Kuliner Nusantara dan Asmara di “Luka, Makan, Cinta”

3 min read

Netflix Indonesia memperkenalkan serial orisinal terbaru bertajuk “Luka, Makan, Cinta” dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Semaja, Jakarta Pusat pada Rabu (15/4). Serial karya sutradara ternama, Teddy Soeria Atmadja ini menghadirkan sebuah perjalanan emosional yang memadukan estetika kuliner Nusantara dengan drama keluarga yang mendalam.

Dirancang sebagai film layar lebar di awal pembuatannya, “Luka, Makan, Cinta” berkembang menjadi serial delapan episode yang memberikan ruang lebih luas bagi pengembangan karakter. Serial ini menceritakan tokoh Luka (Mawar Eva de Jongh) – seorang koki muda ambisius yang bermimpi memimpin restoran legendaris milik keluarganya, Umah Rasa. Namun, konflik memuncak saat sang ibu, Sari (Sha Ine Febriyanti) yang justru memberikan kepercayaan posisi head chef kepada seorang pendatang baru, Dennis (Deva Mahenra).

Courtesy of Netflix

“Gagasan awalnya adalah tentang ibu dan anak yang belum mengenali satu sama lain dengan baik meskipun bekerja di lingkungan yang sama. Dinamika di dapur restoran menambah rasa dan karakter yang kuat bagi cerita ini,” ujar Teddy Soeria Atmadja. Untuk menjaga autentisitas adegan, para kru dan pemeran berkolaborasi erat dengan food stylist dan food designer. Mereka menjalani workshop memasak intensif agar setiap detail proses pengolahan makanan di dapur terlihat apik dan profesional di kamera.

Mawar Eva de Jongh menjelaskan bahwa ketegangan antara tokoh Luka dan ibunya berasal dari perbedaan prinsip dan gaya asuh. Mawar memberikan perumpamaan unik terkait hubungan rumit tersebut. “Hubungan Luka dan Ibu Sari itu seperti lengkuas dalam masakan rendang. Sering dihindari saat makan, namun kehadirannya mutlak dibutuhkan untuk menciptakan rasa yang sempurna,” ungkap Mawar.

Sementara Sha Ine Febriyanti yang berperan sebagai Sari, mendeskripsikan karakternya sebagai sosok ibu yang mendidik dengan keras demi mempersiapkan masa depan anaknya. “Sari adalah akar dari kompleksitas perjalanan Luka. Ia terlihat galak dan ambisius, namun seluruh dedikasinya adalah untuk keberlangsungan Umah Rasa,” tambah Ine.

Courtesy of Netflix

Kehadiran tokoh Dennis yang diperankan oleh Deva Mahenra menambah bumbu rivalitas dalam serial ini. Dennis datang dengan ambisi besar untuk meraih bintang Craft—sebuah pencapaian tertinggi dalam dunia kuliner—yang secara tidak langsung menghalangi harapan Luka. Melalui pengalaman syuting yang intens di lingkungan dapur yang panas dan penuh tekanan, Deva mengungkapkan rasa hormatnya yang mendalam terhadap profesi koki. “Setelah mendalami perjuangan menghadapi kehidupan dapur yang chaotic dan tuntutan untuk multitasking, saya ingin menyampaikan rasa hormat setinggi-tingginya untuk semua chef,” ujar Deva.

Selain menonjolkan konflik dan kuliner, serial ini juga diperkuat oleh penampilan dari Adipati Dolken dan Asmara Abigail. Dengan visual makanan yang menggugah selera dan narasi yang terasa dekat dengan keseharian, Luka, Makan, Cinta diharapkan menjadi tontonan favorit baru yang menghibur sekaligus reflektif.

Courtesy of Netflix

“Luka, Makan, Cinta” telah tayang secara global pada 15 April 2026, eksklusif hanya di Netflix.

You May Also Like

More From Author