“The Legacy of Style”: Jakarta Fashion Week 2026 Sukses Rayakan Warisan Budaya dan Regenerasi Mode Indonesia

4 min read

Pekan mode terbesar di Tanah Air, Jakarta Fashion Week (JFW) 2026, telah sukses diselenggarakan di City Hall Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, pada 27 Oktober hingga 2 November 2025. Mengusung tema utama “The Legacy of Style”, JFW tahun ini menjadi panggung perayaan atas warisan kreativitas, keberagaman, dan kesinambungan antara desainer senior dan talenta muda.

Acara pembukaan resmi menandai dimulainya sepekan penuh perayaan kreativitas dan gaya, dibuka dengan sambutan dari Svida Alisjahbana, CEO GCM Group sekaligus Chairwoman Jakarta Fashion Week.“Tahun ini lebih dari seratus desainer tampil di panggung, dari nama-nama besar hingga bakat baru dari ajang Lomba Perancang Mode, Fashion Force Awards, dan tentu saja Dewi Fashion Knights yang selalu dinantikan,” ujar Svida.

Courtesy of dandy.hendrata@gmail.com

Menampilkan lebih dari 100 desainer lokal dan internasional, JFW 2026 memamerkan sekitar 1.800 looks. Secara garis besar, tema warisan budaya diwujudkan melalui Modernisasi Tekstil Nusantara di mana banyak desainer senior dan established menampilkan interpretasi baru atas busana tradisional Indonesia. Wastra Nusantara seperti tenun, songket, dan batik diolah dengan siluet modern, tailoring tegas, dan tekstur kontemporer, menjadikan warisan budaya tampil lebih urban dan relevan.

JFW 2026 dibuka dengan finalis Lomba Perancang Mode (LPM) 2025 yang menampilkan visi segar atas tema “Past, Present, Future”. Peragaan ini menjadi simbol kesinambungan, mempertemukan desainer dengan pengalaman lebih dari 30 tahun hingga generasi baru dengan pengalaman 0–5 tahun. Desainer seperti Christie Basil, Jan Sober, dan STUDIO JEJE menampilkan eksplorasi siluet dramatis, tailoring futuristik, dan detail beading yang menandai arah mode Indonesia yang berani.

Beragam desainer & koleksi penting seperti Sapto Djojokartiko, Tangan Prive, Toton, TULOLA, KRATON by Auguste Soesastro, Sebastian Gunawan menghadirkan koleksi yang kaya eksplorasi material lokal dengan craftsmanship tinggi dalam DEWI Fashion Knights. Isu penting dalam duni fashion seperti kepedulian lingkungan dibawakan oleh brand Sejauh Mata Memandang melalui koleksi ‘Larung’ yang menggunakan isu lingkungan (waste textile) sebagai medium untuk menyampaikan pesan pelestarian laut, sementara kecanggihan teknologi dalam fashion ditampilkan para desainer yang terdiri dari Danjyo Hiyoji, Othman Id, Callie Homme, PEAU dan Official Smartphone Partner JFW 2026, Infinix melalui fashion show bertajuk “Fragment of Anomaly”.

Courtesy of dandy.hendrata@gmail.com

Salah satu sorotan utama JFW 2026 adalah inisiatif ASEAN Fashion Parade, yang mempertemukan desainer dari kawasan Asia Tenggara dalam satu panggung kolaborasi. Parade ini bertujuan memperkuat kolaborasi mode antarnegara Asia Tenggara dan menunjukkan kekuatan visual regional melalui karya para desainer ASEAN yang terdiri dari Semaruja (Indonesia), Francis Libiran (Filipina) dan Frederick Lee (Singapura).

Penutup Penuh Makna JFW 2026 ditutup lewat peragaan busana khas Nusantara, menegaskan komitmen untuk menciptakan sejarah baru dan meneguhkan posisi Jakarta sebagai salah satu pusat mode di Asia Tenggara. Selain pertunjukan utama, JFW juga menghadirkan program edukatif dan komersial seperti Fashionlink, DEWI’s Luxe Market, dan DEWI Fashion Knights.

Melalui kurasi yang berani, JFW 2026 berhasil memposisikan fashion Indonesia sebagai kekuatan yang berakar pada budaya, namun berorientasi ke masa depan. Para desainer senior terus menjadi penjaga kualitas craftsmanship – sementara desainer muda dari LPM dan JMFW menunjukkan bahwa isu keberlanjutan dan modernisasi budaya dapat berjalan beriringan.

Inisiatif seperti Fashionlink, DEWI’s Luxe Market, dan program edukatif lainnya turut memperkuat JFW sebagai ekosistem mode yang tidak hanya menjual estetika, tetapi juga memajukan industri secara komersial dan berkelanjutan. JFW 2026 berhasil menciptakan sejarah baru, meneguhkan posisi Jakarta sebagai salah satu pusat mode yang penting di kawasan Asia Tenggara.

Courtesy of dandy.hendrata@gmail.com

Secara keseluruhan, Jakarta Fashion Week 2026 sukses membuktikan bahwa warisan budaya Nusantara bukanlah sekadar arsip masa lalu, melainkan fondasi yang hidup bagi inovasi. Melalui modernisasi wastra, eksplorasi motif, dan pengolahan material lokal, para desainer menegaskan bahwa identitas Indonesia adalah sumber inspirasi tak terbatas yang relevan di kancah global.

Sebagai event fashion terbesar dan paling berpengaruh di Ibu Kota, JFW memiliki peranan krusial sebagai katalisator industri yang bukan hanya menampilkan tren, tetapi juga menciptakan sejarah baru bagi fashion Tanah Air. JFW berhasil menyediakan platform komersial dan kreatif yang memfasilitasi regenerasi demi memastikan bahwa “The Legacy of Style” tidak hanya dirayakan di atas panggung, tetapi juga diwariskan kepada generasi desainer berikutnya, menempatkan Indonesia pada peta mode global yang diperhitungkan.

You May Also Like

More From Author