“Jalaran Sadrah” : Perjalanan Penerimaan Diri Barasuara

3 min read

“Jalaran Sadrah artinya karena pasrah. Album ini terjadi, tertulis, terselesaikan karena
pasrah”. Itulah pernyataan dari vokalis dan gitaris Barasuara, Iga Massardi mengenai album studio ketiga keluaran grup musik yang ia gawangi. ‘Jalaran Sadrah’ tidak hanya sekadar menjadi bukti dari kekayaan Barasuara dalam meramu musik, tetapi juga mengakhiri masa hiatus Iga dan kawan-kawan selama dua tahun lamanya.

Layaknya arti sang album yang bermakna kepasrahaan dan penyerahan diri sepenuhnya, proses pengerjaan ‘Jalaran Sadrah’ terbilang cukup challenging bagi para personilnya yang terdiri dari Iga Massardi, TJ Kusuma, Marco Steffiano, Asteriska, Gerald Situmorang dan Puti Chitara. Proses yang bermula pada bulan Januari 2021 lalu itu mengharuskan keenam anggota berkumpul di sebuah villa yang terletak di Puncak, Bogor untuk melakukan konsolidasi sebagai band di tengah kondisi pandemi dan tanpa manajer.

Courtesy of Barasuara

Dirilis sendiri oleh Barasuara melalui label Hu Shah Records pada 21 Juni, ‘Jalaran Sadrah’ memuat sembilan buah lagu seperti “Terbuang dalam Waktu”, “Merayakan Fana” dan tentunya, “Fatalis” yang berhasil meraih piala AMI Awards 2023 untuk kategori Duo/Grup/Kolaborasi Rock Terbaik. Mendengarkan lagu “Fatalis” yang bertema pengecaman terhadap disinformasi di masa pandemi, The Societies melihat kepiawaian Iga Massardi dalam meramu lagu yang membalut isu sosial sensitif dalam alunan musik yang akrab didengar di telinga serta menjadi jawaban mengapa Barasuara tetap bertahan kuat di tengah industri musik yang sepertinya sedang dikuasai oleh musik populer media sosial beserta lirik-liriknya yang hanya membahas permukaan kehidupan.

Sinis, apatis dan kontemplatif – itulah yang mungkin terbesit di benak Anda pertama kali ketika mendengar ‘Jalaran Sadrah’ melalui track seperti “Habis Terang” yang mengangkat topik konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina. Namun, layaknya kehidupan yang tidak selalu pahit, Barasuara juga menceritakan kisah manis seperti kepulangan rasa terhadap cinta yang sejati serta perjalanan dalam kehidupan, sehingga menghasilkan album yang paling eklektik dan kaya warna yang pernah dibuat oleh grup musik ini.

Courtesy of Barasuara

Selain warna baru, variasi penciptaan lagu menjadi hal teranyar yang dihadirkan Barasuara di album terbarunya. Dua musisi dan komposer legendaris, Erwin Gutawa dan Sujiwo Tejo pun turut menyumbangkan kreativitasnya di ‘Jalaran Sadrah’. Erwin lah sosok di balik aransemen orkestra di dalam beragam lagu seperti “Merayakan Fana”, “Terbuang dalam Waktu” dan “Hitam dan Biru” yang diterjemahkan sempurna ke dalam alunan melodi nan megah dari Czech Symphony Orchestra. Sedangkan Sujiwo Tejo bernyanyi dalam lirik tembang berbahasa Jawa dalam lagu “Biyang” yang menenangkan.

Variasi baru penciptaan lagu ini sekaligus menunjukan rasa saling percaya antar anggota Barasuara yang sudah terbangun selama satu dekade lebih. “Jalaran Sadrah merupakan album yang paling kolektif pengerjaannya, karena kami sudah sama-sama saling percaya dan tahu warna masing- masing,” ujar sang bassist, Gerald.

Courtesy of Barasuara

Dua tahun lamanya Barasuara hiatus dari dunia musik, tetapi dua tahun juga grup musik ini belajar menerima keadaan, mempererat hubungan antara anggota dan memberikan setiap pieces terbaik dari masing-masing anggota yang bersatu di dalam sebuah album yang dapat dikatakan merupakan salah satu album paling personal yang pernah dibuat yang sekaligus menjadi pertanda bahwa api dan lentera Barasuara masih menyala setelah berjalan 12 tahun dan belum padam walau terhadang berbagai cobaan.

Boleh dikatakan, ‘Jalaran Sadrah’ merupakan sebuah simbol kekuatan di dalam kepasrahan yang menjelma menjadi sebuah karya transformatif baik di dalam musik dan kehidupan. “Jalaran Sadrah adalah bentuk persembahan kami untuk para pendengar. Tanpa ada itikad menggurui atau merasa lebih besar, album ini kami serahkan sepenuhnya untuk mereka nikmati dan maknai dengan caranya masing-masing,” pungkas Iga Massardi.

Courtesy of Barasuara

Album ‘Jalaran Sadrah’ sudah tersedia dan dapat didengar di berbagai platform musik digital kesayangan Anda.

You May Also Like

More From Author