Terinspirasi dari novel legendaris Victor Margueritte dan dua bintang silent movie ikonis, koleksi 56 set rancangan ini memadukan tailoring presisi, keanggunan feminin, dan sentuhan maskulin.
Tahun 1920-an mencatatkan sejarah penting bagi gerak liberasi perempuan dunia. Era pasca-Perang Dunia I tersebut menjadi titik balik di mana para perempuan mulai mendobrak tatanan patriarki dan konvensi sosial yang mengekang—sebuah gerakan pembebasan yang paling nyata terlihat dari cara mereka berbusana. Korset ketat yang membatasi gerak tubuh mulai ditinggalkan dan digantikan dengan siluet yang lebih longgar, praktis, serta sentuhan maskulin yang berani.
Semangat kebebasan dan kemandirian ini terekam secara abadi dalam novel ikonis karya Victor Margueritte di tahun 1922 – “La Garçonne”. Memotret keberanian seorang perempuan yang memilih melepaskan bayang-bayang masa lalunya demi menata hidup baru yang penuh otoritas atas dirinya sendiri, novel ini, menuturkan kisah tokoh “Garçonne”—sebuah istilah yang kemudian menjadi simbol bagi perempuan modern yang independen, androginis, dan BERANI menantang norma hingga menjadi cermin besar bagi perubahan lanskap budaya mode global.

Semangat emansipasi dan artikulasi gaya hidup era “roaring twenties” inilah yang diterjemahkan secara memukau oleh maestro mode Indonesia, Sebastian Gunawan bersama Christina Panarese, melalui koleksi terbaru lini SEBASTIANred 2026/2027 bertajuk “La Garçonne”. Melalui tema tersebut, Sebastian Gunawan sekali lagi membuktikan kepiawaiannya yang luar biasa sebagai seorang fashion designer. Dikenal memiliki penguasaan teknik couture dan konstruksi garmen yang sangat presisi, sang desainer berhasil membedah narasi sejarah yang kompleks lalu menerjemahkannya ke dalam 56 set rancangan yang merayakan kebebasan bergerak, menyeimbangkan batas maskulinitas dan feminitas, serta mengukuhkan karakter perempuan modern yang tangguh, anggun, dan berkelas.
Dalam membedah filosofi La Garçonne, Sebastian Gunawan tidak hanya terpaku pada teks literatur, tetapi juga mengambil inspirasi dari dua bintang silent film ikonis dunia: Louise Brooks dan Clara Bow. Kedua figur ini merepresentasikan dua sisi karakter feminitas modern yang saling melengkapi Melalui gaya berbusana kedua aktris legendaris tersebut, koleksi ini membuktikan bahwa elemen maskulin dan feminin bukanlah dua hal yang saling meniadakan. Sisi feminin dan maskulin dapat berjalan berdampingan secara harmonis, menciptakan artikulasi gaya yang penuh percaya diri dan berkarakter kuat.

Koleksi SEBASTIANred 2026/2027 menyoroti kekuatan craftsmanship yang menjadi signature dari karya Sebastian Gunawan. Palet warna didominasi oleh perpaduan monokromatik hitam dan putih yang dramatis, lalu diberi aksen sentuhan warna merah berani sebagai simbol gairah, keberanian, dan keteguhan. Menyempurnakan presentasi visual di atas panggung peragaan, SEBASTIANred menjalin kolaborasi eksklusif dengan brand aksesori terkemuka, Le Ciel. Kolaborasi ini menghadirkan rangkaian aksesori yang dirancang secara khusus untuk menyelaraskan estetika LA GARÇONNE.
Rangkaian anting-anting, kalung, hingga handcrafted beaded bags buatan tangan hadir memperkaya narasi utama koleksi. Setiap porsi aksesori dirancang untuk mempertegas siluet busana, memberikan sentuhan kemewahan yang subtle namun berdampak kuat pada keseluruhan tampilan.

Melalui koleksi LA GARÇONNE, SEBASTIANred tidak sekadar meluncurkan deretan busana baru, melainkan menyampaikan statemen kebudayaan tentang posisi perempuan dalam sejarah dan masa kini. Kematangan teknik, kepekaan artistik, serta kepiawaian Sebastian Gunawan dalam mengolah narasi emansipasi era 1920-an menjadikan koleksi ini sebagai bukti nyata bagaimana mode dapat menjadi media berekspresi yang membebaskan.
Koleksi ini menjadi penghormatan bagi setiap perempuan modern: mereka yang berani melangkah keluar dari batasan konvensi, merayakan individualitasnya secara bebas, serta tampil dengan keanggunan dan kekuatan yang sejati.
