Posted in

Restorasi Taman Terbuka dan Kekayaan Kuliner Nusantara di JimBARan Lounge

Melalui konsep taman terbuka yang ditata ulang dan peluncuran menu Indonesian Culinary Heritage, destinasi ini menawarkan ruang perlindungan yang tenang di tengah hiruk-pikuk ibu kota.

Di tengah dinamika kota Jakarta yang bergerak tanpa henti, menemukan ruang untuk sejenak memperlambat langkah kini menjadi sebuah kemewahan tersendiri. Menjawab kebutuhan tersebut, AYANA Midplaza Jakarta secara resmi memulai babak baru dengan memperkenalkan transformasi total dari JimBARan Lounge.

Tersembunyi di tengah rimbunnya lanskap hotel, wajah baru JimBARan Lounge hadir sebagai sebuah oase urban yang elegan. Destinasi ini mengusung filosofi jangka panjang AYANA dalam menghadirkan sanctuary bagi para tamu untuk melepas diri sejenak dari penatnya ibu kota, kembali terhubung dengan diri sendiri maupun orang terdekat, tanpa harus meninggalkan pusat kota.

Courtesy of AYANA Midplaza Jakarta

Mengawali transformasi ini, JimBARan Lounge meluncurkan “Indonesian Culinary Heritage”, sebuah kurasi menu makanan terbaru yang terinspirasi langsung oleh kekayaan dan keaslian cita rasa Nusantara lintas generasi.

Tidak hanya sekadar menciptakan interpretasi modern yang mengubah struktur rasa, menu ini justru merayakan keaslian rasa tradisional yang disajikan secara elegan melalui craftsmanship tinggi serta perhatian mendalam terhadap setiap detail. Petualangan rasa ini merangkum kekayaan rempah mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi, Flores, hingga Madura.

Beberapa hidangan andalan yang menjadi sorotan utama meliputi:

Udang Galah Bakar JimBARan: Dimasak menggunakan tungku kayu tradisional dengan inspirasi hidangan laut khas Bali.

Mie Goreng Tanah Rencong: Menampilkan karakteristik kepekatan rempah khas Aceh.

Courtesy of AYANA Midplaza Jakarta

Sate Maranggi Daging Wagyu: Menggunakan potongan daging premium yang dipanggang langsung di atas bara api.

Gulai Betis Kaki Domba Muda: Dimasak secara perlahan (slow-cooked) dalam kuah santan dan kunyit kaya rempah.

Perjalanan kuliner ini disempurnakan dengan enam pilihan sambal khas Nusantara yang diracik khusus, serta hidangan penutup bernuansa nostalgia yang dipadukan bersama es krim artisan berbahan lokal seperti kopi Toraja, vanila Ambon, dan coklat Jembrana.

Selain kekuatan kuliner, perubahan paling signifikan terlihat pada area taman terbuka yang kini kembali dibuka setelah melalui proses pembaruan selama beberapa bulan.

Kombinasi elemen fisik ini menjadikan area luar ruangan JimBARan Lounge sebagai salah satu hidden gem terbaik di kawasan koridor bisnis Sudirman, baik untuk agenda makan siang santai, tradisi afternoon tea, cocktail saat matahari terbenam, hingga makan malam yang intim.

“Di AYANA, kami selalu percaya bahwa kemewahan sejati bukanlah tentang kemegahan, melainkan tentang bagaimana sebuah tempat mampu menghadirkan perasaan yang berkesan bagi setiap tamunya. Melalui transformasi JimBARan Lounge, kami ingin menciptakan sebuah tempat beristirahat yang tersembunyi, di mana setiap orang dapat secara alami memperlambat langkah,” ujar Morris Tiedemann, General Manager AYANA Midplaza Jakarta.

Melalui penyempurnaan menyeluruh ini, JimBARan Lounge menegaskan komitmen berkelanjutan AYANA Midplaza Jakarta dalam merayakan identitas budaya Indonesia, sekaligus menawarkan ruang di mana percakapan bisnis terasa lebih bermakna dan sore hari berjalan sedikit lebih lambat di jantung ibu kota.