Tekanan hidup di perkotaan dan hiruk pikuk informasi digital kian hari kian menggerus ketenangan batin. Isu kesehatan mental, terutama di kalangan generasi muda, telah menjadi perhatian serius di zaman ini. Merespons kebutuhan esensial akan ruang jeda dan refleksi, acara bertajuk “Suara Hening” hadir sebagai oase kedamaian di tengah kota. Digelar di Ruang Palalada – Alun-Alun Grand Indonesia pada Jum’at (1/8), acara ini menjadi sebuah undangan untuk “pulang” ke diri sendiri dan mendengarkan suara hati yang sering terabaikan.
Mengusung tema “Kini Tak Perlu Berkata-Kata, Namun Cukup Diam dan Merasa”, acara ini merupakan sebuah kolaborasi transformatif antara merek aromaterapi lokal Titian, platform kesehatan mental holistik Ruang Hening, serta para praktisi healing. Acara ini sendiri memiliki tujuan untuk mengajak setiap individu untuk hadir sepenuhnya bagi diri sendiri, merasakan, dan memahami tanpa penghakiman.

Sesi dibuka oleh Astrid Hendrawati, Life Coach yang dikenal dengan pendekatan empatiknya, membimbing para peserta untuk mengenali berbagai pola stres tersembunyi. Ia menekankan pentingnya untuk sejenak ‘mematikan’ suara luar serta mendengarkan apa yang dirasakan oleh diri sendiri. Para peserta turut diajak untuk mengeksplorasi diri melalui Points of You®, sebuah metode visual inovatif berbasis kartu gambar. Pendekatan ini dirancang untuk membuka perspektif baru tentang emosi dan situasi hidup.
Sebagai puncak sesi, Anggia Hapsari selaku Sound Healing Facilitator, memimpin pengalaman suara mendalam menggunakan Himalayan singing bowls. Getaran dan frekuensi yang dihasilkan menstimulasi relaksasi, memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk pulih secara alami, sejalan dengan keyakinan dirinya bahwa terkadang kita hanya butuh diam untuk dipulihkan oleh resonansi keheningan.
Selama sesi berlangsung, pengalaman sensorik juga dihadirkan melalui Titisan Experience. Para peserta dapat merasakan aroma alami dari minyak atsiri khas perkebunan Indonesia. Beragam aroma seperti jahe, lada hitam, kayu putih, dan minyak lawang diformulasikan khusus untuk merelaksasi sistem saraf, membantu tubuh dan pikiran kembali hadir secara lembut.
“Kami percaya bahwa aroma adalah bahasa halus yang bisa menyentuh jiwa. Di tengah stres yang melanda, aroma dapat menjadi jangkar untuk ketenangan. Melalui Titian, kami ingin menghadirkan pengalaman sensorik yang membantu peserta lebih terhubung dengan dirinya,” ujar Irena Adriana, General Manager Titisan.

Sebagai mitra kolaboratif, Ruang Hening meyakini bahwa keheningan adalah jalan untuk kembali ke diri sendiri, bukan sebuah pelarian. Platform kesehatan mental holistik ini melihat acara “Suara Hening” sebagai wujud nyata dari ajakan mereka untuk berinvestasi pada kesehatan mental dengan berani kembali pada diri sendiri.
Terbuka bagi siapa pun yang ingin terhubung kembali dengan diri, sesi 2,5 jam ini tidak mensyaratkan latar belakang healing apa pun. Acara ini juga dirancang secara intimate dengan membatasi jumlah peserta hingga 10 hingga 20 individu.
Sesi “Suara Hening” didukung penuh oleh Alun Alun Indonesia, Titisan, Ruang Hening, Kin + Ally, BrewCha, dan Three International.
