Mempertemukan kreativitas Chef Rendy Reynaldi dan Chef Donny Kumala, kolaborasi ini menghadirkan pengalaman bersantap intimate sekaligus menandai babak baru penataan ulang venue VIN+ Arcadia Senayan.
Konsep ‘cuisine without borders’ atau kuliner tanpa batas kini semakin mengemuka di dunia gastronomi modern sebagai sebuah gerakan yang meruntuhkan beragam sekat tradisi memasak konvensional. Pendekatan ini melepaskan batas geografis dan aturan kaku resep klasik, memungkinkan para juru masak menjelajahi persilangan teknik, bahan premium, serta identitas rasa dari berbagai belahan dunia untuk menciptakan narasi kuliner yang sepenuhnya baru. Semangat kebebasan berkreasi inilah yang melandasi kolaborasi eksklusif antara dua entitas kuliner kenamaan Jakarta, VIN+ dan Notta Dining House. Melalui inisiatif bertajuk “Cuisine Without Borders”, Chef Rendy Reynaldi dari VIN+ Jakarta dan Chef Donny Kumala dari Notta Dining House menyatukan visi dalam satu eksplorasi rasa yang memadukan teknik gastronomi Eropa, cita rasa Asia, serta sentuhan autentik kuliner lokal Indonesia.
Eksplorasi rasa tersebut lah yang dirasakan oleh The Societies di VIN+ Arcadia Senayan dalam sesi makan malam pada Rabu (7/10). Melalui 2-Course dan 3-Course Set Menu, para tamu – termasuk kami diajak menikmati olahan bahan-bahan premium yang dieksekusi menggunakan teknik modern. Perjalanan kuliner diawali oleh appetizer Yellow Fin Tuna Tartare yang dilengkapi pickled shimeji serta grilled sourdough. Bagi kami, perpaduan daging tuna mentah serasi dengan kesegaran jamur shimeji yang sangat cocok dijadikan hidangan pembuka. Eksplorasi kuliner kemudian dilanjutkan main course berupa US Prime Short Ribs yang disajikan berpasangan dengan celiac purée. Pemilihan celiac atau umbi seledri sebagai bahan utama side dish menghadirkan cita rasa manis dengan tekstur ringan yang cocok berpadu dengan potongan tebal daging short ribs yang juicy.
Untuk dessert, The Societies menjatuhkan pilihan pada Poached Pear yang disajikan dengan es krim vanila. Hidangan penutup khas Prancis ini menjadi sebuah comfort food yang tepat dihidangkan untuk mengakhiri rangkaian hidangan yang penuh rasa dengan kesan manis.

Acara bersantap terasa kian istimewa karena momen tersebut sekaligus menjadi ajang perkenalan wajah baru destinasi kuliner tersebut pasca renovasi total pada Juni 2026. Penataan ruang yang kini lebih segar dan modern semakin mengukuhkan posisi VIN+ sebagai destinasi utama bagi para penikmat fine wine, kuliner kontemporer, dan layanan hospitality kelas atas di Jakarta.
Kehadiran wine enthusiast Ponti Young bersama Sommelier VIN+ Achmad Ritaudin menyempurnakan seluruh rangkaian acara lewat kurasi wine pairing yang presisi untuk setiap sajian. Sinergi antara teknik memasak tingkat tinggi, penyelarasan wine yang harmonis, dan suasana venue yang eksklusif berhasil menjadikan “Cuisine Without Borders” sebuah narasi kuliner baru yang memperkaya lanskap gastronomi ibu kota.

Melalui inisiatif “Cuisine Without Borders”, kolaborasi antara VIN+ dan Notta Dining House berhasil mendobrak batas-batas kuliner konvensional dengan menyatukan lintas teknik, tradisi, dan bahan premium ke dalam satu panggung gastronomi yang harmonis. Sinergi ini tidak hanya membuktikan bahwa seni memasak modern dapat melampaui sekat geografis, tetapi juga mengukuhkan komitmen kedua entitas dalam menghadirkan narasi rasa yang inovatif, inklusif, dan relevan bagi perkembangan lanskap kuliner ibu kota.
