House of Tugu Jakarta Hadirkan “Cap Go Meh Gala Feast”

3 min read

Cap Go Meh bukan sekadar penutup rangkaian Tahun Baru Imlek – tradisi ini merupakan monumen hidup dari sejarah panjang akulturasi budaya di Indonesia. Berakar dari pertemuan tradisi Tionghoa dan Nusantara sejak era Batavia, warisan ini terus dirawat sebagai identitas kuliner yang kaya makna.

Memperingati hal tersebut, House of Tugu Jakarta merayakan sejarah tersebut melalui program “Cap Go Meh Gala Feast” sepanjang bulan Maret 2026. Acara istimewa ini diselenggarakan di Babah Koffie by Kawisari – sebuah ruang yang dirancang khusus untuk menjadi penjaga narasi kuliner Peranakan di kawasan Kota Tua Jakarta.

Bukan hanya menyajikan estetika visual, Babah Koffie by Kawisari turut menjadi wadah pelestarian budaya. Interior yang dipenuhi artefak otentik serta atmosfer khas Jawa-Tionghoa menciptakan latar yang sempurna untuk merayakan Cap Go Meh. Sebagai pelengkap, setiap cangkir kopi yang dihidangkan berasal dari Perkebunan Kawisari milik Tugu di Jawa Timur. Berdiri sejak tahun 1870, perkebunan ini menjadi benang merah sejarah yang menghubungkan tradisi agraris kolonial dengan gaya hidup modern saat ini.

Courtesy of House of Tugu Jakarta

Seluruh sajian dalam perjamuan ini dirancang sebagai kolaborasi antara Jajaghu dan Babah Koffie, menempatkan simbolisme budaya setara dengan kualitas rasa. Hidangan pembuka berupa kantong kulit tahu renyah yang berisi udang segar dan water chestnut. Disajikan dengan efek asap yang estetik, bentuknya menyerupai pundi uang—sebuah simbol harapan agar rezeki dan keberuntungan terus mengalir di sepanjang tahun.

Bintang utama dari perayaan ini adalah sajian akulturasi yang tidak ditemukan dalam tradisi Tiongkok maupun Jawa klasik. Lontong daun bambu disajikan dengan ayam opor resep pusaka “Mpok” yang diwariskan secara lisan, yang dilengkapi dengan lodeh labu siam, udang segar, telur hitam, sate ayam, hingga koya kedelai putih. Sebuah harmoni rasa yang merepresentasikan keberagaman yang menyatu.

Sebagai penutup, bola-bola ketan berwarna merah, putih, dan hijau disajikan dalam kuah jahe yang hangat. Tiga warna ini melambangkan harmoni dalam perbedaan yang hidup berdampingan, menutup perjamuan dengan kehangatan dan doa akan kerukunan.

Courtesy of House of Tugu Jakarta

Manajemen House of Tugu Jakarta menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari misi besar mereka untuk menghidupkan kembali konteks sejarah melalui pengalaman kuliner. “Cap Go Meh Gala Feast kami hadirkan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan Peranakan dan sejarah Kota Tua Jakarta. Kami ingin menghidupkan kembali tradisi dalam ruang yang autentik dan relevan dengan masa kini,” ujar perwakilan manajemen House of Tugu Jakarta.

Program “Cap Go Meh Gala Feast” tersedia mulai dari tanggal 3 hingga 31 Maret 2026.

You May Also Like

More From Author