Ekspansi diplomasi mode Indonesia di Korea Selatan berlanjut melalui integrasi kekuatan kriya tradisional, pendekatan desain kontemporer, dan komitmen pembentukan rantai nilai bisnis berkelanjutan di pasar Asia.
JF3 Fashion Festival kembali mempertegas komitmennya dalam memperluas jangkauan dan daya saing industri mode Indonesia di tingkat global. Melalui partisipasi aktif pada gelaran B-Fashion x M8 Showroom di Seoul dan Busan Fashion Week 2026 di Busan, Korea Selatan, JF3 tidak hanya menghadirkan seni kriya tanah air di panggung internasional, tetapi juga membuka akses jejaring bisnis, kemitraan strategis, serta peluang kolaborasi komersial bagi para buyer dan pelaku industri di Asia.
Inisiatif internasional ini merupakan sebuah perwujudan konkret dari hubungan kerja sama yang diikat oleh JF3 bersama Pemerintah Metropolitan Busan menyusul penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada tahun 2025.

Rangkaian presentasi karya desainer Indonesia di Korea Selatan diselenggarakan dalam dua tahap terstruktur:
- B-Fashion x M8 Showroom (24–26 Oktober 2026)Berlokasi di About Project Lounge, Lotte World Tower, Seoul, sesi pameran ini menampilkan kurasi produk dari tiga jenama mode Indonesia: LAKON Indonesia, SOFIE, dan Adrie Basuki.
- Busan Fashion Week 2026 (29 Oktober 2026): Berlangsung di BEXCO (Busan Exhibition and Convention Center), Busan, panggung runway resmi ini menampilkan deretan karya berkarakter kuat dari LAKON Indonesia, SOFIE, dan Hartono Gan.
Sebagian besar busana yang dihadirkan merupakan hasil restyling dari koleksi yang sebelumnya dipresentasikan pada panggung BRI JF3 Fashion Festival 2026. Pendekatan ini menunjukkan fleksibilitas serta daya adaptasi karya desainer lokal agar tetap relevan dengan selera audiens, karakteristik ruang presentasi, dan kebutuhan pasar internasional.
Para desainer yang berpartisipasi mengusung narasi yang kuat dengan memadukan keahlian kriya tradisional dan nilai estetika kontemporer:

- SOFIE: Memperkenalkan koleksi bertajuk “INTERSECT” yang memadukan tradisi dengan dinamika gaya hidup urban. Mengaplikasikan material linen, semi-wool, katun, dan batik, SOFIE mengolah elemen lokal menjadi lini busana yang fungsional, modern, dan selaras dengan tren street culture yang diminati generasi muda Asia.
- Adrie Basuki: Menampilkan koleksi “Jantung Nadi” sebanyak 12 look pada sesi B-Fashion x M8 Showroom di Seoul. Mengusung konsep circular fashion, koleksi ini mengolah sisa tekstil menjadi material berestetika tinggi yang dipadukan dengan Batik Jantung Nadi, Kain Marmer, dan Kain Benang guna menyuarakan kesadaran akan pentingnya kesehatan jantung.
- Hartono Gan: Mengusung koleksi “HEARTBEAT” sebanyak 12 look di Busan Fashion Week. Mengambil inspirasi dari garis estetika era 1990-an, Hartono Gan menampilkan jajaran busana versatile dan gender-neutral—terdiri dari kemeja, jaket berbahan silk, celana formal-kasual, hingga setelan jas—dengan potongan siluet yang bersih, terkonstruksi, dan minimalis.
Salah satu sorotan utama pada Busan Fashion Week 2026 adalah penampilan LAKON Indonesia yang membawakan koleksi “HARSA”. Diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti kebahagiaan, HARSA merupakan kelanjutan dari eksplorasi kreatif LAKON Indonesia selama delapan tahun terakhir pascakoleksi ‘URUB‘ dan ‘Pasar Malam‘. Koleksi ini mengusung filosofi bahwa kebahagiaan tidak hanya ditemukan pada hasil akhir, tetapi juga pada seluruh proses pengerjaan dan kebersamaan yang dilalui bersama para perajin.
Di bawah arahan kreatif Irsan—yang kini memasuki koleksi kesembilannya bersama LAKON Indonesia—HARSA menghadirkan 20 look bersiluet ringan, lembut, dan elegan. Eksplorasi batik dan sulam manual diterjemahkan melalui permainan proporsi, konstruksi, serta pemanfaatan material katun, satin, dan organza.
Perjalanan HARSA dimulai dari panggung utama JF3 Fashion Festival 2026 di Jakarta, dilanjutkan dengan program re-see interaktif di Teras Lakon guna memberikan ruang bagi publik untuk mengamati detail material dan proses kriya secara mendalam, sebelum akhirnya dipresentasikan di hadapan publik Busan.

“Bagi kami, setiap presentasi merupakan bagian dari sebuah perjalanan. JF3 menjadi tempat kami memperkenalkan HARSA, kemudian melalui re-see di Teras Lakon, kami memberikan kesempatan untuk mengenal koleksi ini dengan lebih dekat. Sekarang kami membawanya ke Busan, untuk berbagi cerita yang sama dengan audiens yang lebih luas,” ujar Thresia Mareta, Founder LAKON Indonesia sekaligus Advisor JF3 Fashion Festival.
Kehadiran LAKON Indonesia di Busan Fashion Week 2026 menandai panggung Re-Entry yang signifikan setelah partisipasi pertamanya pada 31 Oktober 2025 dan keikutsertaan di HiSeoul Showroom pada awal November 2025. Konsistensi ini menunjukkan komitmen LAKON Indonesia dalam membina hubungan jangka panjang dengan ekosistem mode Korea Selatan, sekaligus bertukar perspektif dan mengeksplorasi peluang kolaborasi antardesain regional.
Langkah ini sejalan dengan tema besar “RECRAFTED: Shaping the Future” yang diusung JF3 Fashion Festival 2026. Tema tersebut menegaskan bahwa masa depan industri mode tidak hanya dibentuk oleh gagasan visual, melainkan melalui proses yang konsisten, keberanian bereksplorasi, serta penghormatan pada tradisi agar tetap relevan dalam konteks kehidupan modern.
Chairman JF3, Soegianto Nagaria, menambahkan bahwa industri mode yang tangguh membutuhkan ekosistem yang mendukung secara berkelanjutan:
“Industri fashion yang kuat membutuhkan proses dan dukungan yang konsisten berkelanjutan. JF3 berupaya menghubungkan kreativitas desainer dengan peluang bisnis dan akses pasar yang lebih luas. Kehadiran JF3 di B-Fashion x M8 Showroom dan Busan Fashion Week menjadi langkah konkret untuk mempererat hubungan dengan pelaku industri Korea Selatan.”

Didirikan pada tahun 2018, LAKON Indonesia terus berpegang pada prinsip “Drawing the Wisdom of the Past into the Future”. Bermitra dengan perajin dari berbagai daerah di Nusantara, rumah mode ini mengeksplorasi teknik batik, tenun, dan sulam untuk menghasilkan karya berestetika tinggi yang fungsional.
Selain mengembangkan lini busana, LAKON Indonesia aktif memperkuat ekosistem kreatif nasional melalui kolaborasi dan edukasi, termasuk sebagai salah satu inisiator PINTU Incubator—program kolaborasi Indonesia–Prancis yang berfokus pada pertukaran pengetahuan dan pengembangan kapasitas desainer muda. Melalui presentasi HARSA di Busan, LAKON Indonesia dan JF3 kembali membuktikan bahwa warisan kriya Nusantara memiliki ruang tumbuh yang tidak terbatas di panggung internasional.
