<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>art Archives - The Societies</title>
	<atom:link href="https://thesocieties.id/tag/art/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thesocieties.id/tag/art/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Apr 2026 08:14:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/04/cropped-the_s_ico-1-32x32.jpg</url>
	<title>art Archives - The Societies</title>
	<link>https://thesocieties.id/tag/art/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dari Limbah Menjadi Karya: Sebuah Refleksi Gaya Hidup di &#8220;ARTCYCLE: EARTHFORM&#8221;</title>
		<link>https://thesocieties.id/dari-limbah-menjadi-karya-sebuah-refleksi-gaya-hidup-di-artcycle-earthform/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Bella Rianda]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 07:15:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Art News]]></category>
		<category><![CDATA[#jointhesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[#thesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[Artcycle]]></category>
		<category><![CDATA[ArtcycleEarthform]]></category>
		<category><![CDATA[ASHTA]]></category>
		<category><![CDATA[ASRI]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thesocieties.id/?p=4295</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di Jakarta yang terus bergerak cepat—di mana tren datang dan pergi, dan konsumsi menjadi bagian dari ritme sehari-hari—jarang ada ruang yang benar-benar <a href="https://thesocieties.id/dari-limbah-menjadi-karya-sebuah-refleksi-gaya-hidup-di-artcycle-earthform/" class="read-more-link">[read more...]</a></p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/dari-limbah-menjadi-karya-sebuah-refleksi-gaya-hidup-di-artcycle-earthform/">Dari Limbah Menjadi Karya: Sebuah Refleksi Gaya Hidup di &#8220;ARTCYCLE: EARTHFORM&#8221;</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Di Jakarta yang terus bergerak cepat—di mana tren datang dan pergi, dan konsumsi menjadi bagian dari ritme sehari-hari—jarang ada ruang yang benar-benar mengajak kita berhenti dan berpikir. <em>&#8220;<strong>ARTCYCLE: EARTHFORM di ASHTA District 8&#8243;</strong></em> hadir sebagai pengecualian yang terasa relevan sekaligus subtil. Ia bukan sekadar pameran, melainkan sebuah pengalaman yang perlahan menggeser cara pandang: <strong>tentang material</strong>,<strong> tentang nilai</strong>, dan pada akhirnya &#8211; <strong>tentang gaya hidup</strong> itu sendiri.</p>
<p>Berlangsung sepanjang <em><strong>&#8220;Earth Month&#8221;</strong></em>, program ini mengangkat satu premis sederhana namun kuat—bahwa apa yang kita anggap sebagai limbah sesungguhnya masih menyimpan potensi. Melalui kurasi yang mempertemukan brand berkelanjutan dan seniman visual kontemporer, <strong>ARTCYCLE</strong> menghadirkan spektrum eksplorasi material yang luas: dari <strong>plastik daur ulang</strong>, <strong>sisa tekstil</strong>, hingga<strong> material berbasis hayati</strong> dan <strong>elemen alami yang diolah menjadi karya yang fungsional sekaligus artistik</strong>.</p>
<figure id="attachment_4296" aria-describedby="caption-attachment-4296" style="width: 971px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-4296" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/Pict-1.jpeg" alt="" width="971" height="710" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/Pict-1.jpeg 971w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/Pict-1-300x219.jpeg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/Pict-1-768x562.jpeg 768w" sizes="(max-width: 971px) 100vw, 971px" /><figcaption id="caption-attachment-4296" class="wp-caption-text">Courtesy of ASTHA</figcaption></figure>
<p>Kolaborasi menjadi jantung dari keseluruhan pengalaman ini. Nama-nama seperti <em><strong>Aharimu x Chop Value</strong></em>, <em><strong>Alphabad x Rebricks</strong></em>,<em><strong> Gula x norm:al: living</strong></em>, <em><strong>Harishazka x Bell Living Lab</strong></em>, hingga <em><strong>Lala Bohang x Pable</strong></em> tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga pendekatan yang berbeda dalam memaknai ulang material. Ada yang menekankan fungsi sehari-hari, ada pula yang mendorong batas eksplorasi artistik—namun semuanya berpijak pada satu gagasan yang sama: bahwa desain hari ini tidak lagi hanya tentang bentuk, tetapi juga tentang <strong>perjalanan sebuah material</strong>.</p>
<p>Yang membuat ARTCYCLE terasa begitu kuat adalah cara ia membangun pengalaman. Alih-alih hanya mengamati, pengunjung diajak untuk masuk dan terlibat. Ini terasa paling nyata dalam <em><strong>&#8220;Journey into Sustainability&#8221;</strong></em>, sebuah instalasi imersif yang membawa kita <strong>menelusuri perjalanan limbah hingga ke Bantar Gebang</strong>—ruang yang selama ini menjadi “titik akhir” dari banyak hal yang kita konsumsi setiap hari.</p>
<p>Namun pengalaman ini tidak berhenti pada observasi. Di dalamnya, terdapat berbagai aktivitas yang membuat kunjungan terasa hidup dan personal. Pengunjung dapat mengeksplorasi proses transformasi material di &#8220;<strong>Upcycled Museum&#8221;</strong>, mempersonalisasi tote bag di &#8220;<strong>Repair Station&#8221;</strong> dengan <em>eco-friendly charms</em>, hingga berkontribusi dalam instalasi kolektif <em><strong>&#8220;</strong><strong>Tree of Hope&#8221;</strong></em> bersama<strong> Paperina</strong>. Ada pula &#8220;<strong>Photo Moment&#8221;</strong> berbasis <em>moss</em> yang menghadirkan pengalaman visual yang unik, serta &#8220;<strong>Dropbox Station&#8221;</strong>—termasuk kolaborasi dengan <strong>MOP Beauty</strong> untuk kemasan kosmetik dan <strong>instalasi IEMAHKAI</strong> <strong>oleh Cahyono Perdana</strong> untuk limbah plastik dan kertas—yang memungkinkan pengunjung berpartisipasi langsung dalam siklus pengelolaan limbah.</p>
<figure id="attachment_4298" aria-describedby="caption-attachment-4298" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-large wp-image-4298" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/Pict-2-1024x682.jpg" alt="" width="640" height="426" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/Pict-2-1024x682.jpg 1024w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/Pict-2-300x200.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/Pict-2-768x512.jpg 768w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/Pict-2-1536x1023.jpg 1536w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/Pict-2.jpg 1600w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-4298" class="wp-caption-text">Courtesy of ASHTA</figcaption></figure>
<p>Di area <strong>&#8220;Product Pop-Up&#8221;</strong>, pengalaman ini berlanjut dalam bentuk yang lebih <em>tangible</em>. Berbagai <em>green startup</em> menghadirkan koleksi hasil kolaborasi yang tidak hanya menarik secara desain, tetapi juga membawa cerita tentang proses dan dampak di baliknya—dengan sebagian hasil penjualan dialokasikan untuk mendukung program pemberdayaan perempuan oleh<strong> Liberty Society Foundation</strong>.</p>
<p>Menariknya, seluruh pengalaman ini tetap terasa ringan dan dekat dengan keseharian. Program seperti <strong>&#8220;Bring Your Own Tumbler&#8221;</strong>, yang memungkinkan pengunjung menikmati kopi dengan harga spesial, hingga <strong>Green Picks</strong> dengan penawaran untuk produk seperti <strong><em>lunch box</em> dari Sillyco</strong> dan <strong><em>tumbler</em> dari Hydro Flask</strong>, menjadi cara sederhana untuk mulai mengadopsi kebiasaan yang lebih sadar. Ditambah dengan berbagai penawaran seperti <strong>Live to Shop</strong>, <strong>Feel Good Shopping</strong>, hingga <strong>District 8 Exclusives</strong>, kunjungan ke ARTCYCLE terasa bukan hanya inspiratif, tetapi juga menyenangkan untuk dijalani.</p>
<figure id="attachment_4299" aria-describedby="caption-attachment-4299" style="width: 800px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4299" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/Pict-5-1.jpg" alt="" width="800" height="533" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/Pict-5-1.jpg 800w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/Pict-5-1-300x200.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/Pict-5-1-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-4299" class="wp-caption-text">Courtesy of ASTHA</figcaption></figure>
<p>Di tengah semua itu, ARTCYCLE menyampaikan sesuatu yang lebih dalam—tanpa perlu mengatakannya secara eksplisit. Bahwa keberlanjutan tidak harus hadir sebagai sesuatu yang berat atau jauh dari kehidupan kita. Ia bisa dimulai dari hal kecil, dari pilihan sederhana, dari cara kita melihat kembali apa yang kita miliki.</p>
<p>Pada akhirnya, <em><strong>&#8220;ARTCYCLE: EARTHFORM&#8221;</strong> </em>bukan hanya tentang karya yang dipamerkan, tetapi tentang percakapan yang dimulainya. Tentang bagaimana sebuah ruang lifestyle dapat bertransformasi menjadi ruang refleksi, tanpa kehilangan daya tariknya. Dan mungkin, alasan terbesar untuk datang bukan hanya untuk melihat, tetapi untuk merasakan sendiri bagaimana perspektif bisa berubah—pelan, namun meninggalkan kesan yang bertahan lebih lama dari kunjungan itu sendiri.</p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/dari-limbah-menjadi-karya-sebuah-refleksi-gaya-hidup-di-artcycle-earthform/">Dari Limbah Menjadi Karya: Sebuah Refleksi Gaya Hidup di &#8220;ARTCYCLE: EARTHFORM&#8221;</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ingatan Material dan Krisis Planet di &#8220;UNBOUND: Resonating Light&#8221;</title>
		<link>https://thesocieties.id/ingatan-material-dan-krisis-planet-di-unbound-resonating-light/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[The Societies Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 08:10:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Art News]]></category>
		<category><![CDATA[#jointhesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[#thesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[AllysonJeong]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[DianeTuft]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[ISAArt]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[UnboundResonatingLight]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thesocieties.id/?p=4289</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ruang seni NODE by ISA Art and Design menghadirkan sebuah narasi visual yang krusial melalui pameran kolaboratif bertajuk &#8220;UNBOUND: Resonating Light&#8221;. Menampilkan <a href="https://thesocieties.id/ingatan-material-dan-krisis-planet-di-unbound-resonating-light/" class="read-more-link">[read more...]</a></p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/ingatan-material-dan-krisis-planet-di-unbound-resonating-light/">Ingatan Material dan Krisis Planet di &#8220;UNBOUND: Resonating Light&#8221;</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ruang seni <strong>NODE by ISA Art and Design</strong> menghadirkan sebuah narasi visual yang krusial melalui pameran kolaboratif bertajuk <em><strong>&#8220;UNBOUND: Resonating Light&#8221;</strong></em>. Menampilkan karya fotografer asal Amerika Serikat,<strong> Diane Tuft</strong>, dan pematung berbasis Seoul,<strong> Allyson Jeong</strong>, pameran ini resmi dibuka pada<strong> 24 April 2026</strong> sebagai sebuah platform dialog mengenai material, skala, dan urgensi dampak lingkungan.</p>
<p>Pameran ini mengusung tema besar<em><strong> &#8220;Material Memory&#8221;</strong> &#8211; </em>sebuah konsep yang menelusuri bagaimana lingkungan dan objek menyimpan residu dari kekuatan masa lalu. Melalui perpaduan fotografi format besar dan patung logam berskala arsitektural, pengunjung diajak untuk menyaksikan sejarah tak kasat mata yang tertanam dalam material—mulai dari perubahan lanskap geologis hingga energi taktil manusia.</p>
<figure id="attachment_4292" aria-describedby="caption-attachment-4292" style="width: 540px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4292" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/IG-Post-1350x1080-UNBOUND-Resonating-Lights-1-1-1.png" alt="" width="540" height="675" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/IG-Post-1350x1080-UNBOUND-Resonating-Lights-1-1-1.png 540w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/IG-Post-1350x1080-UNBOUND-Resonating-Lights-1-1-1-240x300.png 240w" sizes="auto, (max-width: 540px) 100vw, 540px" /><figcaption id="caption-attachment-4292" class="wp-caption-text">Courtesy of ISA Art</figcaption></figure>
<p>Diane Tuft menghadirkan rangkaian foto format besar yang mendokumentasikan perubahan dramatis pada wajah bumi akibat krisis iklim. Karya-karyanya bukan sekadar dokumentasi ilmiah, melainkan portal menuju lingkungan yang tengah berada dalam titik nadir. Dari gletser yang mencair hingga panorama pesisir yang kian menyusut, Tuft <strong>menangkap esensi alam sebagai entitas yang dinamis namun sangat rapuh</strong>.</p>
<p>Di balik estetika visual yang kuat, tersimpan kritik tajam mengenai ketegangan antara manusia dan alam. Foto-fotonya merekam perjalanan waktu melalui mineral dan garam, menantang persepsi audiens tentang realitas lingkungan ekstrem yang sering kali terabaikan dalam keseharian urban.</p>
<figure id="attachment_4293" aria-describedby="caption-attachment-4293" style="width: 768px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4293" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/Unbound-Adornment-II-_-Brass_Foldable-linked-structured-that-can-be-folded-into-compact-size_30x30x500cm_2004_Edition-51AP_USD18000-1.jpeg" alt="" width="768" height="512" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/Unbound-Adornment-II-_-Brass_Foldable-linked-structured-that-can-be-folded-into-compact-size_30x30x500cm_2004_Edition-51AP_USD18000-1.jpeg 768w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/Unbound-Adornment-II-_-Brass_Foldable-linked-structured-that-can-be-folded-into-compact-size_30x30x500cm_2004_Edition-51AP_USD18000-1-300x200.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /><figcaption id="caption-attachment-4293" class="wp-caption-text">Courtesy of ISA Art</figcaption></figure>
<p>Berseberangan dengan skala planet milik Tuft, Allyson Jeong <strong>mengeksplorasi hubungan organik antara tubuh manusia dan ruang melalui medium logam</strong>. Sebagai seorang seniman yang memiliki latar belakang kuat di bidang perhiasan, Jeong kini membebaskan frekuensi artistiknya dari skala tubuh menuju skala arsitektural galeri yang luas.</p>
<p>Menggunakan kuningan dan baja tahan karat, Jeong secara manual membentuk gelombang visual yang merepresentasikan aliran energi tak terlihat. Baginya, logam adalah bahasa yang merekam pertemuan antara dunia batin dan realitas eksternal. Setiap lekukan pada patungnya menjadi bukti taktil dari proses penggalian, pemurnian, dan energi kerja manusia yang diinvestasikan ke dalam material statis.</p>
<figure id="attachment_4291" aria-describedby="caption-attachment-4291" style="width: 536px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4291" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_0782-1-1-rotated.jpg" alt="" width="536" height="714" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_0782-1-1-rotated.jpg 536w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_0782-1-1-225x300.jpg 225w" sizes="auto, (max-width: 536px) 100vw, 536px" /><figcaption id="caption-attachment-4291" class="wp-caption-text">Courtesy of The Societies</figcaption></figure>
<p>Pameran ini menjadi sangat relevan dalam konteks global saat ini, di mana seni berfungsi sebagai jembatan untuk memahami isu-isu kompleks. ISA Art Gallery, sebagai penyelenggara, terus konsisten mendukung seniman perempuan dan diaspora Asia dalam menyuarakan perspektif mereka ke kancah global. “Pameran ini mengajak kita untuk menyaksikan bagaimana material menyimpan ingatan, dari jejak sentuhan manusia dalam skala mikroskopis hingga luka planet akibat perubahan iklim. Ini adalah undangan untuk mengingat dan merespons,” tulis pernyataan resmi dari galeri.</p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/ingatan-material-dan-krisis-planet-di-unbound-resonating-light/">Ingatan Material dan Krisis Planet di &#8220;UNBOUND: Resonating Light&#8221;</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sisi Kontemporer Modern Gerai Perdana COS di Indonesia</title>
		<link>https://thesocieties.id/sisi-kontemporer-modern-gerai-perdana-cos-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[The Societies Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 16:30:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fashion News]]></category>
		<category><![CDATA[#jointhesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[#thesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[celebrity]]></category>
		<category><![CDATA[COS]]></category>
		<category><![CDATA[entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[fashion]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[modern]]></category>
		<category><![CDATA[store]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thesocieties.id/?p=4277</guid>

					<description><![CDATA[<p>Label lini busana asal London yang dikenal dengan estetika modern dan desain fungsionalnya, COS, resmi menandai kehadirannya di pasar Indonesia melalui pembukaan <a href="https://thesocieties.id/sisi-kontemporer-modern-gerai-perdana-cos-di-indonesia/" class="read-more-link">[read more...]</a></p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/sisi-kontemporer-modern-gerai-perdana-cos-di-indonesia/">Sisi Kontemporer Modern Gerai Perdana COS di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Label lini busana asal London yang dikenal dengan estetika modern dan desain fungsionalnya,<strong> COS</strong>, resmi menandai kehadirannya di pasar Indonesia melalui pembukaan toko pertama di Jakarta. Terletak di lokasi strategis, ruang ritel seluas <strong>501 meter persegi</strong> ini tidak hanya menjadi destinasi mode, tetapi juga merupakan perayaan atas <em>craftsmanship</em> dan materialitas yang selama ini menjadi identitas global jenama tersebut.</p>
<p>Dirancang secara internal oleh tim spesialis interior COS, toko ini mengusung konsep keanggunan yang tenang dalam balutan desain kontemporer. Fasad eksterior yang menggunakan <em>clay lime plaster</em> memberikan kesan pertama yang organik dan kokoh, sementara bagian interior didominasi oleh palet warna netral yang berfungsi sebagai latar tenang bagi koleksi <em>ready-to-wear</em> dan aksesori terbaru.</p>
<figure id="attachment_4279" aria-describedby="caption-attachment-4279" style="width: 750px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4279" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/COS-Opening-First-Store-in-Jakarta_17-April-2026_01-1-1.jpg" alt="" width="750" height="440" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/COS-Opening-First-Store-in-Jakarta_17-April-2026_01-1-1.jpg 750w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/COS-Opening-First-Store-in-Jakarta_17-April-2026_01-1-1-300x176.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /><figcaption id="caption-attachment-4279" class="wp-caption-text">Courtesy of COS</figcaption></figure>
<p>Detail interior toko ini menunjukkan ketelitian tinggi terhadap pemilihan material berupa <strong>lantai Terrazzo</strong> dan <strong>Karpet Wol <em>Hand-tufted</em> dari Kasthall</strong> memberikan tekstur yang mewah namun bersahaja pada lantai. Elemen Berkelanjutan juga tampak melalui penggunaan rak dari material daur ulang karya <strong>Smile Plastics</strong> serta meja dari <strong>PAPER FACTOR</strong>—yang dibuat di Italia menggunakan pigmen alami bumi—menegaskan komitmen terhadap desain yang bertanggung jawab.</p>
<p>Salah satu sorotan utama dari gerai perdana ini adalah kurasi furnitur yang menegaskan apresiasi COS terhadap kriya yang tak lekang oleh waktu (<em>timeless craftsmanship</em>). Secara istimewa, COS memberikan penghormatan kepada kreativitas pengrajin Indonesia dengan menampilkan <strong>Raja Chair</strong> karya brand lokal, <strong>A Toko</strong>. Kursi yang dibuat secara <em>handmade</em> dari kayu jati dan rotan ini menjadi pusat perhatian yang megah di tengah ruang kontemporer.</p>
<figure id="attachment_4281" aria-describedby="caption-attachment-4281" style="width: 960px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4281" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-design-1.jpg" alt="" width="960" height="540" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-design-1.jpg 960w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-design-1-300x169.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-design-1-768x432.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption id="caption-attachment-4281" class="wp-caption-text">Courtesy of COS</figcaption></figure>
<p>Elemen furnitur lainnya mencakup koleksi dari desainer internasional, seperti sofa berlapis kain dari <strong>NORR11</strong>, kursi kayu birch dari <strong>Goons </strong>yang dirancang di Paris, hingga pencahayaan artistik <strong>Bon Bon</strong> <strong>karya Helle Mardahl</strong> di area <em>fitting room</em> yang memberikan sentuhan karakter yang subtil.</p>
<p>Pembukaan toko di Jakarta menjadi tonggak penting dalam strategi ekspansi berkelanjutan COS di kawasan Asia-Pasifik (APAC) yang menyusul langkah sukses mereka di China, Jepang, dan India. Sebagai pembuka, gerai ini menghadirkan koleksi<strong> Spring Summer 2026</strong> baik untuk lini busana wanita maupun pria, yang menonjolkan siluet bersih dan kualitas material premium.</p>
<p>Hadirnya COS di Jakarta tidak hanya memperkaya pilihan bagi para pecinta mode di Indonesia, tetapi juga menetapkan standar baru dalam pengalaman ritel yang memadukan seni, desain interior, dan apresiasi budaya dalam satu kesatuan yang harmonis.</p>
<figure id="attachment_4282" aria-describedby="caption-attachment-4282" style="width: 750px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4282" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/COS-Opening-First-Store-in-Jakarta_17-April-2026_04-1-1.jpg" alt="" width="750" height="525" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/COS-Opening-First-Store-in-Jakarta_17-April-2026_04-1-1.jpg 750w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/COS-Opening-First-Store-in-Jakarta_17-April-2026_04-1-1-300x210.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /><figcaption id="caption-attachment-4282" class="wp-caption-text">Courtesy of COS</figcaption></figure>
<p><strong>COS </strong><br />
Plaza Indonesia<br />
Lantai 2, Unit #062A &#8211; 069A<br />
Jl. M.H. Thamrin No. 28-30, Gondangdia,<br />
Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10350<br />
Telepon: (021) 39703591</p>
<p><strong>Jam Operasional:</strong><br />
Senin – Minggu, 10.00 – 22.00 WIB.</p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/sisi-kontemporer-modern-gerai-perdana-cos-di-indonesia/">Sisi Kontemporer Modern Gerai Perdana COS di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menelusuri Intimasi Seni di &#8220;Room Art Fair 2026&#8221;</title>
		<link>https://thesocieties.id/menelusuri-instalasi-seni-di-room-art-fair-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[The Societies Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 08:21:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Art News]]></category>
		<category><![CDATA[#jointhesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[#thesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[25hourshoteljakartatheoddbird]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[artexhibition]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[RoomArtFair]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thesocieties.id/?p=4270</guid>

					<description><![CDATA[<p>Memasuki lantai sepuluh 25hours Hotel Jakarta The Oddbird pekan ini memberikan sensasi yang berbeda dari sekadar kunjungan hotel biasa. Jika biasa para <a href="https://thesocieties.id/menelusuri-instalasi-seni-di-room-art-fair-2026/" class="read-more-link">[read more...]</a></p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/menelusuri-instalasi-seni-di-room-art-fair-2026/">Menelusuri Intimasi Seni di &#8220;Room Art Fair 2026&#8221;</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Memasuki lantai sepuluh <strong>25hours Hotel Jakarta The Oddbird</strong> pekan ini memberikan sensasi yang berbeda dari sekadar kunjungan hotel biasa. Jika biasa para tamu disambut dengan keheningan koridor yang tenang, kali ini suasana ramai dan kreatif terasa dari setiap pintu kamarnya. Dalam rangka merayakan <em><strong>World Art Day</strong></em>, hotel yang dikenal dengan karakter eksentriknya ini bertransformasi menjadi sebuah &#8220;arsip hidup&#8221; melalui perhelatan <em><strong>&#8220;Room Art Fair 2026&#8221;</strong></em>.</p>
<p>Berlangsung mulai <strong>16 hingga 19 April 2026</strong>, pameran ini mengambil alih seluruh lantai 10 hotel tersebut. Publik diundang untuk menyusuri lorong dan memasuki kamar-kamar yang telah bertransformasi menjadi ruang pameran kolektif, menawarkan pengalaman menikmati seni yang lebih personal dan atmosferik. Eksplorasi seni dimulai sejak <em><strong>The Societies</strong> </em>berjalan dari lobi melalui kurasi <em><strong>&#8220;Meet Me in the Lobby&#8221;</strong> </em>oleh<strong> Zarani Risjad</strong>, yang seolah menjadi prolog sebelum kita diantar menuju inti pameran di lantai atas. Sebanyak 13 galeri di bawah naungan <strong>Asosiasi Galeri Seni Indonesia (AGSI)</strong> menempati kamar-kamar dengan tema <strong><em>&#8220;Urban&#8221;</em></strong> dan<em> <strong>&#8220;</strong><strong>Garden&#8221;</strong></em>.</p>
<figure id="attachment_4273" aria-describedby="caption-attachment-4273" style="width: 774px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4273" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/Photo-2_Lobby-Exhibion-at-25hours-Hotel-1.jpeg" alt="" width="774" height="579" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/Photo-2_Lobby-Exhibion-at-25hours-Hotel-1.jpeg 774w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/Photo-2_Lobby-Exhibion-at-25hours-Hotel-1-300x224.jpeg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/Photo-2_Lobby-Exhibion-at-25hours-Hotel-1-768x575.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 774px) 100vw, 774px" /><figcaption id="caption-attachment-4273" class="wp-caption-text">Courtesy of 25hours Hotel Jakarta The Oddbird</figcaption></figure>
<p>Ada keunikan tersendiri saat melihat sebuah lukisan kontemporer bersanding dengan lampu meja hotel, atau instalasi patung yang ditempatkan di sudut jendela yang menghadap gedung bertingkat Jakarta. Format ini tidak hanya memamerkan karya, tetapi juga mengajak pengunjung membayangkan bagaimana seni tersebut berinteraksi dengan ruang hidup sehari-hari. Sebagaimana disampaikan oleh <strong>Maya Sujatmiko </strong>dari <strong>AGSI</strong>, pendekatan ini membuat seni terasa lebih &#8220;dekat&#8221; dan mudah diakses bagi masyarakat urban. Menurut Maya, format pameran di dalam kamar hotel merupakan langkah strategis untuk membawa seni lebih dekat ke publik melalui cara interaksi yang lebih organik.</p>
<p><strong>Wibi Hananto</strong>, <strong><em>Assistant Director of Marketing Communications</em> 25hours Hotel Jakarta The Oddbird</strong>, menyatakan bahwa hotel kini berfungsi sebagai wadah kolaborasi yang inklusif. &#8220;Room Art Fair menjadi cara kami membuka ruang kolaborasi, menghadirkan seni lebih dekat ke dalam keseharian, sekaligus merayakan World Art Day dengan pendekatan yang relevan bagi kehidupan masyarakat kota saat ini,&#8221; ungkap Wibi.</p>
<figure id="attachment_4272" aria-describedby="caption-attachment-4272" style="width: 540px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4272" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/25h_Oddbird_Room-Art-Fair-1.jpg" alt="" width="540" height="960" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/25h_Oddbird_Room-Art-Fair-1.jpg 540w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/04/25h_Oddbird_Room-Art-Fair-1-169x300.jpg 169w" sizes="auto, (max-width: 540px) 100vw, 540px" /><figcaption id="caption-attachment-4272" class="wp-caption-text">Courtesy of 25hours Hotel Jakarta The Oddbird</figcaption></figure>
<p>Lebih dari sekadar pameran rupa, &#8220;Room Art Fair 2026&#8221; menjadi simbol pertemuan antara gaya hidup modern dan pelestarian nilai kreatif. Dengan mengubah kamar hotel—yang secara fungsional merupakan ruang paling personal—menjadi ruang galeri publik, pameran ini berhasil menciptakan kemungkinan baru dalam cara kita mengonsumsi dan menghargai seni kontemporer.</p>
<p>Inisiatif ini turut mendapatkan dukungan penuh dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan sejalan dengan visi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk menghubungkan sektor perhotelan dengan industri kreatif melalui pendekatan yang relevan bagi gaya hidup urban saat ini. Acara &#8220;Room Art Fair 2026&#8221; berlangsung hingga 19 April 2026 di 25hours Hotel Jakarta The Oddbird dan terbuka untuk publik tanpa biaya.</p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/menelusuri-instalasi-seni-di-room-art-fair-2026/">Menelusuri Intimasi Seni di &#8220;Room Art Fair 2026&#8221;</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Padel Berkebaya&#8221; : Menghidupkan Budaya dalam Gaya Hidup Aktif Generasi Muda</title>
		<link>https://thesocieties.id/padel-berkebaya-menghidupkan-budaya-dalam-gaya-hidup-aktif-generasi-muda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[The Societies Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 10:47:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Events & Societies]]></category>
		<category><![CDATA[#jointhesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[#thesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[celebrity]]></category>
		<category><![CDATA[culture]]></category>
		<category><![CDATA[entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[indonesiakaya]]></category>
		<category><![CDATA[kebaya]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[PadelBerkebaya]]></category>
		<category><![CDATA[sport]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thesocieties.id/?p=4023</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kebaya kembali menunjukkan identitasnya sebagai simbol warisan budaya yang adaptif dan melintasi zaman. Melalui gerakan &#8220;Kita Berkebaya&#8221;, Indonesia Kaya menggelar acara bertajuk <a href="https://thesocieties.id/padel-berkebaya-menghidupkan-budaya-dalam-gaya-hidup-aktif-generasi-muda/" class="read-more-link">[read more...]</a></p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/padel-berkebaya-menghidupkan-budaya-dalam-gaya-hidup-aktif-generasi-muda/">&#8220;Padel Berkebaya&#8221; : Menghidupkan Budaya dalam Gaya Hidup Aktif Generasi Muda</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kebaya kembali menunjukkan identitasnya sebagai simbol warisan budaya yang adaptif dan melintasi zaman. Melalui gerakan <em><strong>&#8220;Kita Berkebaya&#8221;</strong></em>, <strong>Indonesia Kaya</strong> menggelar acara bertajuk <em><strong>&#8220;Padel Berkebaya&#8221;</strong> </em>di <strong>Bounce Social Club</strong>, Jakarta. Kegiatan unik ini mempertemukan keanggunan busana tradisional Indonesia dengan energi olahraga padel yang tengah digandrungi masyarakat urban, sekaligus mematahkan stigma bahwa kebaya hanya diperuntukkan bagi acara formal.</p>
<p>Inisiatif &#8220;Padel Berkebaya&#8221; sendiri merupakan kelanjutan dari komitmen Indonesia Kaya dalam melestarikan kebaya sebagai warisan budaya takbenda. Tidak hanya melihat kebaya sebagai simbol nostalgia, gerakan ini mengajak perempuan generasi muda untuk <strong>menjadikan kebaya sebagai bagian dari gaya hidup aktif, ekspresi diri, dan identitas yang relevan dengan rutinitas masa kini</strong>.</p>
<figure id="attachment_4025" aria-describedby="caption-attachment-4025" style="width: 918px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4025" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/02/ki-ka-Ola-Harika-Ririn-Ekawati-Renitasari-Adrian-Anastasia-Siantar-Noi-Aswari-1-1.jpg" alt="" width="918" height="612" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/02/ki-ka-Ola-Harika-Ririn-Ekawati-Renitasari-Adrian-Anastasia-Siantar-Noi-Aswari-1-1.jpg 918w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/02/ki-ka-Ola-Harika-Ririn-Ekawati-Renitasari-Adrian-Anastasia-Siantar-Noi-Aswari-1-1-300x200.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/02/ki-ka-Ola-Harika-Ririn-Ekawati-Renitasari-Adrian-Anastasia-Siantar-Noi-Aswari-1-1-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 918px) 100vw, 918px" /><figcaption id="caption-attachment-4025" class="wp-caption-text">Courtesy of Indonesia Kaya</figcaption></figure>
<p><strong>Renitasari Adrian</strong> selaku<strong> Program Director Indonesia Kaya</strong>, menegaskan bahwa membawa kebaya ke ruang olahraga adalah langkah strategis untuk mendekatkan budaya kepada anak muda. “Kami ingin menunjukkan bahwa kebaya bisa hadir di ruang-ruang yang dekat dengan kehidupan generasi muda, termasuk dalam aktivitas yang aktif dan menyenangkan. Ketika kebaya semakin sering digunakan, ekosistem ekonomi kreatif—mulai dari perajin hingga UMKM—pun akan ikut bergerak dan memberikan manfaat luas,” ujarnya.</p>
<p>Tidak hanya menjadi ajang pamer busana, acara ini turut menjadi ruang interaksi sosial yang inklusif. &#8220;Padel Berkebaya&#8221; dimeriahkan oleh sejumlah figur publik yang dikenal dengan gaya hidup aktifnya, seperti <strong>Ririn Ekawati</strong>, <strong>Anastasia Siantar</strong>, <strong>Ola Harika</strong>, <strong>Noi Aswari</strong>, hingga <strong>Kushandari Arfanidewi</strong>.</p>
<figure id="attachment_4026" aria-describedby="caption-attachment-4026" style="width: 950px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4026" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/02/Padel-Berkebaya-2-1.jpg" alt="" width="950" height="634" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/02/Padel-Berkebaya-2-1.jpg 950w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/02/Padel-Berkebaya-2-1-300x200.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/02/Padel-Berkebaya-2-1-768x513.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 950px) 100vw, 950px" /><figcaption id="caption-attachment-4026" class="wp-caption-text">Courtesy of Indonesia Kaya</figcaption></figure>
<p>Bagi peserta yang baru mengenal olahraga ini, tersedia sesi <strong><em>&#8220;coaching clinic&#8221;</em> </strong>untuk memperkenalkan dasar-dasar bermain padel. Hal ini memastikan bahwa semangat kebersamaan tetap terjaga tanpa batasan kemampuan olahraga. Ririn Ekawati mengungkapkan kekagumannya terhadap fleksibilitas kebaya di lapangan. “Ternyata kebaya bisa tampil <em>sporty</em>, nyaman, dan tetap cantik. Ini pesan indah untuk generasi muda: <strong>kita bisa mencintai budaya dengan cara kita sendiri tanpa harus kehilangan gaya dan karakter</strong>,” ungkap sang aktris.</p>
<p>&#8220;Padel Berkebaya&#8221; turut menyuguhkan pengalaman holistik bagi para pengunjung. Selain kegiatan olahraga, acara ini menghadirkan beragam aktivitas seperti <strong>&#8220;Pasar Kebaya&#8221;</strong> yang menjadi ruang bagi <strong>UMKM</strong> untuk memasarkan kebaya dan perlengkapan pendukung lainnya serta hiburan musik berupa penampilan dari <strong>DJ Ninda</strong> dan <strong>DJ Neysa</strong> yang menciptakan atmosfer yang modern. Kehadiran musik kontemporer, olahraga, dan busana tradisional dalam satu ruang yang sama menjadi simbol kuat bagaimana budaya lokal dapat terus tumbuh dan bernafas di tengah keseharian masyarakat modern.</p>
<figure id="attachment_4027" aria-describedby="caption-attachment-4027" style="width: 572px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4027" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/02/ki-ka-Titi-Kamal-Renitasari-Adrian-Ririn-Ekawati-1-1.jpg" alt="" width="572" height="858" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/02/ki-ka-Titi-Kamal-Renitasari-Adrian-Ririn-Ekawati-1-1.jpg 572w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/02/ki-ka-Titi-Kamal-Renitasari-Adrian-Ririn-Ekawati-1-1-200x300.jpg 200w" sizes="auto, (max-width: 572px) 100vw, 572px" /><figcaption id="caption-attachment-4027" class="wp-caption-text">Courtesy of Indonesia Kaya</figcaption></figure>
<p>Melalui &#8220;Padel Berkebaya&#8221;, Indonesia Kaya berharap dapat <strong>menginspirasi lebih banyak perempuan untuk merasa bangga dan percaya diri mengenakan kebaya dalam berbagai kesempatan</strong>. Karena pada akhirnya, budaya akan benar-benar hidup ketika ia dijalani dan digerakkan oleh masyarakatnya.</p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/padel-berkebaya-menghidupkan-budaya-dalam-gaya-hidup-aktif-generasi-muda/">&#8220;Padel Berkebaya&#8221; : Menghidupkan Budaya dalam Gaya Hidup Aktif Generasi Muda</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Saujana&#8221;: Dialog Budaya dalam Kampanye Tentrem Rona Jawi</title>
		<link>https://thesocieties.id/saujana-dialog-budaya-dalam-kampanye-tentrem-rona-jawi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[The Societies Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 15:47:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Art News]]></category>
		<category><![CDATA[#jointhesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[#thesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[DGallerie]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[HotelTentremJakarta]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[PutuWinata]]></category>
		<category><![CDATA[Saujana]]></category>
		<category><![CDATA[TentremRonaJawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thesocieties.id/?p=3946</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hotel Tentrem Jakarta meluncurkan kolaborasi seni rupa perdana sebagai bagian dari kampanye budaya bertajuk &#8220;Tentrem Rona Jawi&#8221;. Inisiatif kreatif ini mempertemukan Hotel <a href="https://thesocieties.id/saujana-dialog-budaya-dalam-kampanye-tentrem-rona-jawi/" class="read-more-link">[read more...]</a></p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/saujana-dialog-budaya-dalam-kampanye-tentrem-rona-jawi/">&#8220;Saujana&#8221;: Dialog Budaya dalam Kampanye Tentrem Rona Jawi</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hotel Tentrem Jakarta</strong> meluncurkan kolaborasi seni rupa perdana sebagai bagian dari kampanye budaya bertajuk <em><strong>&#8220;Tentrem Rona Jawi&#8221;</strong></em>. Inisiatif kreatif ini mempertemukan Hotel Tentrem Jakarta dengan <strong>D’Gallerie</strong> selaku mitra kuratorial dan seniman asal Bali, <strong>Putu Winata</strong>, dalam sebuah pameran seni bertajuk “Saujana”.</p>
<p>Di Pameran <em><strong>&#8220;Saujana&#8221;</strong></em> kali ini, sepuluh karya seni pilihan hasil kurasi khusus dari Putu Winata menghadirkan eksplorasi lanskap batin. Secara filosofis, Saujana sendiri bermakna <strong>rekaman perjalanan seseorang dalam mencari titik keseimbangan serta proses belajar menjalani kehidupan dengan ketulusan</strong>.</p>
<figure id="attachment_3949" aria-describedby="caption-attachment-3949" style="width: 864px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3949" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/01/RGS04395-1-1-1.jpg" alt="" width="864" height="576" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/01/RGS04395-1-1-1.jpg 864w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/01/RGS04395-1-1-1-300x200.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/01/RGS04395-1-1-1-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 864px) 100vw, 864px" /><figcaption id="caption-attachment-3949" class="wp-caption-text">Courtesy of Hotel Tentrem Jakarta</figcaption></figure>
<p>Melalui pendekatan<strong> visual yang reflektif</strong>, beragam karya Putu Winata merepresentasikan hamparan pandang dan lanskap batin yang kuat. Audiens diajak untuk merenungkan kembali keindahan serta keagungan alam dan  menempatkannya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari eksistensi manusia.</p>
<p>Mengangkat budaya sebagai inspirasi yang hidup, kolaborasi ini lahir dari keyakinan bahwa <strong>budaya Indonesia tidak seharusnya hanya menjadi memori masa lalu</strong>, melainkan <strong>nilai yang terus dihidupkan dan dirasakan relevansinya</strong> dalam konteks masa kini. Seni rupa kontemporer dalam hal ini berperan sebagai jembatan yang menghubungkan tradisi dengan pengalaman personal yang lebih bermakna.</p>
<figure id="attachment_3950" aria-describedby="caption-attachment-3950" style="width: 864px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3950" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/01/RGS04588-1-1.jpg" alt="" width="864" height="576" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/01/RGS04588-1-1.jpg 864w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/01/RGS04588-1-1-300x200.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/01/RGS04588-1-1-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 864px) 100vw, 864px" /><figcaption id="caption-attachment-3950" class="wp-caption-text">Courtesy of Hotel Tentrem Jakarta</figcaption></figure>
<p>“Kami ingin mengajak setiap tamu untuk benar-benar merasakan budaya Indonesia, tidak hanya sebagai sesuatu yang dilihat, tetapi sebagai pengalaman yang bisa direnungkan secara personal. Kolaborasi melalui pameran Saujana adalah cara kami menghadirkan seni sebagai bagian dari perjalanan budaya yang hangat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari,” terang <strong>Candra Kusuma selaku Director of Sales &amp; Marketing Hotel Tentrem Jakarta</strong>.</p>
<p>Pameran seni Saujana akan dipresentasikan di area publik Hotel Tentrem Jakarta, menyatu dengan ruang dan atmosfer hotel untuk menciptakan pengalaman budaya yang imersif mulai dari <strong>17 Januari (pembukaan resmi) hingga 17 Maret 2026</strong>. Sesi <em>art workshop</em> eksklusif bersama Putu Winata telah sukses diselenggarakan pada Minggu (18/1). Sesi khusus ini memberikan kesempatan bagi publik untuk berinteraksi langsung dengan proses kreatif sang seniman.</p>
<figure id="attachment_3951" aria-describedby="caption-attachment-3951" style="width: 620px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3951" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/01/18-January-Putu-Winata-with-His-Painting-_Tentrem_-1.jpg" alt="" width="620" height="929" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/01/18-January-Putu-Winata-with-His-Painting-_Tentrem_-1.jpg 620w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2026/01/18-January-Putu-Winata-with-His-Painting-_Tentrem_-1-200x300.jpg 200w" sizes="auto, (max-width: 620px) 100vw, 620px" /><figcaption id="caption-attachment-3951" class="wp-caption-text">Courtesy of Hotel Tentrem Jakarta</figcaption></figure>
<p>Melalui sinergi antara <strong>Hotel Tentrem Jakarta</strong>, <strong>D’Gallerie</strong>, dan <strong>Putu Winata</strong>, kampanye<em><strong> &#8220;Tentrem Rona Jawi&#8221;</strong> </em>menegaskan komitmennya untuk memposisikan Indonesia bukan sekadar sebagai latar belakang, melainkan sebagai<strong> sumber inspirasi yang terus bergerak, berdialog, dan berkembang seiring perkembangan zaman</strong>.</p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/saujana-dialog-budaya-dalam-kampanye-tentrem-rona-jawi/">&#8220;Saujana&#8221;: Dialog Budaya dalam Kampanye Tentrem Rona Jawi</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Lupa Daratan&#8221;: Pencarian Jati Diri di Tengah Tawa</title>
		<link>https://thesocieties.id/lupa-daratan-pencarian-jati-diri-di-tengah-tawa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[The Societies Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 16:42:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Movies & Cultures]]></category>
		<category><![CDATA[#jointhesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[#netflix]]></category>
		<category><![CDATA[#netflixindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#thesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[celebrity]]></category>
		<category><![CDATA[entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[ErnestPrakasa]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[Imajinari]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[LupaDaratan]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>
		<category><![CDATA[SiPalingAktor]]></category>
		<category><![CDATA[streaming]]></category>
		<category><![CDATA[VinoAgustian]]></category>
		<category><![CDATA[VinoGBastian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thesocieties.id/?p=3897</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa jadinya jika seorang aktor ternama lupa akan kemampuan beraktingnya? Itulah premis yang diangkat oleh Ernest Prakasa, sang sutradara dari film &#8220;Lupa <a href="https://thesocieties.id/lupa-daratan-pencarian-jati-diri-di-tengah-tawa/" class="read-more-link">[read more...]</a></p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/lupa-daratan-pencarian-jati-diri-di-tengah-tawa/">&#8220;Lupa Daratan&#8221;: Pencarian Jati Diri di Tengah Tawa</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Apa jadinya jika seorang aktor ternama lupa akan kemampuan beraktingnya? Itulah premis yang diangkat oleh <strong>Ernest Prakasa</strong>, sang sutradara dari film <em><strong>&#8220;Lupa Daratan&#8221;</strong></em>. Film ber<em>genre</em> drama komedi ini menceritakan tentang aktor egosentris bernama <strong>Vino Agustian (Vino G. Bastian)</strong> yang kehilangan kemampuan aktingnya tepat saat Ia hampir mendapatkan peran utama dalam film biografi tentang sosok penting di Indonesia.</p>
<p>Tayang pada 11 Desember 2025, &#8220;Lupa Daratan&#8221; turut dibintangi deretan aktor dan aktris ternama seperti Dea Panendra, Agus Kuncoro, dan Emil Kusumo. Film ini menandai kolaborasi perdana antara Ernest Prakasa dengan aktor Vino G. Bastian, sekaligus kerja sama pertama <strong>Netflix</strong> dengan <strong>Imajinari</strong> &#8211; rumah produksi yang telah merilis berbagai film Indonesia populer seperti <em><strong>&#8220;Agak Laen&#8221;, &#8220;Ngeri-Ngeri Sedap&#8221;, &#8220;Jatuh Cinta Seperti di Film-Film&#8221;</strong></em>, dan <em><strong>&#8220;Tinggal Meninggal&#8221;</strong></em>. Di film Lupa Daratan, Ernest Prakasa menduduki kursi sutradara dan penulis naskah.</p>
<figure id="attachment_3900" aria-describedby="caption-attachment-3900" style="width: 520px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3900" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/12/Vino-G.-Bastian-1-1.jpg" alt="" width="520" height="780" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/12/Vino-G.-Bastian-1-1.jpg 520w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/12/Vino-G.-Bastian-1-1-200x300.jpg 200w" sizes="auto, (max-width: 520px) 100vw, 520px" /><figcaption id="caption-attachment-3900" class="wp-caption-text">Courtesy of Netflix Indonesia</figcaption></figure>
<p>Dalam konferensi pers, Ernest Prakasa berbagi cerita mengenai visinya menciptakan kisah ini, berawal dari ide yang cukup ringan dan menggelitik. &#8220;Premisnya muncul dari ide apa yang terjadi ketika aktor sedang menyiapkan proyek besar dan kemampuannya justru hilang. Dari situ mulai dipikirkan kemampuannya hilang karena apa dan muncul konsep <em>brotherhood</em>,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sebagai aktor utama, Vino G. Bastian mengungkapkan bahwa saat pertama kali ia membaca skenario film ini rasanya seperti berada dalam dunia film yang sehari-hari ia jalani. &#8220;Kurang lebih sama, yaitu mengurus jadwal dengan manajer, bertemu penggemar, atau berbincang dengan orang-orang film. Bedanya, karakter Vino Agustian ini merasa terlalu bangga dengan pencapaian dia sendiri dan apa yang dia capai itu adalah jerih payahnya sendiri,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Di <em>premiere</em> film yang berlangsung pada <strong>10 Desember 2025</strong> di <strong>Cinépolis, Senayan Park (SPARK)</strong>, acara ini dihadiri oleh para kreator serta pemerannya, maupun para pelaku industri film Indonesia seperti <strong>Arie Kriting, Kristo Immanuel, Bene Dion, Muhadkly Acho, Ardit Erwandha</strong>, maupun penulis ternama, <strong>Dee Lestari</strong>.</p>
<figure id="attachment_3901" aria-describedby="caption-attachment-3901" style="width: 780px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3901" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/12/Lupa-Daratan-7-1-1.jpg" alt="" width="780" height="520" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/12/Lupa-Daratan-7-1-1.jpg 780w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/12/Lupa-Daratan-7-1-1-300x200.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/12/Lupa-Daratan-7-1-1-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 780px) 100vw, 780px" /><figcaption id="caption-attachment-3901" class="wp-caption-text">Courtesy of Netflix Indonesia</figcaption></figure>
<p>Selain pemutaran film secara perdana di Jakarta, acara <em>premiere</em> yang juga dihadiri oleh para penggemar ini disajikan dengan kemasan yang berbeda melalui kehadiran <strong>sejumlah orang yang mirip dengan karakter utama (Vino Agustian)</strong>. Acara bertambah meriah dengan adanya sesi penghargaan yang terinspirasi dari adegan di &#8220;Lupa Daratan&#8221;, berupa tiga penghargaan yang diberikan kepada tiga undangan yang beruntung dalam kategori <em><strong>&#8220;Si Paling Necis&#8221;</strong></em>, <em><strong>&#8220;Si Paling Senyum Manis&#8221;</strong></em>, dan <em><strong>&#8220;Si Paling Nungguin Lupa Daratan&#8221;</strong></em>.</p>
<p>Sebagai salah satu film yang paling dinantikan tahun ini, &#8220;Lupa Daratan&#8221; membawa penonton masuk ke balik glamornya dunia film sekaligus menyajikan sentuhan drama yang mengharukan. Film ini juga menghadirkan penampilan spesial dari <strong>Lukman Sardi, Sheila Dara Aisha, Kristo Immanuel, Arie Kriting, Ardit Erwandha, Indra Jegel, Morgan Oey</strong>, dan banyak <em>cameo</em> lainnya.</p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/lupa-daratan-pencarian-jati-diri-di-tengah-tawa/">&#8220;Lupa Daratan&#8221;: Pencarian Jati Diri di Tengah Tawa</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Visit Saudi Travel Fair 2025 Hadirkan Daya Tarik Bagi Wisatawan Indonesia</title>
		<link>https://thesocieties.id/visit-saudi-travel-fair-2025-hadirkan-daya-tarik-bagi-wisatawan-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[The Societies Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 08:53:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Events & Societies]]></category>
		<category><![CDATA[#jointhesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[#thesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[culture]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[middleeast]]></category>
		<category><![CDATA[retreat]]></category>
		<category><![CDATA[SaudiTourismAuthorithy]]></category>
		<category><![CDATA[Tasheervisa]]></category>
		<category><![CDATA[trade]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>
		<category><![CDATA[travelfair]]></category>
		<category><![CDATA[VisitSaudi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thesocieties.id/?p=3782</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Visit Saudi Travel Fair 2025&#8221; yang diselenggarakan oleh Saudi Tourism Authority (STA) berlangsung sukses selama lima hari penyelenggaraannya di Gandaria City Mall. <a href="https://thesocieties.id/visit-saudi-travel-fair-2025-hadirkan-daya-tarik-bagi-wisatawan-indonesia/" class="read-more-link">[read more...]</a></p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/visit-saudi-travel-fair-2025-hadirkan-daya-tarik-bagi-wisatawan-indonesia/">Visit Saudi Travel Fair 2025 Hadirkan Daya Tarik Bagi Wisatawan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>&#8220;Visit Saudi Travel Fair 2025&#8221;</strong> yang diselenggarakan oleh<strong> Saudi Tourism Authority (STA)</strong> berlangsung sukses selama lima hari penyelenggaraannya di <strong>Gandaria City Mall</strong>. Diselenggarakan dari tanggal 12–16 November 2025, pameran ini berhasil menarik<strong> hampir 18.000 pengunjung</strong> &#8211; mencatat tingkat kunjungan dan keterlibatan yang memecahkan rekor dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p>Mengusung tema <em><strong>“Discover the Soul of Arabia”</strong></em>, eksibisi ini mengajak masyarakat Indonesia untuk menjelajahi budaya, keramahan, dan pengalaman wisata Saudi secara autentik. Keberhasilan pameran ini sekaligus menegaskan <strong>semakin besarnya daya tarik Saudi di mata wisatawan Indonesia</strong>, yang juga merupakan salah satu pasar turisme terpentingnya.</p>
<figure id="attachment_3784" aria-describedby="caption-attachment-3784" style="width: 990px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3784" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/Lanskap-Al-Ula-melatari-Visit-Saudi-Travel-Fair-2025-1-1.jpg" alt="" width="990" height="660" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/Lanskap-Al-Ula-melatari-Visit-Saudi-Travel-Fair-2025-1-1.jpg 990w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/Lanskap-Al-Ula-melatari-Visit-Saudi-Travel-Fair-2025-1-1-300x200.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/Lanskap-Al-Ula-melatari-Visit-Saudi-Travel-Fair-2025-1-1-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 990px) 100vw, 990px" /><figcaption id="caption-attachment-3784" class="wp-caption-text">Courtesy of Saudi Tourism Authority</figcaption></figure>
<p>Di acara ini, para pengunjung tampak antusias mengeksplorasi<strong> 18 exhibitor dari mitra travel dan <em>trade</em></strong> serta beragam penawaran perjalanan eksklusif. Kemeriahan pameran didukung oleh berbagai pertunjukan budaya imersif yang mengubah suasana mal menjadi sebuah perayaan warisan dan energi Saudi yang modern. Sorotan acara utama mencakup Tarian Ardah, pengalaman budaya interaktif seperti <strong>sesi kaligrafi khas Saudi</strong> dan <strong>musik</strong> <em><strong>oud</strong></em> yang memberikan pengalaman budaya interaktif serta eksplorasi cita rasa autentik melalui <strong>sajian kopi khas Saudi yang aromatik dan kurma manis</strong> turut menjadi suguhan favorit pengunjung, didampingi layanan dukungan visa turis di tempat oleh<strong> Tasheer Visa</strong>.</p>
<p>Ajang ini juga mencatat minat komersial yang kuat, di mana para mitra melaporkan lonjakan minat perjalanan dan pemesanan paket wisata ke destinasi non-religius seperti <strong>AlUla, Jeddah, </strong>dan <strong>Riyadh</strong>. Berbagai promosi dari <strong>Saudia Airlines, Garuda Indonesia, </strong>dan<strong> BSI</strong> turut mendorong peningkatan pemesanan, mencerminkan antusiasme yang terus tumbuh dari wisatawan Indonesia untuk menjelajahi Saudi lebih jauh dari perjalanan Umrah yang bersifat tradisional.</p>
<figure id="attachment_3785" aria-describedby="caption-attachment-3785" style="width: 684px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3785" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/Musik-Oud-ditampilkan-di-Visit-Saudi-Travel-Fair-1-1.jpg" alt="" width="684" height="456" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/Musik-Oud-ditampilkan-di-Visit-Saudi-Travel-Fair-1-1.jpg 684w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/Musik-Oud-ditampilkan-di-Visit-Saudi-Travel-Fair-1-1-300x200.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 684px) 100vw, 684px" /><figcaption id="caption-attachment-3785" class="wp-caption-text">Courtesy of Saudi Tourism Authority</figcaption></figure>
<p>Selain promosi pariwisata, kalender <strong>&#8220;UNREAL Calendar&#8221;</strong> dari Saudi, yang menampilkan rangkaian acara olahraga, budaya, dan hiburan kelas dunia sepanjang tahun yang terdiri dari <strong>Formula 1 STC Saudi Arabia Grand Prix, WTA Finals di Riyadh</strong>, dan <strong>festival musik MDLBEAST Soundstorm</strong>—juga menarik perhatian besar.</p>
<p>Konektivitas antara kedua negara terus berkembang dan perjalanan ke Saudi kini semakin mudah. Hal ini didukung oleh <strong>penerbangan langsung dari sembilan kota besar di Indonesia (termasuk Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bali)</strong> yang dioperasikan oleh <strong>Saudia Airlines, Garuda Indonesia, </strong>dan<strong> Lion Air</strong>, serta kemudahan <strong>eVisa </strong>dan<strong> Visa on Arrival</strong>.</p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/visit-saudi-travel-fair-2025-hadirkan-daya-tarik-bagi-wisatawan-indonesia/">Visit Saudi Travel Fair 2025 Hadirkan Daya Tarik Bagi Wisatawan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dunia Sastra, Musik, dan Teater dalam &#8220;Musikal Perahu Kertas&#8221;</title>
		<link>https://thesocieties.id/dunia-sastra-musik-dan-teater-dalam-musikal-perahu-kertas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[The Societies Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 02:30:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Art News]]></category>
		<category><![CDATA[#jointhesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[#thesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[DeeLestari]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[indonesiakaya]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[musikal]]></category>
		<category><![CDATA[MusikalPerahuKertas]]></category>
		<category><![CDATA[PerahuKertas]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[teater]]></category>
		<category><![CDATA[TrinityOptima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thesocieties.id/?p=3774</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berkolaborasi dengan Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST) dan Indonesia Kaya, Trinity Entertainment Network mempersembahkan &#8220;Musikal Perahu Kertas&#8221; &#8211; sebuah pertunjukan panggung yang <a href="https://thesocieties.id/dunia-sastra-musik-dan-teater-dalam-musikal-perahu-kertas/" class="read-more-link">[read more...]</a></p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/dunia-sastra-musik-dan-teater-dalam-musikal-perahu-kertas/">Dunia Sastra, Musik, dan Teater dalam &#8220;Musikal Perahu Kertas&#8221;</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berkolaborasi dengan <strong>Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST)</strong> dan<strong> Indonesia Kaya</strong>, <strong>Trinity Entertainment Network</strong> mempersembahkan <strong>&#8220;Musikal Perahu Kertas&#8221;</strong> &#8211; sebuah pertunjukan panggung yang diadaptasi dari novel legendaris karya penulis ternama, <strong>Dee Lestari</strong> yang dijadwalkan tayang dengan total 21 pertunjukan &#8211; mulai <strong>30 Januari hingga 15 Februari 2026 </strong>di<strong> Ciputra Artpreneur, Jakarta</strong>.</p>
<p>Mengangkat tema <em><strong>&#8220;Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi&#8221;</strong></em>, karya ini menandai debut pertama Trinity Entertainment Network di panggung musikal. “Setelah sukses dengan lagu Perahu Kertas sebagai salah satu karya paling populer dari label kami, menghadirkan Musikal Perahu Kertas merupakan wujud nyata dari mimpi kami dalam memperluas cakrawala kreatif dan membawa musik kami hidup di atas panggung,”<strong> ujar</strong> <strong>Yonathan Nugroho, CEO Trinity Entertainment Network</strong>.</p>
<figure id="attachment_3777" aria-describedby="caption-attachment-3777" style="width: 960px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3777" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/Konferensi-Pers-Musikal-Perahu-Kertas-3-1.jpg" alt="" width="960" height="640" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/Konferensi-Pers-Musikal-Perahu-Kertas-3-1.jpg 960w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/Konferensi-Pers-Musikal-Perahu-Kertas-3-1-300x200.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/Konferensi-Pers-Musikal-Perahu-Kertas-3-1-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption id="caption-attachment-3777" class="wp-caption-text">Courtesy of Musikal Perahu Kertas</figcaption></figure>
<p>Mengangkat cerita yang dekat dengan hati banyak orang &#8211; tentang cinta, mimpi, dan keberanian menjadi diri sendiri,  karya ini menjadi tonggak penting bagi Dee Lestari yang untuk pertama kalinya melihat salah satu karyanya diadaptasi ke bentuk musikal.  “Kisah ini pertama kali saya tulis di bangku kuliah pada tahun 1996 dan baru diterbitkan 12 tahun kemudian. Setelah menjadi film, kini saya mewujudkan mimpi untuk melihatnya hadir di panggung musikal. Saya berharap versi musikal ini dapat menyentuh lebih banyak hati dan mengajak penonton untuk berani hidupkan lagi mimpi-mimpi mereka,” <strong>ujar Dee Lestari</strong>.</p>
<p>&#8220;Musikal Perahu Kertas&#8221; sendiri  merupakan pementasan kolaborasi yang mempertemukan dunia musik, sastra, dan teater dalam satu pengalaman yang penuh emosi. Kesuksesan produksi ini tak lepas dari tangan para produser, yaitu Billy Gamaliel, Eunike Elisaveta, dan Chriskevin Adefrid.</p>
<p>“Kami berharap Musikal Perahu Kertas akan menjadi pengalaman pertunjukan yang istimewa, bukan hanya karena ceritanya yang legendaris, tapi karena semangat kolaboratif yang menghidupkan lagi mimpi bahwa seni pertunjukan panjang (long run) Indonesia akan kembali hadir untuk disaksikan dan dinikmati oleh masyarakat,” <strong>ujar Billy Gamaliel, Program Manager Indonesia Kaya sekaligus Produser pertunjukan</strong>.</p>
<figure id="attachment_3778" aria-describedby="caption-attachment-3778" style="width: 960px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3778" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/Konferensi-Pers-Musikal-Perahu-Kertas-2-1.jpg" alt="" width="960" height="640" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/Konferensi-Pers-Musikal-Perahu-Kertas-2-1.jpg 960w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/Konferensi-Pers-Musikal-Perahu-Kertas-2-1-300x200.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/Konferensi-Pers-Musikal-Perahu-Kertas-2-1-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption id="caption-attachment-3778" class="wp-caption-text">Courtesy of Musikal Perahu Kertas</figcaption></figure>
<p>Menampilkan perjalanan tentang pencarian jati diri, penerimaan, kehilangan, dan keberanian untuk menghidupkan lagi mimpi-mimpi melalui kisah <strong>Kugy dan Keenan</strong>, musikal ini menceritakan bagaimana kedua tokoh tersebut bertemu di persimpangan hidup di mana Kugy menciptakan dongeng sebagai zona nyaman, sementara Keenan, sang pelukis jenius, berjuang mencari ekspresi diri di bawah ekspektasi sang ayah.</p>
<p>“Cerita pertunjukan ini kami adaptasi sepenuhnya dari novel Perahu Kertas. Di atas panggung, penonton akan diajak melihat bagaimana cinta, keluarga, sahabat, dan mimpi terjalin erat dalam perjalanan hidup yang selalu menemukan arah kembali,” <strong>ungkap Widya Arifianti, Penulis Naskah Musikal Perahu Kertas</strong>.</p>
<p><strong>Venytha Yoshiantini</strong>, Sutradara sekaligus Koreografer Musikal Perahu Kertas, akan menghadirkan perjalanan Kugy dan Keenan dalam gerak yang memperkuat gelombang emosi batin mereka. Dari sisi musikal, pertunjukan diperkaya oleh duo komposer ternama, <strong>Ifa Fachir </strong>dan<strong> Simhala Avadana</strong>, yang berkolaborasi menciptakan musik orisinil dengan semangat khas Perahu Kertas.</p>
<figure id="attachment_3775" aria-describedby="caption-attachment-3775" style="width: 960px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3775" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/Konferensi-Pers-Musikal-Perahu-Kertas-4-1.jpg" alt="" width="960" height="640" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/Konferensi-Pers-Musikal-Perahu-Kertas-4-1.jpg 960w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/Konferensi-Pers-Musikal-Perahu-Kertas-4-1-300x200.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/Konferensi-Pers-Musikal-Perahu-Kertas-4-1-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption id="caption-attachment-3775" class="wp-caption-text">Courtesy of Musikal Perahu Kertas</figcaption></figure>
<p>Lagu utama yang dipopulerkan oleh <strong>Maudy Ayunda</strong> akan menjadi pengikat emosional. Karya-karya populer Trinity Entertainment Network lainnya, seperti <strong>&#8220;Milyaran Manusia&#8221;</strong>, <strong>&#8220;Dua Manusia&#8221;</strong>, &#8220;<strong>Tahu Diri&#8221;</strong>, dan <strong>&#8220;Langit Amat Indah&#8221;</strong> akan diperkaya dengan komposisi baru di bawah arahan musik dari <strong>Nathania Karina</strong> dan<strong> Ivan Tangkulung </strong>sebagai Penata Musik.</p>
<p>Penjualan tiket Musikal Perahu Kertas untuk umum dibuka mulai <strong>19 November 2025</strong> pukul <strong>12 siang</strong> melalui laman resmi penjualan tiket, dengan harga <em>pre-sale</em> mulai dari <strong>Rp 209.000</strong>.</p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/dunia-sastra-musik-dan-teater-dalam-musikal-perahu-kertas/">Dunia Sastra, Musik, dan Teater dalam &#8220;Musikal Perahu Kertas&#8221;</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UNIQLO Hadirkan Sentuhan Emosional dan Kehangatan dalam Koleksi &#8220;KAWS WINTER&#8221;</title>
		<link>https://thesocieties.id/uniqlo-hadirkan-sentuhan-emosional-dan-kehangatan-dalam-koleksi-kaws-winter/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adelia Ayu]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2025 15:36:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fashion News]]></category>
		<category><![CDATA[#jointhesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[#thesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[fashion]]></category>
		<category><![CDATA[KAWS]]></category>
		<category><![CDATA[KAWSWINTER]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[LifeWear]]></category>
		<category><![CDATA[mode]]></category>
		<category><![CDATA[retail]]></category>
		<category><![CDATA[style]]></category>
		<category><![CDATA[UNIQLO]]></category>
		<category><![CDATA[UNIQLOXKAWS]]></category>
		<category><![CDATA[UT]]></category>
		<category><![CDATA[winter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thesocieties.id/?p=3757</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa yang pertama terlintas di benak Anda ketika mendengar kolaborasi antara seniman kontemporer KAWS dan raksasa ritel global UNIQLO? Bagi The Societies, <a href="https://thesocieties.id/uniqlo-hadirkan-sentuhan-emosional-dan-kehangatan-dalam-koleksi-kaws-winter/" class="read-more-link">[read more...]</a></p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/uniqlo-hadirkan-sentuhan-emosional-dan-kehangatan-dalam-koleksi-kaws-winter/">UNIQLO Hadirkan Sentuhan Emosional dan Kehangatan dalam Koleksi &#8220;KAWS WINTER&#8221;</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang pertama terlintas di benak Anda ketika mendengar kolaborasi antara seniman kontemporer <strong>KAWS</strong> dan raksasa ritel global <strong>UNIQLO</strong>? Bagi <em><strong>The Societies</strong></em>, kolaborasi tersebut bermakna lebih dari sekadar sebuah proyek fashion dan seni yang eksklusif &#8211; tetapi merupakan sebuah fenomena yang berhasil menarik perhatian jutaan konsumen global.</p>
<p>Ketika rangkaian kerjasama tersebut pertama kali diluncurkan pada <strong>tahun 2016</strong> melalui<strong> &#8220;KAWS x UNIQLO UT&#8221;</strong>, kolaborasi ini disambut dengan respons publik global yang luar biasa serta menjadi fenomena fashion <em>massal</em>. Tentunya, respons tersebut menandai transisi signifikan bagi KAWS dari seorang seniman <em>streetwear</em> terbatas menjadi <strong>ikon budaya pop yang dapat diakses oleh khalayak luas</strong> dan menurut opini kami &#8211; kolaborasi ini sekaligus menjadi tolok ukur keberhasilan sebuah kolaborasi ritel serta <strong>menetapkan standar baru bagi seluruh rangkaian kolaborasi UNIQLO UT di masa depan</strong>.</p>
<figure id="attachment_3760" aria-describedby="caption-attachment-3760" style="width: 889px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3760" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/UNIQLO-KAWS-WINTER-2-1-1.jpg" alt="" width="889" height="593" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/UNIQLO-KAWS-WINTER-2-1-1.jpg 889w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/UNIQLO-KAWS-WINTER-2-1-1-300x200.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/UNIQLO-KAWS-WINTER-2-1-1-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 889px) 100vw, 889px" /><figcaption id="caption-attachment-3760" class="wp-caption-text">Courtesy of UNIQLO</figcaption></figure>
<p>Sembilan tahun berselang, standar tersebut diwujud nyatakan melalui koleksi rajutan <strong>&#8220;KAWS WINTER&#8221; </strong>yang akan diluncurkan pada <strong>Jum&#8217;at (21/11)</strong>. Berbeda dengan rangkaian kolaborasi KAWS dan UNIQLO sebelumnya, <strong>koleksi ini terasa istimewa karena diluncurkan ketika sang seniman sudah resmi bergabung sebagai <em>&#8216;Artist in Residence&#8217;</em> pertama UNIQLO</strong>. Kemampuan KAWS dalam menjembatani<em> pop culture d</em>an seni rupa sangat kental di dalam koleksi ini melalui pemilihan <strong>palet merah, hijau, dan kuning khas musim dingin</strong>. Varian warna tersebut seolah menjadi <strong>&#8220;bahasa baru&#8221;</strong> yang melengkapi rasa <strong>kehangatan (<em>warmth</em>) fisik yang diberikan oleh bahan rajutan</strong>, sekaligus <strong>mendorong refleksi (perenungan diri)</strong> yang sering terjadi di masa akhir tahun. Tentunya, kesan tersebut mengingatkan kita kepada <strong>karakter ikoniknya (COMPANION)</strong> dengan mata yang ditutup silang <strong>(XX motif)</strong> merefleksikan emosi manusia yang universal seperti <strong>kesepian, kehangatan, humor, dan empati</strong>.</p>
<p>“Sebagai koleksi pertama saya sebagai Artist in Residence UNIQLO, saya sangat senang bisa bereksperimen dengan lini rajutan mereka. Saya menyukai sweater buatan UNIQLO dan ingin menghadirkan koleksi everyday basics yang bisa menemani musim dingin dengan gaya yang istimewa&#8221;,<strong> tutur KAWS</strong>.</p>
<p>Jika sebelumya kolaborasi KAWS dan UNIQLO fokus kepada medium <em>T-shirt</em> dan <em>Sweater</em>, kali ini berbagai<em> item</em> seperti<strong> <em>knitwear</em> dan aksesori musim dingin</strong> yang dirancang dengan <strong>filosofi LifeWear</strong> pun ditampilkan untuk menekankan kenyamanan dan desain serbaguna untuk keseharian. Menggunakan bahan berkualitas seperti <strong>kasmir, <em>lambswool</em> dan <em>Souffle Yarn</em></strong> yang lembut (khusus koleksi anak), &#8220;KAWS WINTER&#8221; turut menghadirkan e<strong>nam varian aksesoris seperti <em>beanie</em> dan sarung tangan HEATTECH dengan aksen XX khas</strong> , serta syal dua warna. Koleksi anak-anak turut menghadirkan topi rajut, sarung tangan, dan neck warmer yang dirancang dengan warna dua nada (<em>two-tone</em>) yang mempermudah padu padan untuk gaya kasual.</p>
<figure id="attachment_3759" aria-describedby="caption-attachment-3759" style="width: 720px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3759" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/uniklo-1-1.jpg" alt="" width="720" height="405" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/uniklo-1-1.jpg 720w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/uniklo-1-1-300x169.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption id="caption-attachment-3759" class="wp-caption-text">Courtesy of UNIQLO</figcaption></figure>
<p>Dengan kepiawaian meramu desain dan menciptakan fenomena sosial, KAWS sukses <strong>membentuk ulang cara publik melihat visual <em>pop culture</em> selama lebih dari dua dekade</strong>. <strong>Unsur inklusivitas</strong> berhasil dihadirkan sang seniman melalui karya yang melintasi batas galeri, mural serta kolaborasi lintas disiplin &#8211; <strong>sesuai dengan filosofi program &#8220;Artist in Residence&#8221; &#8211; yaitu <em>&#8220;Art for All&#8221;</em></strong>.</p>
<p>Selain menunjukan evolusi karya KAWS, &#8220;KAWS WINTER&#8221; membawa citra ikonik sang seniman (karakter ikonik &#8220;Companion&#8221; dan motif &#8220;XX&#8221;) serta k<strong>redibilitas dari dunia seni rupa<em> high-end, </em>budaya <em>streetwear </em>serta fungsi UNIQLO sebagai <em>platform</em> demokratisasi seni yang menyediakan akses global</strong> melalui kemampuan produksi massal, distribusi yang luas, dan harga yang terjangkau berhasil mendongkrak citra koleksi &#8220;UNIQLO UT&#8221; sebagai medium seni yang dapat diakses siapa saja, sekaligus <strong>mengukuhkan status KAWS sebagai ikon budaya pop kontemporer, yang secara efektif membawa seni dari galeri mahal langsung ke lemari pakaian khalayak luas</strong>.</p>
<figure id="attachment_3761" aria-describedby="caption-attachment-3761" style="width: 996px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3761" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/UNIQLO-KAWS-WINTER-1-1-1-1.jpg" alt="" width="996" height="664" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/UNIQLO-KAWS-WINTER-1-1-1-1.jpg 996w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/UNIQLO-KAWS-WINTER-1-1-1-1-300x200.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/11/UNIQLO-KAWS-WINTER-1-1-1-1-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 996px) 100vw, 996px" /><figcaption id="caption-attachment-3761" class="wp-caption-text">Courtesy of UNIQLO</figcaption></figure>
<p>Koleksi <strong>&#8220;UNIQLO x KAWS WINTER&#8221;</strong> dapat ditemukan di berbagai toko UNIQLO <strong>(Lotte Shopping Avenue, Grand Indonesia, AEON Mall BSD, Pondok Indah Mall 1, Pantai Indah Kapuk, Lippo Mall Puri, Senayan City, Mall of Indonesia, Pondok Indah Mall 3, Summarecon Mall Serpong, Neo Soho, Pakuwon Mall Surabaya, 23 Paskal Bandung, Tunjungan Plaza Surabaya, Sun Plaza Medan, DP Mall Semarang, Delipark Mall Medan, dan La Piazza)</strong> dan  tersedia secara online melalui <strong>UNIQLO App</strong> dan situs resmi <em><strong>www.uniqlo.com</strong></em>.</p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/uniqlo-hadirkan-sentuhan-emosional-dan-kehangatan-dalam-koleksi-kaws-winter/">UNIQLO Hadirkan Sentuhan Emosional dan Kehangatan dalam Koleksi &#8220;KAWS WINTER&#8221;</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
