Posted in

Technogym Membawa Cara Baru Memahami Performa ke Indonesia

Lewat Performance Lab, pengalaman latihan berbasis data, hingga sesi hybrid training bersama Jennifer Bachdim, Technogym menunjukkan bahwa memahami tubuh bisa menjadi langkah pertama menuju performa yang lebih baik.

Apa yang membuat sebuah workout efektif?

Jawabannya mungkin tak lagi sesederhana seberapa berat beban yang diangkat atau berapa lama waktu yang dihabiskan di gym. Di tengah semakin personalnya dunia fitness dan wellness, memahami bagaimana tubuh bekerja justru menjadi bagian yang semakin penting dari cara kita berlatih.

Gagasan tersebut menjadi benang merah kehadiran Technogym di Indonesia Sports Summit 2026, yang berlangsung pada 11–13 September di Jakarta Convention Center, Senayan. Alih-alih sekadar menghadirkan deretan fitness equipment, brand asal Italia ini menciptakan dua pengalaman berbeda melalui Technogym Performance Lab dan Technogym Arena—satu mengajak pengunjung mengenali tubuh, sementara yang lain mengajak mereka langsung bergerak.

Courtesy of Technogym

Kenali Tubuh, Baru Bergerak

Di Technogym Performance Lab, premisnya sederhana: performa yang lebih baik dimulai dengan memahami tubuh. Pengunjung dapat mencoba ‘Technogym Checkup‘ dan ‘Biostrength REV‘, dengan pendekatan yang membawa data ke dalam pengalaman fitness secara lebih praktis. Biostrength REV, misalnya, memadukan pengukuran strength berbasis riset dengan teknologi latihan untuk melihat aspek seperti kekuatan, power, dan rentang gerak. Data tersebut kemudian dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan seseorang, area yang masih dapat ditingkatkan, hingga bagaimana strategi latihan bisa dibuat lebih personal. 

Dalam dunia wellness yang sering bergerak cepat dari satu workout tren ke tren berikutnya, pendekatan ini terasa cukup menyegarkan. Teknologi tidak hadir untuk membuat olahraga terasa semakin kompleks, tetapi untuk menjawab pertanyaan yang sebenarnya sangat personal: apa yang tubuh saya butuhkan?

Dari Data ke Movement

Jika Performance Lab adalah tempat untuk mengenali tubuh, Technogym Arena menjadi tempat untuk melihat bagaimana pemahaman tersebut diterjemahkan menjadi gerakan. Sepanjang acara, arena diisi dengan fitness classes, sesi latihan atlet, hingga aktivitas yang berfokus pada performa. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah ‘Workout With Jenn’, sesi bersama Jennifer Bachdim, Brand Ambassador Technogym Indonesia.

Courtesy of Technogym

Dalam sesi hybrid training tersebut, Jennifer mengajak peserta melewati rangkaian latihan yang menggabungkan strength dan endurance, termasuk weighted sled push walk, rowing, Romanian deadlift, hingga step-up. Jennifer sendiri menyebut hybrid training sebagai salah satu jenis workout favoritnya.

Di sinilah konsep yang diperkenalkan Technogym terasa lebih hidup. Performa tidak hanya dibicarakan lewat angka di layar, tetapi langsung diuji lewat movement—bagaimana tubuh mendorong, menarik, mengangkat, dan mempertahankan tenaga.

Rangkaian programnya pun tidak berhenti di sana. Technogym menghadirkan running assessment dan strength training untuk membantu peserta memahami pola gerak tubuh serta kaitannya dengan performa. Performance Lab juga menjadi tempat seorang mantan Olympian angkat besi Indonesia mencoba ‘Technogym Wellness Assessment’ untuk memperoleh gambaran lebih menyeluruh mengenai kondisi fisiknya.

Ketika Fitness Menjadi Lebih Personal

Yang menarik dari keseluruhan pengalaman ini bukan semata kecanggihan teknologinya, melainkan bagaimana Technogym mencoba membuat sesuatu yang dahulu terasa sangat performance-driven menjadi relevan untuk lebih banyak orang.

Seorang atlet mungkin ingin meningkatkan power. Seorang runner ingin memahami gerak tubuhnya. Sementara orang lain mungkin hanya ingin menjadi sedikit lebih kuat untuk menjalani keseharian. Tujuannya berbeda, sehingga cara berlatihnya pun tidak harus sama.

Courtesy of Technogym

Technogym sendiri telah lama mengembangkan ekosistem yang menghubungkan smart equipment, teknologi digital, konten, dan layanan untuk menciptakan pengalaman latihan yang lebih personal. Saat ini, menurut perusahaan, lebih dari 55 juta orang menggunakan Technogym di lebih dari 85.000 wellness centres dan 400.000 rumah pribadi di berbagai negara. Brand ini juga telah menjadi Official Supplier dalam sepuluh penyelenggaraan Olimpiade terakhir.

Namun di Jakarta akhir pekan itu, skalanya terasa jauh lebih dekat.

Dari assessment sebelum berlatih hingga energi sebuah hybrid workout bersama Jennifer Bachdim, Technogym memperlihatkan satu hal: teknologi terbaik dalam fitness mungkin bukan yang membuat kita sekadar bergerak lebih keras, tetapi yang membantu kita memahami mengapa dan bagaimana kita bergerak.

Dan ketika tubuh semakin dipahami, workout pun menjadi sesuatu yang jauh lebih personal.