<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>takinginusaidisini Archives - The Societies</title>
	<atom:link href="https://thesocieties.id/tag/takinginusaidisini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thesocieties.id/tag/takinginusaidisini/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Jun 2025 22:38:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/04/cropped-the_s_ico-1-32x32.jpg</url>
	<title>takinginusaidisini Archives - The Societies</title>
	<link>https://thesocieties.id/tag/takinginusaidisini/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketika Cinta Tak Selalu Memiliki di &#8220;Tak Ingin Usai di Sini&#8221;</title>
		<link>https://thesocieties.id/ketika-cinta-tak-selalu-memiliki-di-tak-ingin-usai-di-sini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[The Societies Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2025 14:52:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Movies & Cultures]]></category>
		<category><![CDATA[#jointhesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[#thesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[BryanDomani]]></category>
		<category><![CDATA[drama]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[IdeosourceEntertainment]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>
		<category><![CDATA[ParagonPictures]]></category>
		<category><![CDATA[romance]]></category>
		<category><![CDATA[takinginusaidisini]]></category>
		<category><![CDATA[VaneshaPrescilla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thesocieties.id/?p=2549</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika kita mencintai seseorang, kita ingin selalu bersama &#8211; bahkan hingga akhir hayat. Namun, apa rasanya jika kita tidak bisa bersama orang <a href="https://thesocieties.id/ketika-cinta-tak-selalu-memiliki-di-tak-ingin-usai-di-sini/" class="read-more-link">[read more...]</a></p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/ketika-cinta-tak-selalu-memiliki-di-tak-ingin-usai-di-sini/">Ketika Cinta Tak Selalu Memiliki di &#8220;Tak Ingin Usai di Sini&#8221;</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika kita mencintai seseorang, kita ingin selalu bersama &#8211; bahkan hingga akhir hayat. Namun, apa rasanya jika kita tidak bisa bersama orang yang kita cintai karena suatu keadaan? Topik inilah yang diangkat di dalam film terbaru persembahan <strong>Paragon Pictures</strong> dan <strong>Ideosource Entertainment</strong> yang berjudul &#8220;<strong>Tak Ingin Usai di Sini&#8221;</strong>. Dibintangi oleh<strong> Vanesha Prescilla</strong> dan <strong>Bryan Domani</strong>, film ini menampilkan kisah cinta penuh pengorbanan yang terlihat jelas ketika <strong>The Societies</strong> mengikuti acara <strong><em>Press Screening</em> </strong>dan <em><strong>Press Conference</strong></em> pada Rabu (28/5) lalu.</p>
<p>&#8220;Tak Ingin Usai di Sini&#8221; mengangkat kisah persahabatan dan asmara antara <strong>K</strong> (Bryan Domani) dan <strong>Cream</strong> (Vanesha Prescilla) yang telah bersahabat sejak SMA—tumbuh bersama dan diam-diam saling jatuh cinta. Di tengah manisnya cerita mereka, K ternyata mengidap penyakit serius yang mengancam hidupnya. Ia diam-diam mempersiapkan perpisahan dengan mencarikan sosok yang bisa membahagiakan Cream saat dirinya tak ada.</p>
<figure id="attachment_2551" aria-describedby="caption-attachment-2551" style="width: 520px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-2551" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/06/ARM7657-1-1.jpg" alt="" width="520" height="780" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/06/ARM7657-1-1.jpg 520w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/06/ARM7657-1-1-200x300.jpg 200w" sizes="(max-width: 520px) 100vw, 520px" /><figcaption id="caption-attachment-2551" class="wp-caption-text">Courtesy of Paragon Pictures</figcaption></figure>
<p>Didukung oleh para pemain muda berbakat seperti <strong>Davina Karamoy, Rayn Wijaya, Indian Akbar, Asha Assuncao, Jinan Safa, Anya Zen</strong>, serta aktor berpengalaman seperti <strong>Tanta Ginting</strong> dan <strong>Rukman Rosadi</strong>, serta penampilan spesial dari penyanyi ternama, <strong>Rossa</strong>, &#8220;Tak Ingin Usai di Sini&#8221; menghadirkan kisah paling romantis di bioskop Indonesia tahun ini.</p>
<p>“Cinta itu butuh pengorbanan. Value ini yang terkadang sering dilupakan oleh banyak orang. Tanpa pengorbanan, cinta tak akan terasa seperti cinta, dan semua cinta, meskipun terasa indah namun butuh pengorbanan, apapun bentuknya,” ujar <strong>Robert Ronny</strong>, produser, penulis, dan sutradara &#8220;Tak Ingin Usai di Sini&#8221;.</p>
<p>Di film ini, Robert Ronny menantang semua pemain, termasuk bintang utama dan ansambel. Contohnya, Davina Karamoy harus tampil berbeda dari peran sebelumnya serta menunjukkan kemampuan aktingnya yang beragam &#8211;  sementara Rossa yang biasa bernyanyi kini harus berakting.</p>
<figure id="attachment_2552" aria-describedby="caption-attachment-2552" style="width: 780px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-2552" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/06/ARM7497-1-1.jpg" alt="" width="780" height="520" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/06/ARM7497-1-1.jpg 780w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/06/ARM7497-1-1-300x200.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/06/ARM7497-1-1-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 780px) 100vw, 780px" /><figcaption id="caption-attachment-2552" class="wp-caption-text">Courtesy of Paragon Pictures</figcaption></figure>
<p>Selain kisah cinta yang menyentuh, hal yang menarik dari film ini adalah penggunaan lokasi syuting di <em>animal shelter</em> <strong>Jakarta Animal Aid Network (JAAN)</strong>, sebuah organisasi nirlaba yang berdedikasi pada kesejahteraan hewan. Melalui karakter K dan Cream yang menjadi relawan di sana, film ini juga menyampaikan pesan untuk mendukung program advokasi JAAN dengan memberikan donasi.</p>
<p>Didukung oleh <strong>Legacy Pictures, KMIF, Netzme, Nuon</strong>, dan <strong>Virtuelines</strong>, serta menggandeng <strong>Livin’ by Mandiri</strong> sebagai <em>official partner</em> dan <strong>PT Suparma Tbk</strong> sebagai penyedia merchandise tisu <strong>Plenty</strong>, film ini hadir dengan harapan yang tinggi. &#8220;Tak Ingin Usai di Sini&#8221; tayang serentak di bioskop mulai<strong> 5 Juni 2025</strong>.</p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/ketika-cinta-tak-selalu-memiliki-di-tak-ingin-usai-di-sini/">Ketika Cinta Tak Selalu Memiliki di &#8220;Tak Ingin Usai di Sini&#8221;</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Screen Buzz: &#8220;Pangku&#8221;, &#8220;Pengepungan di Bukit Duri&#8221;, &#8220;Perang Kota&#8221;, &#8220;Komang&#8221;, &#8220;Tak Ingin Usai Di Sini&#8221;</title>
		<link>https://thesocieties.id/screen-buzz-pangku-pengepungan-di-bukit-duri-perang-kota-komang-tak-ingin-usai-di-sini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[The Societies Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2025 10:19:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Movies & Cultures]]></category>
		<category><![CDATA[#jointhesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[#thesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[action]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[cannes]]></category>
		<category><![CDATA[celebrity]]></category>
		<category><![CDATA[entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[komang]]></category>
		<category><![CDATA[movie]]></category>
		<category><![CDATA[pangku]]></category>
		<category><![CDATA[pegepungandibukitduri]]></category>
		<category><![CDATA[perangkota]]></category>
		<category><![CDATA[romance]]></category>
		<category><![CDATA[screenbuzz]]></category>
		<category><![CDATA[takinginusaidisini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thesocieties.id/?p=2274</guid>

					<description><![CDATA[<p>Memasuki pertengahan tahun, beragam film karya anak bangsa akan meramaikan layar lebar. Tidak hanya menampilkan cerita yang menarik dan penuh intrik, ada <a href="https://thesocieties.id/screen-buzz-pangku-pengepungan-di-bukit-duri-perang-kota-komang-tak-ingin-usai-di-sini/" class="read-more-link">[read more...]</a></p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/screen-buzz-pangku-pengepungan-di-bukit-duri-perang-kota-komang-tak-ingin-usai-di-sini/">Screen Buzz: &#8220;Pangku&#8221;, &#8220;Pengepungan di Bukit Duri&#8221;, &#8220;Perang Kota&#8221;, &#8220;Komang&#8221;, &#8220;Tak Ingin Usai Di Sini&#8221;</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Memasuki pertengahan tahun, beragam film karya anak bangsa akan meramaikan layar lebar. Tidak hanya menampilkan cerita yang menarik dan penuh intrik, ada karya yang meraih prestasi gemilang dengan tampil di festival film internasional ternama.</p>
<p>Dari <em>sneak peek</em> dunia film penuh aksi karya sutradara Joko Anwar hingga film debut Reza Rahadian sebagai director yang berhasil meraih atensi internasional, berikut deretan film tanah air yang wajib masuk di <em>bucket list</em> wajib tonton Anda.</p>
<p><strong>Pengepungan di Bukit Duri</strong></p>
<figure id="attachment_2275" aria-describedby="caption-attachment-2275" style="width: 339px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-2275" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/03/Official-Poster-Film-_Pengepungan-Di-Bukit-Duri_-1.jpeg" alt="" width="339" height="512" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/03/Official-Poster-Film-_Pengepungan-Di-Bukit-Duri_-1.jpeg 339w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/03/Official-Poster-Film-_Pengepungan-Di-Bukit-Duri_-1-199x300.jpeg 199w" sizes="(max-width: 339px) 100vw, 339px" /><figcaption id="caption-attachment-2275" class="wp-caption-text">Courtesy of Come and See Pictures</figcaption></figure>
<p>Sutradara Joko Anwar akan kembali menghadirkan karya gemilangnya melalui film terbaru yang berjudul <strong>&#8220;Pengepungan di Bukit Duri&#8221;</strong>. Berlatar pada Indonesia tahun 2027, film “Pengepungan di Bukit Duri” memperlihatkan suasana yang kacau, ketika latar kota Jakarta mengalami sebuah kemunduran. Film ini turut menggambarkan situasi Indonesia di masa depan ketika sesama tak lagi menaruh respek terhadap satu sama lain.</p>
<p>Film “Pengepungan di Bukit Duri” adalah produksi bersama studio <strong>Hollywood Amazon MGM Studios</strong> dan <strong>Come and See Pictures</strong> yang akan tayang di jaringan bioskop Indonesia pada 17 April 2025. Film ini dibintangi oleh <strong>Morgan Oey</strong>, <strong>Omara Esteghlal,</strong> <strong>Hana Malasan</strong>, <strong>Kiki Narendra</strong>, dan <strong>Landung Simatupang</strong>.</p>
<p><strong>Pangku</strong></p>
<figure id="attachment_2276" aria-describedby="caption-attachment-2276" style="width: 450px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2276" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/03/PHOTO-2025-03-26-18-47-18-1.jpg" alt="" width="450" height="800" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/03/PHOTO-2025-03-26-18-47-18-1.jpg 450w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/03/PHOTO-2025-03-26-18-47-18-1-169x300.jpg 169w" sizes="auto, (max-width: 450px) 100vw, 450px" /><figcaption id="caption-attachment-2276" class="wp-caption-text">Courtesy of Gambar Gerak</figcaption></figure>
<p>Film debut penyutradaraan Reza Rahadian, <strong>&#8220;Pangku&#8221;</strong> menorehkan prestasi dengan memenangkan <strong>HAF Goes to</strong><br />
<strong>Cannes Program</strong> dalam rangkaian <strong>Hong Kong – Asia Film Financing Forum ke-23 (HAF23).</strong> &#8220;Pangku&#8221; berhasil terpilih sebagai salah satu dari lima proyek film yang memenangkan <strong>HAF Goes to Cannes Program</strong> dan akan melanjutkan perjalanan untuk dipresentasikan di <strong>Cannes Film Festival 2025</strong>.</p>
<p>Selain menjadi debut dari Reza Rahadian sebagai sutradara, film<strong>&#8220;Pangku&#8221;</strong> diproduseri oleh <strong>Arya Ibrahim</strong> dan <strong>Gita Fara</strong>, yang sekaligus menjadi film debut dari <strong>Gambar Gerak</strong>, rumah produksi yang didirikan Reza Rahadian dan Arya Ibrahim. Film ini mengangkat kisah perjuangan hidup seorang perempuan serta tradisi kopi pangku di daerah pesisir Pantai Utara atau Pantura di mana pembeli kopi bisa memangku seorang perempuan yang membuatkannya kopi dan menemaninya berbincang.</p>
<p><strong>Perang Kota</strong></p>
<figure id="attachment_2279" aria-describedby="caption-attachment-2279" style="width: 591px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2279" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/03/OFFICIAL-POSTER-2-PERANG-KOTA-FEED-1-1-1.jpg" alt="" width="591" height="739" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/03/OFFICIAL-POSTER-2-PERANG-KOTA-FEED-1-1-1.jpg 591w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/03/OFFICIAL-POSTER-2-PERANG-KOTA-FEED-1-1-1-240x300.jpg 240w" sizes="auto, (max-width: 591px) 100vw, 591px" /><figcaption id="caption-attachment-2279" class="wp-caption-text">Courtesy of Cinesurya</figcaption></figure>
<p>Setelah pemutaran perdana di International Film Festival Rotterdam pada Februari tahun ini, film perang-drama<br />
dari sutradara Mouly Surya, <strong>“Perang Kota”</strong>, akan segera bisa dinikmati penonton tanah air pada 30 April 2025 di jaringan bioskop. Film yang diproduksi bersama oleh <strong>Cinesurya</strong>, <strong>Starvision</strong> dan<strong> Kaninga Pictures</strong> ini menampilkan <strong>Chicco Jerikho</strong>, <strong>Ariel Tatum</strong>, dan <strong>Jerome Kurnia</strong> sebagai pemeran utama.</p>
<p>“Perang Kota” merupakan adaptasi bebas novel karya <strong>Mochtar Lubis </strong>yang berjudul<strong> “Jalan Tak Ada Ujung”</strong>, yang mengambil latar Jakarta pada tahun 1946 di masa Sekutu datang ke Indonesia diboncengi Belanda yang ingin kembali berkuasa. Film ini menceritakan kisah cinta antara Guru Isa (Chicco Jerikho), pahlawan perang yang dipercayakan misi menghabisi petinggi kolonial Belanda bersama sahabatnya, Hazil (Jerome Kurnia), pemuda tampan dan bersemangat tinggi, yang diam-diam mencuri hati Istri isa yang bernama Fatimah (Ariel Tatum).</p>
<p><strong>Komang</strong></p>
<figure id="attachment_2277" aria-describedby="caption-attachment-2277" style="width: 788px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2277" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/03/OFFICIAL-POSTER-1-FEED-1.jpg" alt="" width="788" height="984" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/03/OFFICIAL-POSTER-1-FEED-1.jpg 788w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/03/OFFICIAL-POSTER-1-FEED-1-240x300.jpg 240w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/03/OFFICIAL-POSTER-1-FEED-1-768x959.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 788px) 100vw, 788px" /><figcaption id="caption-attachment-2277" class="wp-caption-text">Courtesy of StarVision</figcaption></figure>
<p>Di hari Idul Fitri, rumah produksi <strong>Starvision</strong> menghadirkan film romansa yang berjudul <strong>&#8220;Komang&#8221;</strong>. Film ini menyajikan kisah asmara yang manis sekaligus penuh tantangan antara dua anak muda, <strong>Raim Laode (Kiesha</strong><br />
<strong>Alvaro)</strong> dengan <strong>Komang Ade Widiandari (Aurora Ribero)</strong>. Kisah keduanya berawal ketika mereka sama-sama menjalani kehidupan di kota Baubau, Pulau Buton &#8211; Sulawesi Tenggara.</p>
<p>Sebelum diangkat kisahnya ke dalam film, “Komang” juga sempat dijadikan sebagai sebuah judul lagu yang dibuat sekaligus dinyanyikan oleh Raim Laode yang rilis pada 17 Agustus 2022. Diproduksi <strong>Starvision</strong> dari produser <strong>Chand Parwez Servia</strong>, &#8220;Komang&#8221; menyampaikan perayaan takdir cinta, dengan memberikan gambaran yang lebih nyata terhadap penonton dari hubungan pasangan fenomenal ini.</p>
<p><strong>Tak Ingin Usai di Sini</strong></p>
<figure id="attachment_2278" aria-describedby="caption-attachment-2278" style="width: 591px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2278" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/03/Poster-Teaser-FINAL-1-1.jpg" alt="" width="591" height="739" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/03/Poster-Teaser-FINAL-1-1.jpg 591w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/03/Poster-Teaser-FINAL-1-1-240x300.jpg 240w" sizes="auto, (max-width: 591px) 100vw, 591px" /><figcaption id="caption-attachment-2278" class="wp-caption-text">Courtesy of Paragon Pictures &amp; Ideosource Entertainment</figcaption></figure>
<p><strong>Paragon Pictures</strong> bekerja sama dengan <strong>Ideosource Entertainment</strong> menghadirkan film penuh cinta berjudul <strong>&#8220;Tak Ingin Usai di Sini&#8221;</strong>. Dibintangi oleh <strong>Vanesha Prescilla</strong> dan <strong>Bryan Domani</strong>, film ini menceritakan kisah cinta penuh pengorbanan yang dapat dilihat dari poster dan trailer resminya berupa visual perayaan ulang tahun dan pengucapan janji suci pernikahan.</p>
<p>Disutradarai dan ditulis oleh <strong>Robert Ronny</strong>, film ini turut dibintangi oleh deretan aktor dan aktris populer seperti <strong>Davina Karamoy</strong>,<strong> Rayn Wijaya</strong>,<strong> Indian Akbar</strong>, <strong>Asha Assuncao</strong>,<strong> Jinan Safa</strong>,<strong> AnyaZen</strong>,<strong> Tanta Ginting</strong>, dan<strong> Rukman Rosadi.</strong></p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/screen-buzz-pangku-pengepungan-di-bukit-duri-perang-kota-komang-tak-ingin-usai-di-sini/">Screen Buzz: &#8220;Pangku&#8221;, &#8220;Pengepungan di Bukit Duri&#8221;, &#8220;Perang Kota&#8221;, &#8220;Komang&#8221;, &#8220;Tak Ingin Usai Di Sini&#8221;</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
