<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KimoStamboel Archives - The Societies</title>
	<atom:link href="https://thesocieties.id/tag/kimostamboel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thesocieties.id/tag/kimostamboel/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Oct 2025 15:50:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/04/cropped-the_s_ico-1-32x32.jpg</url>
	<title>KimoStamboel Archives - The Societies</title>
	<link>https://thesocieties.id/tag/kimostamboel/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>&#8220;Abadi Nan Jaya&#8221; Hadirkan Zombie Outbreak Bernuansa Lokal</title>
		<link>https://thesocieties.id/abadi-nan-jaya-hadirkan-zombie-outbreak-bernuansa-lokal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[The Societies Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2025 15:49:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Movies & Cultures]]></category>
		<category><![CDATA[#jointhesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[#netflix]]></category>
		<category><![CDATA[#thesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[AbadiNanJaya]]></category>
		<category><![CDATA[celebrity]]></category>
		<category><![CDATA[entertanment]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[horror]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[KimoStamboel]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[series]]></category>
		<category><![CDATA[streaming]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thesocieties.id/?p=3565</guid>

					<description><![CDATA[<p>Film Horror dengan subgenre zombie sudah identik dengan segala sesuatu yang berasken Barat. Apa jadinya jika genre film tersebut diberi sentuhan lokal? <a href="https://thesocieties.id/abadi-nan-jaya-hadirkan-zombie-outbreak-bernuansa-lokal/" class="read-more-link">[read more...]</a></p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/abadi-nan-jaya-hadirkan-zombie-outbreak-bernuansa-lokal/">&#8220;Abadi Nan Jaya&#8221; Hadirkan Zombie Outbreak Bernuansa Lokal</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Film Horror dengan<em> subgenre</em> zombie sudah identik dengan segala sesuatu yang berasken Barat. Apa jadinya jika genre film tersebut diberi sentuhan lokal? Inilah yang <em><strong>The Societies</strong></em> saksikan di momen <em><strong>Press Screening</strong></em> film terbaru karya sutradara<strong> Kimo Stamboel</strong>,<strong> &#8220;Abadi Nan Jaya&#8221;</strong>. Acara peluncuran ini dihadiri oleh jajaran pemeran utama, termasuk <strong>Mikha Tambayong, Eva Celia, Donny Damara, Dimas Anggara, Marthino Lio, Ardit Erwandha, Claresta Taufan, Varen Arianda Calief,</strong> dan<strong> Kiki Narendra</strong>, serta kreator dan produser.</p>
<p>Mengambil latar di sebuah desa terpencil dekat Yogyakarta yang menjadi tempat tinggal keluarga pemilik usaha jamu ternama, film ini mengangkat isu konflik keluarga yang dipicu oleh ambisi sang kepala keluarga untuk mempertahankan kekuasaan dan hasrat untuk awet muda. <strong>Hal tersebut secara tak terduga memicu keretakan dan wabah zombi yang mencekam melalui sebuah varian produk jamu</strong>. Naskah film ini ditulis oleh <strong>Kimo Stamboel</strong> bersama <strong>Agasyah Karim</strong> dan <strong>Khalid Kashogi</strong>, dengan <strong>Edwin Nazir</strong> bertindak sebagai <strong>produser</strong>.</p>
<figure id="attachment_3567" aria-describedby="caption-attachment-3567" style="width: 520px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-3567" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/10/ARM5055-1-1.jpg" alt="" width="520" height="780" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/10/ARM5055-1-1.jpg 520w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/10/ARM5055-1-1-200x300.jpg 200w" sizes="(max-width: 520px) 100vw, 520px" /><figcaption id="caption-attachment-3567" class="wp-caption-text">Courtesy of Netflix</figcaption></figure>
<p>&#8220;Dari awal, kami memang menginginkan film ini harus kental dengan ke-Indonesiaannya. Saya ingin sekali ada hal-hal yang jarang diangkat karena film ini akan tayang di platform global, dan saya mempertimbangkan lokalitas apa yang bisa kami coba untuk diperkenalkan ke dunia,&#8221; <strong>ujar Kimo mengenai visinya untuk menciptakan kisah zombi yang berakar kuat pada budaya Indonesia</strong>.</p>
<p>Ia merinci bahwa elemen-elemen unik lokal yang diangkat meliputi penyebab <strong>virus yang berasal dari jamu, latar pedesaan, perayaan sunatan, musik dangdut, azan, petasan</strong>, dan <strong>detail kecil lainnya</strong>. &#8220;Semoga bisa diterima dan dianggap sebagai sesuatu yang berbeda serta menarik,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Kualitas visual dan gerakan yang unik dalam film ini tidak terlepas dari kerja keras tim di balik layar. Koreografer <strong>Boby Ari Setiawan</strong> mengungkapkan bahwa ia menjalani enam bulan riset untuk menggarap ratusan karakter zombi, memastikan setiap gigitan menghasilkan gestur yang berbeda.</p>
<p>&#8220;Setiap kali ada efek dari satu gigitan, misalnya di tangan atau leher atau kaki, berakibat pada gestur yang berbeda-beda. Begitu pula ada teknik vokal dan getaran tubuh tertentu yang dipakai, ini semua harus dilatih setiap pemeran [zombi] dengan sungguh-sungguh,&#8221; jelas Boby.</p>
<figure id="attachment_3570" aria-describedby="caption-attachment-3570" style="width: 684px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3570" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/10/MFAZ0766-1-1.jpg" alt="" width="684" height="912" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/10/MFAZ0766-1-1.jpg 684w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/10/MFAZ0766-1-1-225x300.jpg 225w" sizes="(max-width: 684px) 100vw, 684px" /><figcaption id="caption-attachment-3570" class="wp-caption-text">Courtesy of Rici Linde</figcaption></figure>
<p>Di sisi pemeran utama, <strong>Mikha Tambayong</strong> menyampaikan apresiasinya terhadap lingkungan syuting yang aman dan solid. &#8220;Syuting dijalankan sesuai kronologi cerita, perjalanan emosi yang dibutuhkan pun tidak terlalu susah karena kami diberi kesempatan untuk melewati fase-fase seperti dalam film, misalnya dari keluarga yang utuh tapi disfungsional, bertemu zombi, hingga memasuki mode nekat.&#8221;</p>
<p><strong>Donny Damara</strong>, yang bertransformasi menjadi salah satu zombi, mengutarakan bahwa pengalamannya tidak semudah yang dibayangkan. &#8220;Kami berusaha menguasai gerakan yang benar melalui workshop yang cukup melelahkan. Kami mengerjakan ini dengan keringat dan penuh semangat, semoga hasilnya pun baik,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, <strong>Eva Celia</strong> memuji kemewahan waktu yang diberikan oleh Netflix untuk proses produksi selama enam bulan. &#8220;Dari awal sudah mendapat disclaimer bahwa film ini akan physically, emotionally, dan psychologically demanding, dan kami diberi waktu yang lapang oleh Netflix. Saya juga ingin mengucapkan apresiasi pada para pemeran zombi yang harus berlari-lari di panasnya lokasi syuting lengkap dengan prostetik, film ini tidak mungkin terwujud tanpa mereka,&#8221; tuturnya.</p>
<figure id="attachment_3569" aria-describedby="caption-attachment-3569" style="width: 780px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3569" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/10/ARM5447-1-1.jpg" alt="" width="780" height="520" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/10/ARM5447-1-1.jpg 780w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/10/ARM5447-1-1-300x200.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/10/ARM5447-1-1-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 780px) 100vw, 780px" /><figcaption id="caption-attachment-3569" class="wp-caption-text">Courtesy of Netflix</figcaption></figure>
<p>Film “Abadi Nan Jaya” tayang secara global mulai <strong>23 Oktober 2025</strong>, hanya di <strong>Netflix</strong>.</p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/abadi-nan-jaya-hadirkan-zombie-outbreak-bernuansa-lokal/">&#8220;Abadi Nan Jaya&#8221; Hadirkan Zombie Outbreak Bernuansa Lokal</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Abadi Nan Jaya&#8221;: Film Zombie Terbaru Karya Kimo Stamboel</title>
		<link>https://thesocieties.id/abadi-nan-jaya-film-zombie-terbaru-karya-kimo-stamboel/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[The Societies Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2025 14:27:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Movies & Cultures]]></category>
		<category><![CDATA[#jointhesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[#netflix]]></category>
		<category><![CDATA[#thesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[AbadiNanJaya]]></category>
		<category><![CDATA[celebrity]]></category>
		<category><![CDATA[entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[EvaCelia]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[horror]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[KimoStamboel]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Mikhatambayong]]></category>
		<category><![CDATA[movie]]></category>
		<category><![CDATA[series]]></category>
		<category><![CDATA[streaming]]></category>
		<category><![CDATA[Zombie]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thesocieties.id/?p=3215</guid>

					<description><![CDATA[<p>Film horor dengan sub-genre &#8216;zombie&#8217; menjadi salah satu yang diminati di seluruh dunia. Hal ini terbukti dengan adanya berbagai film seperti &#8220;28 <a href="https://thesocieties.id/abadi-nan-jaya-film-zombie-terbaru-karya-kimo-stamboel/" class="read-more-link">[read more...]</a></p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/abadi-nan-jaya-film-zombie-terbaru-karya-kimo-stamboel/">&#8220;Abadi Nan Jaya&#8221;: Film Zombie Terbaru Karya Kimo Stamboel</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Film horor</strong> dengan <strong><em>sub-genre</em> &#8216;<em>zombie&#8217;</em></strong> menjadi salah satu yang diminati di seluruh dunia. Hal ini terbukti dengan adanya berbagai film seperti <em><strong>&#8220;28 Years Later&#8221;</strong></em> dan &#8220;<em><strong>Resident Evil&#8221;</strong></em> yang populer dan meraih <em>box office</em>. Tidak hanya di Hollywood, film atau series Asia seperti <em><strong>&#8220;Train to Busan&#8221;</strong></em>, <em><strong>&#8220;Peninsula&#8221;</strong></em> dan <em><strong>&#8220;Kingdom&#8221;</strong></em> mulai memberikan sentuhan lokal khas Asia yang membuat <em>genre</em> <em>Zombie</em> semakin akrab dengan penontonnya.</p>
<p>Salah satu film <em>Zombie</em> yang menghadirkan sentuhan lokal adalah <em><strong>&#8220;Abadi Nan Jaya&#8221;</strong></em>. Disutradarai oleh <strong>Kimo Stamboel</strong>, film ini akan menghadirkan <em>terror</em> mayat hidup dengan <strong>sentuhan lokal yang lekat dengan masyarakat Indonesia</strong> seperti industri jamu dan kehidupan di pedesaan.</p>
<figure id="attachment_3218" aria-describedby="caption-attachment-3218" style="width: 731px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3218" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/09/Abadi-Nan-Jaya-1-1-1.jpg" alt="" width="731" height="411" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/09/Abadi-Nan-Jaya-1-1-1.jpg 731w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/09/Abadi-Nan-Jaya-1-1-1-300x169.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 731px) 100vw, 731px" /><figcaption id="caption-attachment-3218" class="wp-caption-text">Courtesy of Netflix</figcaption></figure>
<p>Berlatar di <strong>sebuah desa terpencil di dekat Yogyakarta</strong>, satu <strong>keluarga pemilik usaha jamu ternama</strong> sukses membangun bisnis besar di sana. Seolah tidak pernah cukup, ambisi sang kepala keluarga untuk mempertahankan kekuasaannya memicu keretakan di antara anggota keluarga dan menimbulkan masalah melalui <strong>sebuah inovasi jamu awet muda yang justru memicu wabah <em>zombie</em></strong> di pedesaan tersebut.</p>
<p>Ditulis oleh <strong>Kimo Stamboel</strong>, <strong>Agasyah Karim</strong>, dan <strong>Khalid Kashogi</strong> serta diproduseri oleh <strong>Edwin Nazir</strong>, &#8220;Abadi Nan Jaya&#8221; seolah-olah menjadi <strong>metafora untuk ketakutan sosial di Indonesia melalui sosok zombie</strong>. Isu tentang tentang ketidaksetaraan, korupsi, atau haus kekuasaan terasa lekat dengan masyarakat lokal. Dengan kata lain, film ini <strong>tidak hanya menawarkan horor fisik, tetapi juga horor sosial</strong> yang lebih dalam dan relevan.</p>
<figure id="attachment_3219" aria-describedby="caption-attachment-3219" style="width: 800px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3219" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/09/Logo-Abadi-Nan-Jaya-Dark-1-1.jpg" alt="" width="800" height="302" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/09/Logo-Abadi-Nan-Jaya-Dark-1-1.jpg 800w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/09/Logo-Abadi-Nan-Jaya-Dark-1-1-300x113.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/09/Logo-Abadi-Nan-Jaya-Dark-1-1-768x290.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-3219" class="wp-caption-text">Courtesy of Netflix</figcaption></figure>
<p>Dibintangi <strong>Eva Celia</strong>, <strong>Mikha Tambayong</strong>, <strong>Donny Damara</strong>, <strong>Dimas Anggara</strong>, <strong>Marthino Lio</strong>, <strong>Kiki Narendra</strong>, <strong>Ardit Erwandha</strong>, <strong>Claresta Taufan</strong>, dan <strong>Varen Arianda Calief</strong>, &#8220;Abadi Nan Jaya&#8221; akan tayang secara global, <strong>hanya di Netflix</strong> pada <strong>23 Oktober 2025</strong>.</p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/abadi-nan-jaya-film-zombie-terbaru-karya-kimo-stamboel/">&#8220;Abadi Nan Jaya&#8221;: Film Zombie Terbaru Karya Kimo Stamboel</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
