Eksplorasi Bahasa Cinta di Jakarta Lewat Serial Netflix “Can This Love Be Translated?”

3 min read

Banyak orang berpendapat, di antara seluruh bahasa di dunia, bahasa cinta lah yang paling susah untuk diterjemahkan. Hal tersebut yang coba diangkat oleh serial terbaru persembahan Netflix berjudul “Can This Love Be Translated?” yang dibintangi oleh aktor dan aktris Korea Selatan ternama, Kim Seon-ho dan Go Youn-jung.

Menyebarkan pesan cinta secara global di seluruh dunia, drama populer ini – melalui Netflix, memilih Jakarta sebagai tempat spesial untuk menyelenggarakan berbagai rangkaian acara istimewa seperti konferensi pers global, fan event dan instalasi imersif yang dihadiri langsung oleh The Societies. Dalam acara konferensi pers yang dihadiri langsung oleh dua bintang utama, Kim Seon-ho dan Go Youn-jung, serta sutradara Yoo Young-eun, ketiganya secara eksklusif berbagi kisah di balik layar pembuatan komedi romantis yang melintasi berbagai negara ini.

Courtesy of Netflix

Ditulis oleh penulis naskah legendaris Hong Sisters (Alchemy of Souls, Hotel Del Luna), serial ini mengikuti dinamika hubungan antara Joo Ho-jin (Kim Seon-ho), seorang penerjemah multibahasa, dengan Cha Mu-hee (Go Youn-jung), seorang selebriti papan atas dunia. Mengambil latar di berbagai negara seperti Korea Selatan, Jepang, Kanada, hingga Italia, serial ini mengeksplorasi tantangan komunikasi ketika perasaan cinta sering kali tidak dapat diterjemahkan secara harfiah.

Sutradara Yoo Young-eun menjelaskan bahwa visual yang memukau di setiap lokasi memiliki peran krusial dalam cerita. “Di Jepang, saya ingin memberikan kesan hangat, sementara di Kanada, kehadiran aurora borealis memberikan sentuhan dramatis yang memperkuat perasaan kedua karakter,” ungkapnya.

Courtesy of Netflix

Aktor Kim Seon-ho mengungkapkan tantangan yang ia hadapi saat berperan sebagai Joo Ho-jin. Selain harus menggambarkan karakter yang tertutup secara emosional, ia menghabiskan waktu selama empat bulan untuk mempelajari aksen bahasa Inggris, Italia, dan Jepang dengan bantuan instruktur profesional. “Saya berfokus pada bagaimana Ho-jin bereaksi melalui tatapan, gaya bicara, dan gerakan, terutama karena karakternya sangat kontras dengan Mu-hee yang lebih ekspresif,” jelas Kim Seon-ho.

Di sisi lain, Go Youn-jung berbagi perspektifnya mengenai karakter Cha Mu-hee, seorang superstar yang membangun dinding pertahanan diri demi menghindari luka emosional. “Mu-hee sering kali menggunakan kalimat yang berputar-putar untuk melindungi dirinya. Saya ingin menunjukkan sisi rapuh di balik popularitas instannya sebagai selebriti dunia,” tambahnya.

Selain konferensi pers, Netflix juga menyelenggarakan acara penggemar yang mempertemukan lebih dari 3.000 penggemar dengan para idola mereka. Antusiasme masyarakat Indonesia tercermin dari jumlah pendaftar yang menembus angka 30.000 orang sejak acara ini diumumkan.

Courtesy of Netflix

Sebagai bagian dari promosi, Netflix menghadirkan “Can This Love Be Translated? Experience Zone” di Atrium Kota Kasablanka, Jakarta. Eksibisi imersif ini memungkinkan publik untuk merasakan atmosfer negara-negara yang dikunjungi oleh karakter utama dan terbuka untuk umum secara gratis hingga 18 Januari 2026.

Menutup rangkaian acara, baik pemeran maupun sutradara menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat dari penonton Indonesia. Go Youn-jung bahkan menyamakan keindahan adegan-adegan dalam serial ini dengan panorama alam Indonesia, serta mengajak penonton untuk terus mengikuti kisah Ho-jin dan Mu-hee hingga episode terakhir.

Dengan perpaduan narasi yang emosional, skala produksi internasional, dan kehadiran bintang-bintang ternama, Can This Love Be Translated? diprediksi akan menjadi salah satu tayangan komedi romantis paling ikonik di platform Netflix pada tahun 2026.

You May Also Like

More From Author