Menelusuri warisan kuliner kaya rempah, konsistensi 14 tahun Summarecon Mall Serpong, dan komitmen nyata pemberdayaan UMKM Nusantara dalam sebuah perjalanan panca indera menikmati kuliner autentik Sumatera.
Dikenal sebagai salah satu gerbang utama dalam narasi sejarah kekayaan kuliner Indonesia, Pulau Sumatera memiliki posisi strategis di sepanjang jalur perdagangan kuno. Sebagai lokasi akulturasi budaya lokal dengan berbagai budaya – mulai dari Arab, India hingga Tiongkok, Sumatera melahirkan tradisi olahan kuliner berkarakter kuat, kaya akan rempah alami dan teknik memasak penuh ketelitian. Singkat kata, kekayaan kuliner dari Pulau penuh budaya tersebut tidak sekadar menjadi sajian yang tersaji di atas pinggan – melainkan sebuah warisan budaya bernilai tinggi yang merekam perjalanan panjang peradaban Nusantara.
Perjalanan panjang dalam melestarikan warisan rasa tersebut terwujud nyata secara konsisten melalui kehadiran Festival Kuliner Serpong (FKS). Memasuki perhelatan tahun ke-14 sejak pertama kali diresmikan pada 2011, Summarecon Mall Serpong (SMS) secara berkelanjutan membuktikan komitmen sebagai garda terdepan dalam menjaga, merawat, serta mempromosikan kekayaan ragam kuliner Nusantara kepada lintas generasi.

Lebih dari sekadar festival kuliner tahunan, penyelenggaraan Festival Kuliner Serpong secara konsisten selama lebih dari satu dekade merupakan bentuk kontribusi nyata Summarecon dalam mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang kuliner. Melalui ruang tersebut, para pelaku UMKM kuliner tidak hanya berkesempatan memperkenalkan resep autentik warisan mereka, tetapi juga mendapatkan panggung strategis untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan taraf ekonomi serta membuka peluang pengembangan bisnis yang lebih luas. Tahun ini, komitmen berkesinambungan tersebut kembali diwujudkan pada FKS 2026 yang mengusung tema “Satu Jalur Seribu Rasa – Lintas Sumatera” pada 13 Agustus hingga 13 September 2026 di Area Parkir Timur SMS.

“’Satu Jalur Seribu Rasa – Lintas Sumatera’ tidak hanya sekadar menjadi tema, tetapi juga ajakan untuk lebih mengenal dan mencintai kekayaan kuliner Nusantara, khususnya kuliner Sumatera dengan cita rasa kaya rempah. Memasuki penyelenggaraan ke-14, kami berharap FKS menjadi ruang kebersamaan sekaligus membuka ruang tumbuh bagi UKM yang memiliki semangat sama untuk menjaga kekayaan kuliner Tanah Air.” — Finnah Ngadio, Center Director Summarecon Mall Serpong.
Memasuki area festival terasa bagai melintasi gerbang ruang dan waktu. Nuansa Sumatera yang kental langsung hangat menyapa panca indera The Societies. Mata kami dimanjakan oleh kemegahan replika miniatur Jam Gadang serta aksen warna visual yang semarak. Telinga pun turut dihibur oleh alunan musik tradisional yang selaras dengan riuh kebersamaan serta antusiasme pengunjung, sementara indera penciuman kami disambut langsung oleh aroma harum dari kepulan asap rempah gurih dari sejumlah kuali di berbagai booth. Pengalaman tersebut menghadirkan suasana magis khas tanah Sumatra dan seolah-olah membawa kami berada di sana.
Perjalanan kuliner The Societies di Festival Kuliner Serpong 2026 dapat dikatakan seperti menyusuri ekspedisi rasa imersif dari ujung utara hingga selatan Pulau Sumatera. “Petualangan” kuliner kami bermula dari Tanah Rencong, Aceh, yang memanjakkan hidung kami dengan aroma kapulaga dan jintan nan pekat dalam kuah merah pekat dari Mie Aceh Seulawah. Bergeser sedikit ke Tanah Deli, Medan, kehangatan Kede Cesku, tekstur kenyal Mie Keriting Siantar Alai dan renyahnya Martabak Piring Medan Bang Naga menghadirkan sensasi luar biasa bagi indera pengecap.

Menyusuri lebih dalam ke Ranah Minang, Padang, mata dan lidah terpikat oleh sajian berwarna keemasan dan merah membara dari Rendang serta Dendeng legendaris Christine Hakim, siraman kuah kuning kental Sate Mak Syukur Padang Pandjang, Teh talua Malimpah Mak Datuak yang legit hingga keunikan visual dari Lamang Tapai Uni Dewi dan Pisang Kapik Sutan Muda. Langkah kami pun berlanjut ke Bumi Sriwijaya, Palembang, menhadirkan kesegaran aroma Ikan Tenggiri dari Pempek Beringin sejak 1970, kentalnya kuah ebi Mie Celor 26 llir H.M. Syafei Z. Ekspedisi “Lintas Rasa Sumatera” kami ditutup manis di Ujung Selatan, Lampung, melalui kepulan asap kaldu sapi dan tekstur kenyal Bakso Son Haji Sony dan rasa gurih Mie Koga yang melengkapi petualangan rasa secara sempurna.
Guna menjaga orisinalitas resep warisan dalam alur penjelajahan ini, penyelenggara menyematkan label khusus “Autentik” kepada 13 tenant yang dihadirkan langsung dari daerah asalnya. Selain kuliner, atmosfer festival semakin riuh dengan penampilan panggung yang dimeriahkan oleh pertunjukan seni kebudayaan, parade tari, serta musisi nasional seperti Geisha, Vierratale, Adrian Khalif, hingga Barasuara. Pengunjung juga dapat mengikuti program interaktif “Satu Jalur Seribu Hadiah” dengan kesempatan memenangkan voucher makan dan hadiah utama berupa 10 logam emas masing-masing seberat 0,5 gram melalui pengumpulan stamp transaksi.

Kuliner Sumatera memegang peranan krusial dalam khazanah kuliner Nusantara melalui eksplorasi rempah alami dan teknik olahan yang kompleks. Beragam hidangan tersebut merupakan aset budaya yang patut dijaga kelestariannya agar tidak tergerus oleh zaman. Di sinilah letak nilai penting dari konsistensi Summarecon Mall Serpong selama 14 tahun menyelenggarakan Festival Kuliner Serpong. Tidak hanya hadir sebagai wadah apresiasi budaya, FKS juga menjadi motor penggerak ekosistem ekonomi kreatif yang secara konkrit memberdayakan UMKM kuliner Nusantara.
Dengan terus membentangkan ruang bertumbuh bagi para pelaku usaha lokal untuk naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas, FKS memastikan bahwa warisan rasa Sumatera dan kuliner Nusantara lainnya tetap lestari, berdaya saing, dan terus menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kebanggaan nasional.
