“Masa lalu tidak dapat dirubah, tetapi seseorang dapat berubah”. Itulah kalimat yang The Societies kerap jumpai ketika melihat sejumlah postingan mengenai film “Sore: Istri dari Masa Depan” di berbagai platform media sosial. Diangkat dari serial web populer berjudul sama, film ini menawarkan kisah romansa epik yang jarang dihadirkan di layar perak.
Diproduseri oleh Suryana Paramita dan disutradarai oleh Yandy Laurens (“Jatuh Cinta Seperti Di Film-Film”, “Keluarga Cemara”), film “Sore: Istri dari Masa Depan” menjadi produksi mandiri perdana Cerita Films. Film ini akan membawa penggemar setia pada kisah Jonathan (Dion Wiyoko) dan Sore (Sheila Dara) dalam kemasan baru yang lebih epik, namun tetap menghadirkan unsur nostalgia melalui beberapa soundtrack yang telah melekat serta adegan dan dialog ikoniknya.

Film “Sore: Istri dari Masa Depan” akan mengikuti kisah seorang perempuan bernama Sore yang datang dari masa depan dengan satu tujuan: mengubah kebiasaan buruk dan gaya hidup Jonathan agar menjadi lebih baik sebelum terlambat. Namun, saat Sore mengungkap rahasia masa depan, sesuatu yang tak terduga terjadi.
“Alasan membuat Sore: Istri dari Masa Depan menjadi film layar lebar, karena sebagai individu saya juga mengalami banyak perubahan. Ketika pertama kali cerita ini dibuat pada 2016 dan tayang pada 2017, saat itu saya ingin bercerita tentang makna dan penerimaan dalam relasi. Namun, setelah saya melewati banyak dinamika dalam hubungan dan sekarang berkeluarga, saya menerima banyak hikmah tentang arti penerimaan, berbeda sekali dengan saat itu yang masih bujang. Itulah yang menggerakkan saya, untuk kembali menceritakan Sore: Istri dari Masa Depan dengan kedalaman dan makna yang baru, makna cinta dan penerimaan dari seorang istri,” ujar penulis dan sutradara film, Yandy Laurens.
“Sore: Istri dari Masa Depan” menghadirkan kisah romansa yang dekat dengan banyak pasangan. Bagaimana seseorang yang menginginkan perubahan dari pasangannya menjadi yang lebih baik dalam hidup mereka. Dinamika tokoh Sore yang berusaha keras membawa perubahan pada hidup Jonathan, yang sebenarnya juga masih memiliki sesuatu yang belum selesai dalam hidupnya membuat penonton merasa akrab dengan hal serupa yang terjadi di kehidupan nyata.

Selain cerita yang menyentuh, film ini memperlihatkan pemandangan indah dari Jakarta, Kroasia, dan Finlandia lewat hamparan es yang dingin, aurora dan sunset yang indah, serta lanskap rural Eropa yang memanjakan mata. Dikemas dengan pendekatan segar khas gaya penceritaan Yandy Laurens, kita akan menyaksikan kisah romansa epik yang memberikan level baru pada genre drama romansa Indonesia.
Melalui film “Sore: Istri dari Masa Depan” , tak hanya ceritanya yang mengajak pasangan untuk berubah menjadi lebih baik, namun film ini juga mengajak kita untuk selalu memberikan yang terbaik dari diri kita di setiap momen karena waktu tidak dapat diputar kembali.
