Jakarta Doodle Fest 2025 Menghadirkan Seni Visual Fungsional

4 min read

Popularitas doodle art tidak terlepas dari tiga pilar utama yang saling berkaitan: manfaat psikologis, peranannya dalam kreativitas, dan sifatnya yang demokratis. Di era modern, fenomena Doodle Art secara global telah melampaui batas-batas buku catatan pribadi, merambah ke industri desain, fashion, dan kemasan. Popularitas tersebut terlihat nyata di Indonesia melalui acara Jakarta Doodle Fest (JDF) yang menjadi indikasi kuat bahwa doodle art telah mendapatkan tempat yang layak dalam kancah seni visual kontemporer.

Jakarta Doodle Fest sendiri merupakan sebuah ajang selebrasi seni visual yang dihadirkan oleh TFR News. Dibuka secara resmi pada Kamis (9/10), JDF 2025 mengusung tema “Welcome Home, Doodlers!” pada Edisi ke-3 yang  diselenggarakan di Senayan City, Jakarta pada 9 hingga 12 Oktober 2025. Acara JDF 2025 dibuka dengan konferensi pers sekaligus kick-off event yang dihadiri oleh sejumlah figur penting di industri kreatif, yang terdiri dari Christine Laifa (CEO TFR News dan Co-founder JDF), seniman dan ilustrator Sherchle, Willy Apriando (Head of Marketing & Branding Bank Saqu), Nadya Noor (seniman dan host serial YouTube JDF “Sketchy Business”), serta Leo Pradana (Founder Arbiaro).

Courtesy of Jakarta Doodle Fest

Mengusung tema “Welcome Home, Doodlers!”, JDF 2025 menyoroti pergeseran karya seni visual menjadi home goods atau barang-barang fungsional rumah tangga. Pemilihan tema ini didasari oleh keinginan JDF untuk menekankan bahwa kreasi seni bukan sekadar dinikmati secara visual, tetapi juga dapat diimplementasikan menjadi benda pakai sehari-hari.

Berbagai barang fungsional yang menampilkan ilustrasi seni visual, seperti alas meja (table mat), sarung bantal, lampu, dan peralatan makan, dapat ditemukan di Creator’s Market JDF. Pasar kreatif ini kembali memanjakan pengunjung dengan partisipasi kreator lokal maupun mancanegara, di antaranya Joyfull Odyssey, Senikanji, TABI, Kidbash, Nadya Noor, Punopals, dan Rool Rama.

Courtesy of Jakarta Doodle Fest

“Harapannya, produk dari ilustrator dan desainer bisa menghiasi rumah-rumah dan tentunya digunakan juga, karena karakter dan visual pada produk akan memberikan sentuhan khusus di rumah”, tutur Christine Laifa mengenai tema JDF tahun ini.

Selain menghadirkan inovasi melalui seni visual yang fungsional, JDF 2025 juga menghadarikan dua hal baru:  “Paperoni”curated booth yang juga merupakan label baru di bawah naungan TFR News yang mengurasi karya seniman terpilih yang meluncurkan produk perdananya & “Little Doodle” – area seni khusus anak-anak yang menampilkan kolaborasi dan aktivitas menarik dengan berbagai brand dan kreator anak-anak seperti Majalah Bobo, Sylvanian Families, Bartega dan Hompimpah.

Dukungan sejumlah sponsor turut berperan dalam kesuksesan JDF 2025. Sebagai sponsor utama, Bank Saqu menunjukkan sinergi yang baik antara industri finansial dengan komunitas kreatif. Bentuk nyata dukungan tersebut adalah diskon khusus tiket masuk JDF (dari Rp25.000 menjadi Rp5.000) bagi pengguna aplikasi Bank Saqu dengan kode promo tertentu, serta penukaran kopi gratis di coffee corner yang didukung oleh Materium dan Toffin.

Program menarik turut dihadirkan Tolak Angin di pre-events JDF 2025, yaitu “Campus Roadshow” dengan tema #ForTheWind yang mengunjungi tiga universitas besar di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Inisiatif ini bertujuan mengajak generasi muda merayakan setiap kemenangan sekecil apapun dan berkreasi melalui kompetisi desain yang hasil karyanya akan dijadikan merchandise eksklusif.

Courtesy of Jakarta Doodle Fest

Selain pameran seni, rangkaian JDF juga mencakup “Creator’s Speed Dating”, sebuah ajang networking yang mempertemukan para pegiat kreatif dari berbagai industri untuk menjalin kolaborasi baru.

Setelah festival ditutup pada 12 Oktober, kemeriahan Jakarta Doodle Fest akan berlanjut dengan pertunjukan “Musikal Absurd: Hidup Segan But I’m Not Done” pada November mendatang. Produksi ini merupakan hasil kolaborasi antara JDF, Jakarta Art House, Sherchle, dan didukung oleh Indonesia Kaya.

Jakarta Doodle Fest (JDF) 2025 didukung oleh Bank Saqu, Tolak Angin, dan Paperina sebagai sponsor utama, serta berbagai mitra strategis, venue partner (Senayan City), dan lebih dari 40 media partner – termasuk The Societies. Melalui acara JDF 2025, doodle art telah diakui sebagai disiplin seni yang serius – bukan lagi sekadar hobi. Di setiap perhelatannya, JDF memfasilitasi art market, lokakarya edukatif, dan peluang jejaring (networking) yang dapat mengubah karya doodle menjadi produk komersial, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.

You May Also Like

More From Author