Monolog AKUKALUNA: Perjalanan Emosional dari Film “Home Sweet Loan

3 min read

Film “Home Sweet Loan” besutan sutradara Sabrina Rochelle Kalangie berhasil menyuguhkan sebuah perjalanan emosional yang menyentuh hati. Mengangkat kisah Kaluna, seorang karyawan perempuan yang bercita-cita membeli sebuah rumah, namun harus mempertimbangkan keadaan keluarganya yang mengalami kesulitan ekonomi.

Untuk menyelami kisah Kaluna lebih dalam, Galeri Indonesia Kaya menghadirkan sebuah monolog adaptasi film box office produksi Visinema, “Home Sweet Loan” bertajuk AKUKALUNA. Melalui pagelaran ini, penonton diajak untuk menyelami lebih dalam mengenai kisah hidup serta perjalanan emosional sang tokoh utama melalui perpaduan monolog, tari dan musik yang apik.

Courtesy of Galeri Indonesia Kaya

 “Pertunjukan monolog ini merupakan perpanjangan dari film Home Sweet Loan, menghadirkan kisah Kaluna dalam format yang lebih intim dan mendalam. Dengan format live dan percampuran dengan unsur teater musikal, pertunjukan ini juga menawarkan perspektif baru terhadap karakter Kaluna dan perjalanannya,” jelas Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.

Melalui pagelaran ini, aktor pemeran Kaluna, Yunita Siregar, akan kembali menghidupkan karakter tersebut di atas panggung lewat monolog yang menggambarkan perjalanan batin dan hidup sekaligus menyuguhkan pengalaman yang lebih intim bagi penonton melalui sebuah pendekatan personal dan kedalaman karakter yang kuat.

Courtesy of Galeri Indonesia Kaya

Film “Home Sweet Loan” sendiri menyoroti fenomena sandwich generation – di mana sang tokoh utama, Kaluna menjadi representasi generasi yang harus berjuang mengatasi masalah finansial. Memperkuat isu tersebut, tokoh Kaluna digambarkan sebagai tulang punggung keluarga yang dihadapkan pada dilema besar antara memenuhi kebutuhan orang tua dan mengejar impiannya untuk memiliki rumah sendiri. Tentunya, tema ini akrab dengan mayoritas masyarakat – terutama bagi yang tengah mengalami kejadian serupa.

“Adaptasi film ini berasal dari novel karya Almira Bastari, yang sebelumnya telah mendapat banyak perhatian dari pembaca, terutama di kalangan Gen Z yang tengah berjuang untuk bertahan hidup di tengah realitas sosial dan ekonomi saat ini. Novel ini menyajikan narasi yang kuat mengenai perjuangan finansial dan dinamika kehidupan modern yang kini kami coba hidupkan kembali melalui medium film dan panggung. Bersama Galeri Indonesia Kaya kami mengajak Jakarta Art House untuk terlibat dalam pementasan panggung ini. Semoga bisa diterima oleh penikmat seni dan memberikan rasa baru terhadap cerita Home Sweet Loan,” jelas Cristian Imanuell, dari Visinema.

Courtesy of Galeri Indonesia Kaya

Dibuka dengan penampilan spesial IDGITAF yang membawakan dua lagu Original Soundtrack dari film “Home Sweet Loan” yang berjudul “Berakhir di Aku” dan “Semoga Sembuh”, gelaran monolog ini diperkaya tarian yang dikoreografikan secara khusus oleh Jakarta Art House – sebuah komunitas seni pertunjukan non-profit yang berbasis di Jakarta. Komunitas ini aktif mengadakan berbagai pertunjukan seni seperti teater musikal, drama, dan lain-lain, untuk memberikan pengalaman seni berkualitas kepada masyarakat dengan mengadaptasi karya musikal populer, seperti “Mammamia” dan “Catch Me If You Can The Musical” yang sudah mereka tampilkan.

Pementasan monolog AKUKALUNA ini merupakan bagian dari upaya Galeri Indonesia Kaya dalam menyajikan karya seni berkualitas bagi masyarakat serta memanggungkan karya baru yang diadaptasi dari karya sastra atau naskah film. Kolaborasi Visinema dan Jakarta Art House menghadirkan AKUKALUNA sebagai adaptasi panggung dari film box office “Home Sweet Loan” mampu menawarkan pengalaman yang lebih intim bagi penggemar film dan seni pertunjukan.

You May Also Like

More From Author