Pernyataan tentang musik adalah sebuah bahasa universal yang dapat dipahami siapapun menjadi nyata adanya melalui persembahan terbaru dari penyanyi Brigitta Sriulina Beru Meliala yang dikenal dengan Idgitaf. Melalui album terbarunya, ‘Mengudara’, sang penyanyi menciptakan ruang dengar tanpa batas bagi para penggemarnya, salah satunya melalui pertunjukan musik inklusif yang sudah jarang dilakukan oleh para penyanyi generasi muda dewasa ini.
Dalam pertunjukan yang berjudul ‘Mengudara Bersama Teman Tuli’ tersebut, penyanyi yang akrab disapa Gita ini menyajikan sebuah pertunjukan inklusif melalui nyanyian dan komunikasi menggunakan bahasa isyarat yang ia pelajari bersama komunitas Sunyi Academy. Dihadiri oleh ‘Teman Tuli’ dan ‘Teman Dengar’, pertunjukkan yang diadakan di Sunyi Coffee (tempat komunitas Sunyi Academy yang memfasilitasi beragam pelatihan untuk teman difabel ataupun beragam teman yang ingin mempelajari bahasa isyarat) pada Minggu (4/5) lalu terasa hangat dan akrab.

Pertunjukan ‘Mengudara Bersama Teman Tuli’ sukses menghadirkan 100 orang Teman Tuli yang tidak dipungut biaya serta turut menjadikan Teman Tuli lainnya sebagai bagian dari pertunjukan maupun kepanitiaan acara. Selain Idgitaf yang tampil menghibur, beberapa Teman Tuli maupun Teman Dengar pun turut tampil, diantaranya adalah Adelia dari Pop Joy Sign yang membacakan puisi, pertunjukan teater oleh Teater 7, pertunjukan tari dari Dhea Seto dan penampilan visual vernacular oleh Pop Joy Sign.
Pengalaman pribadinya tentang keterbatasan pendengaran lah yang membuat Gita memilih untuk memulai misi ini bersama komunitas Teman Tuli. “Aku terlahir dalam kondisi daun telinga kanan yang tidak sempurna. Semenjak aku tahu bahwa kelainan itu dinamakan Microtia, aku tergerak untuk memberi penghiburan untuk orang-orang yang punya kasus lebih berat daripada aku, yaitu komunitas Tuli.”, ungkap penyanyi berusia 22 tahun ini.

‘Mengudara’ sendiri merupakan album perdana Idgitaf yang berisikan total sembilan buah lagu yang dirilis pada 28 Juli 2023. Melalui album ini, sang penyanyi menyuarakan proses perjalanan menuju dewasa yang mewakili kegelisahan generasinya dan pengalaman yang lekat dengan para pendengarnya.
