of what passes for normal in our society is neither healthy nor normal&#8221; </strong></em>yang berarti <strong>&#8220;Sebagian besar dari apa yang dianggap normal dalam masyarakat kita, sejatinya tidak sehat pun tidak normal&#8221;</strong><em>.</em></p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/normalisasi-kesehatan-mental-melalui-a-normal-woman/">Normalisasi Kesehatan Mental Melalui &#8220;A Normal Woman&#8221;</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;A Normal Woman&#8221;: Film Terbaru Netflix Siap Tayang di 24 Juli</title>
		<link>https://thesocieties.id/a-normal-woman-film-terbaru-netflix-siap-tayang-di-24-juli/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[The Societies Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2025 15:57:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Movies & Cultures]]></category>
		<category><![CDATA[#jointhesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[#netflix]]></category>
		<category><![CDATA[#netflixindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#thesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[ANormalWoman]]></category>
		<category><![CDATA[celebrity]]></category>
		<category><![CDATA[entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[MarissaAnita]]></category>
		<category><![CDATA[series]]></category>
		<category><![CDATA[streaming]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thesocieties.id/?p=2597</guid>

					<description><![CDATA[<p>Layanan streaming global populer, Netflix akan kembali menghadirkan tayangan berkualitas di pertengahan tahun ini. Film Netflix Original Indonesia terbaru, &#8220;A Normal Woman&#8221; <a href="https://thesocieties.id/a-normal-woman-film-terbaru-netflix-siap-tayang-di-24-juli/" class="read-more-link">[read more...]</a></p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/a-normal-woman-film-terbaru-netflix-siap-tayang-di-24-juli/">&#8220;A Normal Woman&#8221;: Film Terbaru Netflix Siap Tayang di 24 Juli</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Layanan<em> streaming</em> global populer, <strong>Netflix</strong> akan kembali menghadirkan tayangan berkualitas di pertengahan tahun ini. Film Netflix Original Indonesia terbaru, <strong>&#8220;A Normal Woman&#8221;</strong> akan tayang pada <strong>24 Juli</strong> mendatang. Disutradarai oleh <strong>Lucky Kuswandi</strong>, yang juga menulis naskahnya bersama <strong>Andri Cung</strong>, film ini menceritakan tentang seorang sosialita bernama <strong>Milla (Marissa Anita)</strong> yang yakin bahwa dirinya mengidap penyakit misterius. Saat hidupnya kacau karena kondisi itu, Milla harus segera mengungkap misteri di balik penyakitnya sebelum terlambat.</p>
<p>&#8220;A Normal Woman&#8221; mengeksplorasi isu-isu yang dekat dengan perempuan, seperti dinamika rumah tangga, pencarian jati diri, dan bayang-bayang masa lalu. Marissa Anita hadir dengan peran yang penuh emosi dan kelam, beradu akting dengan sejumlah aktor ternama seperti <strong>Dion Wiyoko, Gisella Anastasia, Widyawati, Mima Shafa</strong>, dan <strong>Maya Hasan</strong>.</p>
<figure id="attachment_2599" aria-describedby="caption-attachment-2599" style="width: 800px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2599" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/06/A-Normal-Woman-Netflix.jpeg" alt="" width="800" height="533" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/06/A-Normal-Woman-Netflix.jpeg 800w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/06/A-Normal-Woman-Netflix-300x200.jpeg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/06/A-Normal-Woman-Netflix-768x512.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-2599" class="wp-caption-text">Courtesy of Netflix Indonesia</figcaption></figure>
<p>Saksikan &#8220;A Normal Woman&#8221; pada 24 Juli, hanya di Netflix.</p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/a-normal-woman-film-terbaru-netflix-siap-tayang-di-24-juli/">&#8220;A Normal Woman&#8221;: Film Terbaru Netflix Siap Tayang di 24 Juli</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
