Posted in

Dedikasi dan Detail dalam Koleksi “HARSA”

Mengusung siluet daily wear deluxe, HARSA mempertegas arah masa depan fashion Indonesia yang berakar pada kekuatan craftsmanship.

Di tengah dinamika industri global yang menuntut kecepatan, LAKON Indonesia mengajak pencinta mode untuk merayakan aspek yang tak dapat dipercepat: waktu, keterampilan, dan kesabaran melalui koleksi terbarunya, “HARSA”. Koleksi ini menjadi bentuk penghormatan tinggi kepada para pembatik, pembordir, penjahit, serta seluruh perajin lokal yang terlibat di balik layar.

Diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti “kebahagiaan”, HARSA merupakan kelanjutan dari rekam jejak eksplorasi LAKON Indonesia setelah koleksi “Urub” dan “Pasar Malam”. Jika Urub mengusung pendar semangat dan Pasar Malam merayakan ruang temu antarmanusia, maka HARSA hadir sebagai refleksi untuk menikmati perjalanan, menghargai proses, dan mensyukuri setiap karya yang lahir darinya.

Courtesy of JF3

“Selama delapan tahun membangun LAKON Indonesia, saya belajar bahwa kebahagiaan tidak hanya datang ketika sebuah karya selesai. Kebahagiaan justru hadir dalam setiap proses yang kami jalani. Sebuah karya tangan membutuhkan waktu, kesabaran, ketelitian, dan hati. Melalui HARSA, kami ingin merayakan proses tersebut,” ujar Thresia Mareta, Founder LAKON Indonesia, Co-Initiator PINTU Incubator, dan Advisor to JF3 Fashion Festival.

Seperti beberapa tahun sebelumnya, koleksi kali ini berada di bawah arahan Creative Director Irsan. Menandai koleksi kesembilannya bersama LAKON Indonesia, Irsan membawa arah estetika yang berbeda. Jika sebelumnya ia mengeksplorasi ranah streetwear, pada koleksi “HARSA”, Irsan menyajikan siluet yang lebih lembut, ringan, dan elegan yang bergerak dari kategori daily wear menuju daily wear deluxe. Tidak hanya menghadirkan dedikasi dan detail, peragaan ini menandai babak baru dalam perjalanan kreatif LAKON Indonesia, sekaligus menegaskan perkembangan karya tangan tradisional Indonesia melalui bahasa desain yang modern dan kontemporer.

Courtesy of JF3

Satu hal yang menjadi sorotan dalam presentasi HARSA adalah hadirnya sentuhan kolaborasi internasional bersama Euneun, merek tas asal Korea Selatan yang dikenal dengan pendekatan desain fungsional dan elegan. Koleksi tas Euneun melengkapi deretan tampilan di atas runway, melahirkan dialog visual yang berfokus pada kualitas dan karakter desain. Anggota girlband ternama asal Korea Selatan, T-ARA yang juga merupakan pendiri brand Euneun, Hahm Eun-jung, turut hadir secara langsung di Jakarta untuk mengikuti konferensi pers dan menyaksikan panggung penutupan BRI JF3 Fashion Festival 2026.

Sinergi ini mempertegas ruang pertukaran budaya antara industri mode Indonesia dan Korea Selatan. Bagi LAKON Indonesia, pertukaran tersebut tidak selalu diwujudkan melalui produk rancangan bersama, tetapi juga melalui apresiasi mutual terhadap craftsmanship dan standar kualitas masing-masing negara.

Courtesy of JF3

Sebagai persembahan penutup, HARSA turut mencerminkan semangat utama festival bertajuk “RECRAFTED: Shaping the Future”. LAKON Indonesia sekali lagi membuktikan bahwa masa depan industri fashion tanah air dibangun secara konsisten—bukan dalam semalam—melainkan melalui dedikasi jangka panjang, kolaborasi lintas batas, serta penghormatan pada akar budaya nasional.