Sebuah pencapaian gemilang kembali diraih anak bangsa di dunia perfilman. Film aksi terbaru besutan sutradara ternama, Timo Tjahjanto yang berjudul “The Shadow Strays” meraih sukses di pemutaran perdananya pada ajang Toronto International Film Festival (TIFF) pada Minggu (15/9).
Ditayangkan pada program ‘Midnight Madness’ – sebuah program khusus TIFF yang menayangkan deretan film bertema horror, aksi, thriller dan cult, “The Shadow Strays” berhasil mendapatkan tepuk tangan serta standing ovation dari penonton. Menghadirkan adegan laga intens dengan ritme tanpa henti, film berdurasi 144 menit ini menjadi salah satu pemutaran perdana TIFF yang wajib disaksikan di tahun ini.

Sebagai seorang sutradara visioner yang menghasilkan sejumlah film populer di ranah internasional seperti “The Night Comes for Us” dan “Headshot”, Timo Tjahjanto mendobrak batasan genre dengan menghadirkan “The Shadow Strays” yang bertema aksi/thriller sarat adrenalin. Menampilkan aktris Aurora Ribero dan Hana Malasan sebagai bintang utama, film ini menyuguhkan pengalaman sinematik yang mendebarkan.
“Dengan The Shadow Strays, saya ingin mendorong batasan sinema laga, menciptakan sesuatu yang mendebarkan sekaligus emosional. Melihat respons penonton di TIFF Midnight Madness adalah pengalaman yang tak terlupakan,” ungkap sang sutradara.

Dikenal dengan film-film yang ‘berani’ dan mendorong batas, program ‘Midnight Madness’ di TIFF selalu menampilkan sejumlah film yang mendefinisikan genre dan “The Shadow Strays” berhasil menggenapi hal tersebut. Penampilan apik duo Aurora Ribero dan Hana Malasan sebagai pemeran utama yang disertai koreografi laga yang memukau dan juga alur cerita yang tangkas berhasilmembuat penonton terkesima dan tegang selama pemutaran berlangsung.
“The Shadow Strays” sendiri bercerita mengenai upaya seorang pembunuh bayaran muda bernama ’13’ yang menyelamatkan seorang anak kecil yang diculik oleh sindikat kejahatan. Selain alur cerita yang menarik, film ini menjadi bukti keahlian Timo Tjahjanto menggabungkan aksi berskala besar dengan sederet momen intim yang berfokus pada karakter.
