Posted in

 ‘The Intelligence of Surfaces’: Inovasi Desain Lamitak di Jia CURATED 2026

Menandai perjalanan 25 tahun inovasi, Lamitak menghadirkan pameran imersif berbasis arsitektur dengan Inspirasi Alam di Jia CURATED 2026.

Bagaimana jika material pelapis tidak lagi sekadar menjadi opsi pengganti konvensional – melainkan sebagai sebuah sistem material independen yang memiliki karakter, nilai, dan pendekatan desain tersendiri?

Hal ini menjadi sorotan utama dalam pameran imersif bertajuk “The Intelligence of Surfaces” yang dihadirkan oleh Lamitak sebagai Main Partner dalam gelaran desain internasional Jia CURATED 2026. Berlangsung pada 13–17 Agustus 2026 di Pantai Pengembak, Sanur – Bali, pameran ini sekaligus menandai perayaan 25 tahun kiprah Lamitak dalam mengembangkan solusi material permukaan interior di Asia dan pasar global.

Mengusung tema besar Nature Weave dari Jia CURATED 2026, Lamitak menggandeng studio arsitektur ternama berbasis Bali, DDAP Architect, untuk menerjemahkan filosofi material ke dalam bentuk perjalanan ruang (spatial journey). Alih-alih menampilkan produk secara konvensional, paviliun pameran ini mengeksplorasi hubungan mendalam antara inspirasi alam, proses rekayasa desain, hingga penerapannya dalam kebutuhan ruang modern.

Courtesy of Lamitak

Di pusat narasi pameran, pengunjung diajak mendalami konsep Reframing Material Truth. Konsep ini menegaskan bahwa laminate tidak diposisikan sebagai “lawan” dari material alami, melainkan sebuah bentuk evolusi permukaan yang terinspirasi dari alam dan dirancang presisi untuk menjawab tantangan masa kini.

“Perjalanan kami bersama Lamitak berangkat dari keinginan untuk memahami material secara lebih mendalam, tidak hanya dari hasil akhirnya. Kami menemukan kesamaan visi yang berakar pada kejujuran material, ekspresi, dan keyakinan bahwa desain memiliki makna lebih dari sekadar tampilan. Paviliun Reframing Material Truth mengajak pengunjung melihat kembali asumsi yang ada dan menemukan nilai dasar sebuah material.”

Perwakilan DDAP Architect

Melalui pengamatan terhadap tekstur kain, kehangatan kayu, hingga struktur batu alami, eksplorasi material Lamitak diterjemahkan menjadi solusi permukaan yang menawarkan konsistensi, daya tahan, dan keandalan tinggi bagi spesifikasi arsitektural.

Didirikan di Singapura pada tahun 2001, partisipasi Lamitak pada Jia CURATED 2026 mencerminkan komitmennya untuk memfasilitasi pendekatan desain yang lebih bertanggung jawab dan terarah bagi para desainer interior, arsitek, maupun pengembang (developer).

“Ke depan, pengembangan material bukan tentang meniru alam, tetapi bagaimana kita belajar darinya. Di Lamitak, kami menerjemahkan inspirasi alami menjadi material permukaan yang dirancang untuk kebutuhan masa kini. Kami percaya laminate perlu dipahami berdasarkan nilai dan fungsinya sendiri, bukan sekadar sebagai alternatif.”

Alexander Tan, Co-Founder Lamitak.

Courtesy of Lamitak

Melalui kehadiran instalasi The Intelligence of Surfaces, Lamitak memberikan kontribusi pemikiran baru di dunia desain: bahwa material permukaan bukan sekadar finishing layer, melainkan bagian dari sistem arsitektural yang membentuk karakter ruang, memperkaya pengalaman sensorik, dan mendukung keberlanjutan masa depan desain.