<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>band Archives - The Societies</title>
	<atom:link href="https://thesocieties.id/tag/band/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thesocieties.id/tag/band/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Oct 2025 09:48:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/04/cropped-the_s_ico-1-32x32.jpg</url>
	<title>band Archives - The Societies</title>
	<link>https://thesocieties.id/tag/band/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Era Baru GIGI di Album “Forever In The Air”</title>
		<link>https://thesocieties.id/era-baru-gigi-di-album-forever-in-the-air/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[The Societies Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 09:13:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music & Concerts]]></category>
		<category><![CDATA[#jointhesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[#thesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[album]]></category>
		<category><![CDATA[artist]]></category>
		<category><![CDATA[band]]></category>
		<category><![CDATA[celebrity]]></category>
		<category><![CDATA[entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[ForeverintheAir]]></category>
		<category><![CDATA[GIGI]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[MenariNari]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thesocieties.id/?p=3457</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah satu dekade vakum dari perilisan album, GIGI kembali meluncurkan album ke-25 bertajuk &#8220;Forever In The Air&#8221;. Album yang menjadi penanda eksistensi <a href="https://thesocieties.id/era-baru-gigi-di-album-forever-in-the-air/" class="read-more-link">[read more...]</a></p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/era-baru-gigi-di-album-forever-in-the-air/">Era Baru GIGI di Album “Forever In The Air”</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah satu dekade vakum dari perilisan album,<strong> GIGI</strong> kembali meluncurkan<strong> album ke-25</strong> bertajuk &#8220;<em><strong>Forever In The Air&#8221;</strong></em>. Album yang menjadi penanda eksistensi band ini diramu dengan sembilan lagu baru beraransemen segar dan matang, yang diawali oleh kesuksesan dua <em>single</em> pembuka,<strong> &#8220;Menari-nari&#8221;</strong> dan &#8220;<strong>Semua Kan Terjawab&#8221;</strong>.</p>
<p>Di samping produksi album, GIGI memiliki ambisi untuk merekam karya mereka di studio bersejarah, sebab diyakini bahwa lagu yang sarat cerita akan semakin bersinar jika direkam di tempat yang kaya kisah. Oleh karena itu, mereka memilih P<strong>ower Station at Berklee NYC</strong>, studio legendaris yang telah melahirkan karya-karya terbaik dari musisi dunia seperti <strong>Madonna, Bruno Mars, Lady Gaga</strong>, hingga <strong>John Mayer</strong>. Selain itu, GIGI kembali menerapkan <strong>teknik rekaman analog menggunakan pita untuk menghasilkan <em>output</em> unik</strong> di tengah dominasi produksi digital, serta menghidupkan kembali metode <em>workshop</em> sebagai cara efektif menyatukan ide kreatif keempat personel.</p>
<figure id="attachment_3460" aria-describedby="caption-attachment-3460" style="width: 746px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-3460" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/10/2-GIGI-FOREVER-IN-THE-AIR-1-1.jpg" alt="" width="746" height="496" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/10/2-GIGI-FOREVER-IN-THE-AIR-1-1.jpg 746w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/10/2-GIGI-FOREVER-IN-THE-AIR-1-1-300x199.jpg 300w" sizes="(max-width: 746px) 100vw, 746px" /><figcaption id="caption-attachment-3460" class="wp-caption-text">Courtesy of GIGI</figcaption></figure>
<p>Album ini tidak sekadar representasi karya musik, melainkan sebuah manifestasi komitmen GIGI dalam memaknai perjalanan bermusik mereka sebagai sebuah misi hidup. Hal ini terefleksi jelas pada lagu unggulan, <em><strong>&#8220;Don’t Stop&#8221;,</strong></em> yang <strong>menggambarkan semangat, keyakinan, dan upaya berkelanjutan GIGI untuk tetap eksis dalam industri</strong>. Layaknya udara yang tak terlihat namun selalu ada, GIGI berharap karya musiknya dapat terus hadir dan memberikan inspirasi bagi para pendengar.</p>
<p>Momen peluncuran album ini sekaligus menandai<strong> tiga dekade lebih (31 tahun) GIGI berkiprah dalam kancah musik nasional</strong>. Meskipun menghadapi berbagai rintangan, komitmen dan konsistensi GIGI terbukti mampu membuat mereka terus bertahan dan berkembang. Oleh karena itu, &#8220;Forever In The Air&#8221; menjadi representasi harapan GIGI agar musik mereka selalu hidup dan <strong>nama band tetap &#8216;mengudara</strong>&#8216;, mewarnai industri musik Indonesia selamanya.</p>
<figure id="attachment_3459" aria-describedby="caption-attachment-3459" style="width: 764px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3459" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/10/1-GIGI-Forever-In-The-Air-1-1.jpg" alt="" width="764" height="509" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/10/1-GIGI-Forever-In-The-Air-1-1.jpg 764w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/10/1-GIGI-Forever-In-The-Air-1-1-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 764px) 100vw, 764px" /><figcaption id="caption-attachment-3459" class="wp-caption-text">Courtesy of GIGI</figcaption></figure>
<p>Peluncuran album ini dilengkapi dengan <strong>video visual yang menggambarkan perjuangan seseorang meraih tujuan &#8211;  sekaligus merefleksikan tantangan yang mesti dihadapi dalam setiap langkah kehidupan</strong>. Bagi GIGI, judul <strong><em>&#8220;Forever In The Air&#8221;</em> adalah esensi</strong>. Ia merangkum doa, semangat, serta perjalanan artistik yang telah dijalani band selama lebih dari tiga puluh tahun.</p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/era-baru-gigi-di-album-forever-in-the-air/">Era Baru GIGI di Album “Forever In The Air”</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Esensi Sejati Reality Club di &#8220;Who Knows Where Life Will Take You?&#8221;</title>
		<link>https://thesocieties.id/esensi-sejati-reality-club-di-who-knows-where-life-will-take-you/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adelia Ayu]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2025 06:38:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music & Concerts]]></category>
		<category><![CDATA[#thesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[album]]></category>
		<category><![CDATA[alternative]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[band]]></category>
		<category><![CDATA[celebrity]]></category>
		<category><![CDATA[entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[jointhesocieties You]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[realityclub]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[whoknowswherelifewilltakeyou]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thesocieties.id/?p=3143</guid>

					<description><![CDATA[<p>The Societies masih ingat ketika mendengar Reality Club untuk pertama kalinya di tahun 2017 melalui lagu &#8220;Is It the Answer?&#8221;. Selain lirik <a href="https://thesocieties.id/esensi-sejati-reality-club-di-who-knows-where-life-will-take-you/" class="read-more-link">[read more...]</a></p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/esensi-sejati-reality-club-di-who-knows-where-life-will-take-you/">Esensi Sejati Reality Club di &#8220;Who Knows Where Life Will Take You?&#8221;</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>The Societies</strong></em> masih ingat ketika mendengar <strong>Reality Club</strong> untuk pertama kalinya di tahun<strong> 2017</strong> melalui lagu <em><strong>&#8220;Is It the Answer?&#8221;</strong></em>. Selain lirik yang menggambarkan dinamika hubungan yang rumit dan penuh keraguan dengan iringan ketukan yang ritmis dan <em>jumpy</em> dari drum, vokal ganda yang memberikan dualitas sudut pandang dalam lirik serta melodi gitar <em>catchy, </em>lagu ini yang nantinya akan menjadi <em>benchmark</em> ciri khas lagu era awal dari Reality Club.</p>
<p>Era tersebutlah yang kami &#8220;dengar&#8221; ketika mengikuti acara<em> listening session</em> eksklusif <strong>album studio keempat</strong> <em>band</em> yang beranggotakan <strong>Faiz Novascotia Saripudin, Fathia Izzati, Era Patigo</strong> dan <strong>Nugi Wicaksono</strong> ini yang berjudul <strong>&#8220;Who Knows Where Life Will Take You?&#8221;</strong> di<strong> Krapela Row</strong> pada<strong> Kamis (21/8)</strong>. Melalui <strong>13 buah track baru</strong>nya, kami serasa kembali mendengarkan album <strong>&#8220;Never Get Better&#8221;</strong> pada delapan tahun silam. Ternyata, hal tersebut nyata hubungannya dengan pernyataan Reality Club mengenai menaklukkan diri di album terbaru ini. Selepas album <strong>&#8220;Reality Club Presents&#8230; &#8220;</strong> di tahun 2023 yang menghasilkan hit terbesar <strong>“Anything You Want”</strong>, <strong>sepasang piala AMI Awards</strong>, <strong>tur di Amerika Utara</strong>, dan <strong>menjadi pembuka tur Niki di Asia Tenggara</strong>, ternyata tantangan Reality Club selanjutnya adalah menaklukkan diri.<br />
sendiri.</p>
<figure id="attachment_3146" aria-describedby="caption-attachment-3146" style="width: 750px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3146" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/08/Reality-Club-WKWLWTY.jpg" alt="" width="750" height="750" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/08/Reality-Club-WKWLWTY.jpg 750w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/08/Reality-Club-WKWLWTY-300x300.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/08/Reality-Club-WKWLWTY-150x150.jpg 150w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /><figcaption id="caption-attachment-3146" class="wp-caption-text">Courtesy of Reality Club</figcaption></figure>
<p>“Kami sudah punya tiga album dengan berbagai pencapaian yang kami syukuri. Namun selalu ada rasa <em>impostor syndrome</em> yang membuat kami mengecilkan prestasi sendiri. Kali ini, kami menyudahinya. Jadi mantra album ini adalah ‘tak ada lagi <em>impostor syndrome</em>’,&#8221; tutur Faiz.</p>
<p>Direkam di <strong>Bangkok, Thailand</strong> bersama produser <strong>Brad Oberhofer, Iga Massardi</strong> dan <strong>Wisnu Ikhsantama</strong> serta dirilis ke <em>platform</em> musik digital pada <strong>Rabu (27/8)</strong> menyusul <em>single <strong>“Quick! Love!”</strong></em> dan <em><strong>“You’ll Find Lovers Like You and Me”</strong></em>, album<strong>&#8220;Who Knows Where Life Will Take You?&#8221;</strong> merupakan persembahan paling personal dan percaya diri dari Reality Club.</p>
<p>Berawal dari <strong>sesi penulisan selama sembilan hari di Ubud, Bali</strong>, &#8220;Who Knows Where Life Will Take You?&#8221; berisi 13 lagu yang kental dengan tema romansa. Album ini melanjutkan ciri khas Reality Club, di mana lirik-lirik gubahan Faiz yang cerdas dan tulus berpadu dengan melodi memikat, seperti yang terdengar di lagu melankolis <em><strong>&#8220;Muted Sirens&#8221;</strong></em> dan <em><strong>&#8220;You’ll Find Lovers Like You and Me&#8221;.</strong></em> Sisi humor juga hadir di berbagai lagu seperti &#8220;<em><strong>Lost Myself in Reveries&#8221;</strong> </em>dan <em><strong>&#8220;Thank You for Hijacking My Existential Crisis&#8221;</strong></em>. Selama sesi <em>listening session </em>berlangsung, The Societies merasa genre <em>alternative rock</em> yang dibawa oleh sejumlah <em>band</em> ternama seperti <strong>The Strokes</strong>,<strong> Sleigh Bells</strong> dan <strong>Paramore</strong> sangat kental di album ini.</p>
<p>Dalam album ini, Reality Club juga mencoba hal baru: merilis lagu berbahasa Indonesia pertama mereka, <strong>&#8220;Close to You/Jauh&#8221;</strong>. Lagu ini, yang menceritakan pencerahan spiritual, adalah hasil adaptasi dari karya Fathia dengan bantuan Nugi. Selain itu, Nugi juga menyumbang lagu ciptaannya sendiri untuk pertama kalinya, yaitu <strong>&#8220;Does It Happen?&#8221;</strong>, sebuah lagu rock yang penuh dengan harapan.</p>
<p>Meski kesuksesan album ketiga <strong>&#8220;Reality Club Presents&#8230;&#8221;</strong> memberikan tekanan, album baru ini dianggap Reality Club sebagai karya terbaik mereka. &#8220;Kami sudah menganggap album ini adalah sukses besar karena kami mencintainya,&#8221; ujar Faiz, menekankan bahwa itulah kriteria kesuksesan utama mereka. Nugi juga menambahkan bahwa album ini lebih personal karena mereka berempat merasa sangat terhubung dengan lagu-lagunya.</p>
<figure id="attachment_3147" aria-describedby="caption-attachment-3147" style="width: 840px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3147" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/08/Reality-Club-2-1.jpg" alt="" width="840" height="560" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/08/Reality-Club-2-1.jpg 840w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/08/Reality-Club-2-1-300x200.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/08/Reality-Club-2-1-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 840px) 100vw, 840px" /><figcaption id="caption-attachment-3147" class="wp-caption-text">Courtesy of Reality Club</figcaption></figure>
<p>Dengan dirilisnya &#8220;Who Knows Where Life Will Take You?&#8221;, Reality Club mengajak para pendengar, khususnya <strong>Goddess Rockstars</strong>, untuk ikut dalam perjalanan mereka. Era berharap, &#8220;Semoga album ini bisa membuat pendengar menjadi lebih baik juga,&#8221; sementara Fathia berharap setiap orang bisa mengapresiasi lagu-lagu itu dengan cara mereka sendiri.</p>
<p>Bagian terpenting dari album ini adalah realisasi baru Reality Club terhadap diri mereka sendiri. Faiz mengakui, &#8220;Mungkin kami memang pantas meraih semua prestasi kami sejauh ini.&#8221; Ia menegaskan, &#8220;Apa pun yang ada di masa depan, itu di luar kuasa kami. Tapi, apa pun yang kami sudah capai, kami layak mendapatkannya.&#8221;</p>
<p>Mendengar album &#8220;Who Knows Where Life Will Take You?&#8221; membuat <span style="text-decoration: underline;"><strong>The Societies</strong> </span>menyadari betapa pentingnya karya yang sederhana &#8211; namun bermakna. Melalui <strong>13 <em>track</em></strong> di dalamnya, beragam pelajaran hidup dari berbagai sisi seperti karir, percintaan dan keluarga yang memiliki jalan tak terduga memperkuat makna dari <strong>&#8220;Entah Ke Mana Hidup Akan Membawamu?&#8221;</strong> dalam kemasan lagu dengan irama yang mengingatkan kita akan <strong>esensi sejati</strong> dari musik <strong>Reality Club</strong> yaitu <strong><em>Alternative Rock</em> </strong>dan<em><strong> Shoegaze</strong></em>.</p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/esensi-sejati-reality-club-di-who-knows-where-life-will-take-you/">Esensi Sejati Reality Club di &#8220;Who Knows Where Life Will Take You?&#8221;</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>GIGI Rilis &#8220;Menari-Nari&#8221;, Ajakan Berdamai dengan Masa Lalu</title>
		<link>https://thesocieties.id/gigi-rilis-menari-nari-ajakan-berdamai-dengan-masa-lalu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[The Societies Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2025 07:51:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music & Concerts]]></category>
		<category><![CDATA[#jointhesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[#thesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[band]]></category>
		<category><![CDATA[celebrity]]></category>
		<category><![CDATA[entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[GIGI]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[JUNIrecords]]></category>
		<category><![CDATA[MenariNari]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[single]]></category>
		<category><![CDATA[song]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thesocieties.id/?p=2813</guid>

					<description><![CDATA[<p>Grup musik ternama tanah air, GIGI, resmi merilis lagu terbaru berjudul &#8220;Menari-Nari&#8221;, sebagai langkah awal menuju peluncuran album penuh mereka yang akan <a href="https://thesocieties.id/gigi-rilis-menari-nari-ajakan-berdamai-dengan-masa-lalu/" class="read-more-link">[read more...]</a></p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/gigi-rilis-menari-nari-ajakan-berdamai-dengan-masa-lalu/">GIGI Rilis &#8220;Menari-Nari&#8221;, Ajakan Berdamai dengan Masa Lalu</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Grup musik ternama tanah air, <strong>GIGI</strong>, resmi merilis lagu terbaru berjudul <strong>&#8220;Menari-Nari&#8221;</strong>, sebagai langkah awal menuju peluncuran album penuh mereka yang akan datang, <strong>&#8220;Forever In The Air&#8221;</strong>. <em>Single</em> ini menandai kembalinya GIGI dengan warna musik yang segar namun tetap mengakar pada identitas kuat mereka. Sebagai pelengkap, &#8220;Menari-Nari&#8221; juga hadir dalam bentuk video lirik bernuansa metropolitan dengan visual yang memberikan interpretasi artistik dari pesan lagu tersebut.</p>
<p>Rilisan terbaru ini merupakan bentuk semangat dari para personel yang terdiri dari <strong>Armand Maulana, Dewa Budjana, Gusti Hendy,</strong> dan <strong>Thomas Ramdhan</strong> untuk kembali meramaikan industri musik Tanah Air dengan warna yang lebih segar dan relevan. Lewat <em>single</em> ini, GIGI ingin menghadirkan sesuatu yang baru tanpa meninggalkan ciri khas mereka, sekaligus menjangkau generasi pendengar yang lebih luas, baik para penggemar setia maupun kalangan muda yang mungkin baru mengenal karya-karya GIGI. Dalam kata lain, lagu ini bisa menjadi jembatan antara lintas generasi dan memperkuat eksistensi GIGI di panggung musik Indonesia.</p>
<p>Lagu &#8220;Menari-Nari&#8221; menampilkan isu yang sering terjadi di dalam percintaan dan kehidupan &#8211; masa lalu. Masa tersebut seringkali menjadi bayang-bayang kuat dalam memori, membentuk latar emosional yang mendalam bagi setiap orang. Melalui lagu ini, GIGI menagajak para pendengar untuk &#8216;berdamai&#8217; bukan dengan cara melupakan atau menghindar, melainkan &#8216;menari&#8217; bersama kenangan tersebut agar bisa melangkah lebih ringan menyambut masa depan yang penuh kemungkinan.</p>
<figure id="attachment_2815" aria-describedby="caption-attachment-2815" style="width: 756px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2815" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/07/PROFILE-GIGI-BAND-MENARI-NARI-1-1.jpg" alt="" width="756" height="503" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/07/PROFILE-GIGI-BAND-MENARI-NARI-1-1.jpg 756w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/07/PROFILE-GIGI-BAND-MENARI-NARI-1-1-300x200.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 756px) 100vw, 756px" /><figcaption id="caption-attachment-2815" class="wp-caption-text">Courtesy of GIGI</figcaption></figure>
<p>Di dalam proses pembuatan lagunya, berbagai variasi dan perubahan terjadi di dalamnya. Digarap di Puncak pada tahap awal, &#8220;Menari-Nari&#8221; menampilkan aransemen lebih cepat dan nada berbeda yang berubah menjadi lebih lambat di tahap akhir serta menampilkan solo Hawaiian atau harmonika. Korelasi proses dengan tema lagu terlihat dari bagfian solo gitar yang dibiarkan tetap ada &#8211; layaknya masa lalu di mana terkadang hal yang tidak direncanakan justru paling layak untuk dipertahankan.</p>
<p>Single terbaru Gigi “Menari-nari”, kini bisa didengarkan hari ini di layanan digital <em>streaming platforms</em> seperti <strong>Spotify, Apple Music, Deezer, YouTube Music</strong> dan lain-lain.</p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/gigi-rilis-menari-nari-ajakan-berdamai-dengan-masa-lalu/">GIGI Rilis &#8220;Menari-Nari&#8221;, Ajakan Berdamai dengan Masa Lalu</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Obrolan Jam 3 Pagi&#8221;: Album Terbaru Lomba Sihir</title>
		<link>https://thesocieties.id/obrolan-jam-3-pagi-album-terbaru-lomba-sihir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[The Societies Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 May 2025 17:31:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music & Concerts]]></category>
		<category><![CDATA[#jointhesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[#thesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[album]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[artist]]></category>
		<category><![CDATA[band]]></category>
		<category><![CDATA[celebrity]]></category>
		<category><![CDATA[entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[lombasihir]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[obrolanjam3pagi]]></category>
		<category><![CDATA[performances]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thesocieties.id/?p=2440</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah Anda terlibat dalam sebuah percakapan yang berlangsung pada dini hari? Apabila pernah, tentunya percakapan tersebut memberi makna lebih dibanding bincang-bincang yang <a href="https://thesocieties.id/obrolan-jam-3-pagi-album-terbaru-lomba-sihir/" class="read-more-link">[read more...]</a></p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/obrolan-jam-3-pagi-album-terbaru-lomba-sihir/">&#8220;Obrolan Jam 3 Pagi&#8221;: Album Terbaru Lomba Sihir</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah Anda terlibat dalam sebuah percakapan yang berlangsung pada dini hari? Apabila pernah, tentunya percakapan tersebut memberi makna lebih dibanding bincang-bincang yang dilakukan pada jam lainnya. Hal tersebut seiras dengan pernyataan tertulis grup musik <strong>Lomba Sihir</strong>, yaitu ada sesuatu yang magis ketika kita melakukan percakapan di pagi buta &#8211; di mana percakapan tersebut tiba-tiba menjadi dalam, sehingga kita akhirnya menemukan kebenaran, kedamaian, dan kedewasaan.</p>
<p>Melalui album studio kedua yang bertajuk <strong>&#8220;Obrolan Jam 3 Pagi&#8221;</strong> yang dirilis pada 7 Mei lalu, band asal Jakarta yang beranggotakan <strong>Baskara Putra, Enrico Octaviano, Natasha Udu, Rayhan Noor</strong>, dan <strong>Tristan Juliano</strong> ini menghadirkan ranah musik <em>alternative pop</em> yang jauh lebih organik, dengan diperkaya sentuhan elemen <em>guitar pop</em>, <em>pop rock</em>, dan <em>soft rock</em>. Berbeda dengan album sebelumya, <strong>&#8220;Selamat Datang di Ujung Dunia&#8221;</strong> yang dirilis pada tahun 2021, album terbaru Lomba Sihir kali ini menampilkan lima insan musisi yang kontemplatif disertai kedewasaan emosi.</p>
<figure id="attachment_2442" aria-describedby="caption-attachment-2442" style="width: 840px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2442" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/05/LOMBA-SIHIR-11-2-1-1.jpg" alt="" width="840" height="473" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/05/LOMBA-SIHIR-11-2-1-1.jpg 840w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/05/LOMBA-SIHIR-11-2-1-1-300x169.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/05/LOMBA-SIHIR-11-2-1-1-768x432.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 840px) 100vw, 840px" /><figcaption id="caption-attachment-2442" class="wp-caption-text">Courtesy of Sun Eater</figcaption></figure>
<p>&#8220;Melalui album ini, kami hendak mengilustrasikan seperti apa jalan pikiran kami belakangan ini sebagai sebuah band. Kami menggarap album ini sebagai cara kami bertutur jujur dengan diri kami sendiri dan mencari jawaban untuk beberapa pertanyaan kehidupan dalam diri kami masing-masing. Itu pula yang menjadi inspirasi di balik judul album ini,&#8221; tutur para personil Lomba Sihir.</p>
<p>Terdiri dari <strong>16 buah track</strong>, &#8220;Obrolan Jam 3 Pagi&#8221; menampilkan satu<em> intro</em>, dua buah <em>interlude</em> yang diisi oleh aktris/jurnalis, <strong>Marissa Anita</strong> dan pemain sepakbola legendaris Indonesia, <strong>Bambang Pamungkas</strong>, 5 lagu yang sudah dirilis dan 8 t<em>rack</em> baru. Elemen baru seperti <em>guitar pop</em> dan <em>country pop</em> dihadirkan pada lagu <strong>&#8220;Andai Saja&#8221;</strong> dan denting<em> pop rock</em> di  <strong>&#8220;Satu Jam Terpanjang&#8221; </strong>yang menyatu dengan balada piano di <em>track</em>  <strong>&#8220;&#8230;Dalam Hidupku&#8221;</strong>, merefleksikan kompleksitas bermusik serta sebuah produksi musik yang lebih rapi dan lebih melekat dari segi emosi.</p>
<figure id="attachment_2443" aria-describedby="caption-attachment-2443" style="width: 816px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2443" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/05/LOMBA-SIHIR-27-1-1.jpg" alt="" width="816" height="544" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/05/LOMBA-SIHIR-27-1-1.jpg 816w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/05/LOMBA-SIHIR-27-1-1-300x200.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/05/LOMBA-SIHIR-27-1-1-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 816px) 100vw, 816px" /><figcaption id="caption-attachment-2443" class="wp-caption-text">Courtesy of Sun Eater</figcaption></figure>
<p>Melalui urutan lagu, Lomba Sihir menyuguhkan cerita yang murni melalui empat bagian: <strong><em>set up, build up, tipping point, </em></strong>dan<strong><em> resolution</em></strong>. Album &#8220;Obrolan Jam 3 Pagi&#8221; oleh Lomba Sihir rilis di bawah naungan label musik<br />
<strong>Sun Eater</strong> dan bisa didengarkan di semua <em>digital streaming platform</em> (DSP).</p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/obrolan-jam-3-pagi-album-terbaru-lomba-sihir/">&#8220;Obrolan Jam 3 Pagi&#8221;: Album Terbaru Lomba Sihir</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Boyce Avenue Live in Jakarta 2025: Sapaan Kembali untuk Penggemar</title>
		<link>https://thesocieties.id/boyce-avenue-live-in-jakarta-2025-sapaan-kembali-untuk-penggemar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adelia Ayu]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2025 07:49:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music & Concerts]]></category>
		<category><![CDATA[#jointhesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[#thesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[band]]></category>
		<category><![CDATA[boyceavenue]]></category>
		<category><![CDATA[boyceavenueliveinjakarta]]></category>
		<category><![CDATA[cover]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[konser]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thesocieties.id/?p=2380</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mungkin tidak banyak yang tahu persis tentang karya-karya Boyce Avenue, namun banyak yang mendengar beragam lagu cover yang dibawakan grup musik asal <a href="https://thesocieties.id/boyce-avenue-live-in-jakarta-2025-sapaan-kembali-untuk-penggemar/" class="read-more-link">[read more...]</a></p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/boyce-avenue-live-in-jakarta-2025-sapaan-kembali-untuk-penggemar/">Boyce Avenue Live in Jakarta 2025: Sapaan Kembali untuk Penggemar</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin tidak banyak yang tahu persis tentang karya-karya <strong>Boyce Avenue</strong>, namun banyak yang mendengar beragam lagu c<em>over</em> yang dibawakan grup musik asal Sarasota, Florida ini di berbagai tempat populer Ibu kota. Tentunya, hal ini dikarenakan popularitas global berkat unggahan <em>video cover</em> dan lagu orisinil di YouTube sejak tahun 2007. Beranggotakan tiga bersaudara (<strong>Alejandro Manzano, Fabian Manzano dan Daniel Manzano</strong>), Boyce Avenue sukses mengumpulkan lebih dari 6,8 miliar views dan lebih dari 16,8 juta subscriber, menjadikan mereka sebagai band independen paling banyak ditonton di dunia versi Guinness Book of World Records.</p>
<p>Kepopuleran Boyce Avenue di era awal bangkitnya streaming platform dan masa di mana lagu <em>cover</em> menjadi sebuah hal yang populer di masa tren para millenial, membangkitkan kenangan manis para penonton melalui konser <strong>&#8220;Boyce Avenue Live in Jakarta 2025&#8221;</strong>. Dipromotori oleh <strong>Color Asia Live</strong>, konser yang diadakan di <strong>Hotel Pullman Jakarta Central Park</strong> pada<strong> Minggu (27/4)</strong> ini menghadirkan 22 lagu <em>hits</em> favorit dari grup musik ini.</p>
<figure id="attachment_2382" aria-describedby="caption-attachment-2382" style="width: 780px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2382" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/04/Boyce-Avenue-02-1-1.jpeg" alt="" width="780" height="519" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/04/Boyce-Avenue-02-1-1.jpeg 780w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/04/Boyce-Avenue-02-1-1-300x200.jpeg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2025/04/Boyce-Avenue-02-1-1-768x511.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 780px) 100vw, 780px" /><figcaption id="caption-attachment-2382" class="wp-caption-text">Courtesy of Color Asia Live</figcaption></figure>
<p>Konser dibuka pada pukul 19.00 WIB melalui penampilan Ardhito Pramono yang membawakan tiga lagu hitsnya yang berjudul <strong>&#8220;Cigarettes of Ours&#8221;</strong>, <strong>&#8220;I Just Could Save You Tonight&#8221;</strong> dan <strong>&#8220;Waking Up Together&#8221;</strong>. Setelah itu, Boyce Avenue tampil di panggung utama membuka penampilan dengan lagu orisinil mereka yang berjudul <strong>&#8220;Hear Me Now&#8221;</strong> yang dilanjutkan dengan hits Coldplay berjudul <strong>&#8220;A Sky Full of Stars&#8221;</strong> dan <strong>&#8220;Every Breath You Take&#8221;</strong> milik grup band legendaris, The Police.</p>
<p>Melalui penampilannya, Boyce Avenue membuktikan spektrum kemampuan musik mereka yang beragam melalui kepiawaian dalam membuat beragam lagu <em>rock</em> seperti <strong>&#8220;Bitter Sweet Symphony&#8221;</strong> dari The Verve dan <strong>&#8220;Wonderwall&#8221;</strong> milik Oasis atau lagu ikonik seperti <strong>&#8220;Fast Car&#8221;</strong> karya Tracy Chapman menjadi indah dalam simfoni akustik yang menjadi ciri khas Boyce Avenue &#8211; tanpa menghilangkan DNA dari lagu maupun komposisi musik orisinilnya.</p>
<p>Dengan <em>setlist</em> yang penuh kenangan dan lagu-lagu <em>hits</em> yang begitu emosional, Boyce Avenue berhasil menciptakan malam yang istimewa. Penampilan mereka yang hangat dan akrab dengan penggemar menjadikan konser ini lebih dari sekedar penampilan musik, tetapi sebuah pengalaman emosional yang mendalam.</p>
<p>Ditutup dengan lagu &#8220;Iris&#8221; dari Goo Goo Dolls, konser &#8220;Boyce Avenue Live in Jakarta 2025&#8221; memperlihatkan betapa kuatnya koneksi antara Boyce Avenue dan para penggemarnya, serta meninggalkan kenangan tak terlupakan di hati semua penonton yang hadir.</p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/boyce-avenue-live-in-jakarta-2025-sapaan-kembali-untuk-penggemar/">Boyce Avenue Live in Jakarta 2025: Sapaan Kembali untuk Penggemar</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Jalaran Sadrah&#8221; : Perjalanan Penerimaan Diri Barasuara</title>
		<link>https://thesocieties.id/jalaran-sadrah-perjalanan-penerimaan-diri-persembahan-barasuara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adelia Ayu]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jun 2024 07:03:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music & Concerts]]></category>
		<category><![CDATA[#jointhesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[#thesocieties]]></category>
		<category><![CDATA[band]]></category>
		<category><![CDATA[barasuara]]></category>
		<category><![CDATA[indie]]></category>
		<category><![CDATA[jalaransadrah]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[musikindonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thesocieties.id/?p=798</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Jalaran Sadrah artinya karena pasrah. Album ini terjadi, tertulis, terselesaikan karena pasrah&#8221;. Itulah pernyataan dari vokalis dan gitaris Barasuara, Iga Massardi mengenai <a href="https://thesocieties.id/jalaran-sadrah-perjalanan-penerimaan-diri-persembahan-barasuara/" class="read-more-link">[read more...]</a></p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/jalaran-sadrah-perjalanan-penerimaan-diri-persembahan-barasuara/">&#8220;Jalaran Sadrah&#8221; : Perjalanan Penerimaan Diri Barasuara</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>“Jalaran Sadrah artinya karena pasrah. Album ini terjadi, tertulis, terselesaikan karena<br />
pasrah&#8221;. Itulah pernyataan dari vokalis dan gitaris Barasuara, Iga Massardi mengenai album studio ketiga keluaran grup musik yang ia gawangi. &#8216;Jalaran Sadrah&#8217; tidak hanya sekadar menjadi bukti dari kekayaan Barasuara dalam meramu musik, tetapi juga mengakhiri masa hiatus Iga dan kawan-kawan selama dua tahun lamanya.</p>
<p>Layaknya arti sang album yang bermakna kepasrahaan dan penyerahan diri sepenuhnya, proses pengerjaan &#8216;Jalaran Sadrah&#8217; terbilang cukup <em>challenging</em> bagi para personilnya yang terdiri dari Iga Massardi, TJ Kusuma, Marco Steffiano, Asteriska, Gerald Situmorang dan Puti Chitara. Proses yang bermula pada bulan Januari 2021 lalu itu mengharuskan keenam anggota berkumpul di sebuah villa yang terletak di Puncak, Bogor untuk melakukan konsolidasi sebagai band di tengah kondisi pandemi dan tanpa manajer.</p>
<figure id="attachment_800" aria-describedby="caption-attachment-800" style="width: 862px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-800 size-full" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2024/06/BARASUARA_JS_main-artworks_1_1-1-1.jpg" alt="" width="862" height="862" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2024/06/BARASUARA_JS_main-artworks_1_1-1-1.jpg 862w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2024/06/BARASUARA_JS_main-artworks_1_1-1-1-300x300.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2024/06/BARASUARA_JS_main-artworks_1_1-1-1-150x150.jpg 150w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2024/06/BARASUARA_JS_main-artworks_1_1-1-1-768x768.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 862px) 100vw, 862px" /><figcaption id="caption-attachment-800" class="wp-caption-text">Courtesy of Barasuara</figcaption></figure>
<p>Dirilis sendiri oleh Barasuara melalui label Hu Shah Records pada 21 Juni, &#8216;Jalaran Sadrah&#8217; memuat sembilan buah lagu seperti &#8220;Terbuang dalam Waktu&#8221;, &#8220;Merayakan Fana&#8221; dan tentunya, &#8220;Fatalis&#8221; yang berhasil meraih piala AMI Awards 2023 untuk kategori Duo/Grup/Kolaborasi Rock Terbaik. Mendengarkan lagu &#8220;Fatalis&#8221; yang bertema pengecaman terhadap disinformasi di masa pandemi, <strong>The Societies</strong> melihat kepiawaian Iga Massardi dalam meramu lagu yang membalut isu sosial sensitif dalam alunan musik yang akrab didengar di telinga serta menjadi jawaban mengapa Barasuara tetap bertahan kuat di tengah industri musik yang sepertinya sedang dikuasai oleh musik populer media sosial beserta lirik-liriknya yang hanya membahas permukaan kehidupan.</p>
<p>Sinis, apatis dan kontemplatif &#8211; itulah yang mungkin terbesit di benak Anda pertama kali ketika mendengar &#8216;Jalaran Sadrah&#8217; melalui <em>track</em> seperti “Habis Terang” yang mengangkat topik konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina. Namun, layaknya kehidupan yang tidak selalu pahit, Barasuara juga menceritakan kisah manis seperti kepulangan rasa terhadap cinta yang sejati serta perjalanan dalam kehidupan, sehingga menghasilkan album yang paling eklektik dan kaya warna yang pernah dibuat oleh grup musik ini.</p>
<figure id="attachment_801" aria-describedby="caption-attachment-801" style="width: 768px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-801 size-full" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG_3882-1-1.jpg" alt="" width="768" height="768" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG_3882-1-1.jpg 768w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG_3882-1-1-300x300.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG_3882-1-1-150x150.jpg 150w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /><figcaption id="caption-attachment-801" class="wp-caption-text">Courtesy of Barasuara</figcaption></figure>
<p>Selain warna baru, variasi penciptaan lagu menjadi hal teranyar yang dihadirkan Barasuara di album terbarunya. Dua musisi dan komposer legendaris, Erwin Gutawa dan Sujiwo Tejo pun turut menyumbangkan kreativitasnya di &#8216;Jalaran Sadrah&#8217;. Erwin lah sosok di balik aransemen orkestra di dalam beragam lagu seperti &#8220;Merayakan Fana&#8221;, &#8220;Terbuang dalam Waktu&#8221; dan &#8220;Hitam dan Biru&#8221; yang diterjemahkan sempurna ke dalam alunan melodi nan megah dari Czech Symphony Orchestra. Sedangkan Sujiwo Tejo bernyanyi dalam lirik tembang berbahasa Jawa dalam lagu &#8220;Biyang&#8221; yang menenangkan.</p>
<p>Variasi baru penciptaan lagu ini sekaligus menunjukan rasa saling percaya antar anggota Barasuara yang sudah terbangun selama satu dekade lebih. &#8220;Jalaran Sadrah merupakan album yang paling kolektif pengerjaannya, karena kami sudah sama-sama saling percaya dan tahu warna masing- masing,” ujar sang bassist, Gerald.</p>
<figure id="attachment_802" aria-describedby="caption-attachment-802" style="width: 768px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-802 size-full" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG_3883-1-1.jpg" alt="" width="768" height="768" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG_3883-1-1.jpg 768w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG_3883-1-1-300x300.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG_3883-1-1-150x150.jpg 150w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /><figcaption id="caption-attachment-802" class="wp-caption-text">Courtesy of Barasuara</figcaption></figure>
<p>Dua tahun lamanya Barasuara hiatus dari dunia musik, tetapi dua tahun juga grup musik ini belajar menerima keadaan, mempererat hubungan antara anggota dan memberikan setiap <em>pieces</em> terbaik dari masing-masing anggota yang bersatu di dalam sebuah album yang dapat dikatakan merupakan salah satu album paling personal yang pernah dibuat yang sekaligus menjadi pertanda bahwa api dan lentera Barasuara masih menyala setelah berjalan 12 tahun dan belum padam walau terhadang berbagai cobaan.</p>
<p>Boleh dikatakan, &#8216;Jalaran Sadrah&#8217; merupakan sebuah simbol kekuatan di dalam kepasrahan yang menjelma menjadi sebuah karya transformatif baik di dalam musik dan kehidupan. “Jalaran Sadrah adalah bentuk persembahan kami untuk para pendengar. Tanpa ada itikad menggurui atau merasa lebih besar, album ini kami serahkan sepenuhnya untuk mereka nikmati dan maknai dengan caranya masing-masing,&#8221; pungkas Iga Massardi.</p>
<figure id="attachment_803" aria-describedby="caption-attachment-803" style="width: 840px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-803 size-full" src="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2024/06/Barasaura-Profile-6-1-1.jpg" alt="" width="840" height="560" srcset="https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2024/06/Barasaura-Profile-6-1-1.jpg 840w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2024/06/Barasaura-Profile-6-1-1-300x200.jpg 300w, https://thesocieties.id/wp-content/uploads/2024/06/Barasaura-Profile-6-1-1-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 840px) 100vw, 840px" /><figcaption id="caption-attachment-803" class="wp-caption-text">Courtesy of Barasuara</figcaption></figure>
<p>Album &#8216;Jalaran Sadrah&#8217; sudah tersedia dan dapat didengar di berbagai platform musik digital kesayangan Anda.</p>
<p>The post <a href="https://thesocieties.id/jalaran-sadrah-perjalanan-penerimaan-diri-persembahan-barasuara/">&#8220;Jalaran Sadrah&#8221; : Perjalanan Penerimaan Diri Barasuara</a> appeared first on <a href="https://thesocieties.id">The Societies</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
