Mengenal Daniel Wellington Lebih Dekat Bersama Natis Johansson dan Erick Susanto

5 min read

Mendengar nama Daniel Wellington, sejenak terlintas di pikiran Anda adalah jam tangan versatile yang sering menjadi salah satu simbol dari kehidupan sosial serta tren anak muda. Sejak 2012, brand jam tangan asal Swiss ini telah berhasil menguasai pasar Indonesia dengan kualitas serta tetap mempertahankan DNA sebagai produk easy-to wear dengan desain timeless.

Di dalam acara peluncuran koleksi Autumn/Winter 2024 yang dihelat di Common Grounds Terra & Menteng Tennis Club pada 19 September, The Societies berkesempatan berbincang satu meja dengan Natis Johansson, SEA Commercial Manager dari Daniel Wellington dan Erick Susanto sebagai CEO dari The Watch Co. Selama 30 menit, kami berkesempatan untuk mengenal lebih dekat dan mengetahui rahasia kesuksesan Daniel Wellington di Indonesia serta mengapa jam tangan ini berbeda dengan produk lain yang setara di marketnya.

Melihat kesuksesan tersebut, tentunya, kami memulai perbincangan dengan bertanya bagaimana awal dari Erick Susanto memutuskan untuk membawa Daniel Wellington ke market jam tangan di Indonesia. Menurut sang CEO, semua berawal dari tahun 2012 disaat Ia dan sang partner bisnis menghadirkan brand asal Swiss tersebut di tanah air. “Sebelum memulai bisnis jam tangan, saya berkecimpung di bisnins batubara. Kemudian pada tahun 2012, saya dan partner bisnis memutuskan untuk membawa Daniel Wellington ke Indonesia, salah satunya berpartisipasi di acara Brightspot. Tentunya, sebuah perjalanan yang membanggakan karena kami dan tim mampu melewati berbagai masa sulit termasuk saat pandemi COVID-19 yang sangat berdampak bagi industri retail,” ujarnya.

Dengan misi menyediakan luxury product yang accessible, Daniel Wellington Indonesia memberikan lifetime battery warranty kepada setiap customer dan inilah yang membedakan brand ini dengan yang lainnya. “Kami memberikan privilege tersebut kepada setiap pembeli sesuai dengan motto kami untuk selalu memberikan yang terbaik kepada customer. Mereka memiliki tempat istimewa bagi kami karena bersama-sama berperan membesarkan brand ini di tanah air,” tambah Erick yang menjelaskan hal spesial seperti itulah yang menjadi salah satu faktor kesuksesan Daniel Wellington Indonesia meskipun sebagai young player di industri jam tangan.

Courtesy of Daniel Wellington Indonesia

Lantas, apa yang membuat jenama ini sangat hype dan menjadi sebuah identitas dari skena lifestyle? media sosial dan digital marketing menjadi faktor penting di dalamnya. “Kami merupakan pionir yang menggunakan media sosial untuk pemasaran. Tentunya, hal ini termasuk berani karena 2012 adalah tahun dimana content creator belum bermunculan. Strategi ini sesuai dengan tujuan kami untuk selalu berinovasi dan menjalankan strategi yang bold dalam menaklukan pasar,” tutur Erick.

Senada dengan Erick, Natis Johansson selaku commercial manager untuk area Asia Tenggara mengungkapkan Indonesia memiliki tempat spesial bagi Daniel Wellington. “Dari perspektif perusahaan, Indonesia sangat spesial bagi kami karena merupakan salah satu pasar kami yang terletak jauh secara geografis dari Swiss. Kami melihat anak muda di market Asia Tenggara mencari produk berkualitas – baik dari segi desain dan material. Selain itu, luas wilayah yang besar membuat market Indonesia lebih addressable dibanding yang negara lain,” tutur Natis.

Selain strategi pemasaran yang cakap dan inovatif, identitas desain menjadi faktor kesuksesan utama dari Daniel Wellington. “Identitas desain dan produk timeless yang versatile lah yang menjadikan Daniel Wellington tetap berjaya di market jam tangan. Pendiri kami, Filip Tysander, aktif terlibat dalam proses desain sehingga kami berhasil mempertahankan identitas produk. Singkat kata, produk kami sepuluh tahun lalu dan saat ini memiliki core desain yang serupa,” tambah sang manajer.

Courtesy of Daniel Wellington

Selain pasar dan desain, partnership dengan The Watch Co. juga menjadi hal yang membuat Indonesia istimewa bagi Daniel Wellington. “The Watch Co. merupakan partner spesial karena merupakan salah satu partner pertama dan terlama bekerja sama dengan kami. Kami berharap kerjasama ini akan berkelanjutan di masa depan,” ujar Natis. Menanggapi hal tersebut, Erick selaku CEO The Watch Co. mengatakan akan tetap berkomitmen untuk terus menghadirkan produk Daniel Wellington di Indonesia. “Kami akan selalu berkomitmen menghadirkan timeless pieces yang mudah digunakan dan available bagi segala kalangan,” tutur Erick.

Bagi Natis dan Erick, Daniel Wellington bukanlah sekadar jenama jam tangan ternama semata, tetapi brand istimewa yang dekat dengan mereka secara pribadi. “Akar Skandinavia kami sangat berarti bagi saya. Semua produk dirancang di Stockholm, Swedia, dan konsumen kami tertarik dengan tampilan Skandinavia yang bersih dan bergaya. Saya dan organisasi bangga dengan warisan Skandinavia kami, dan itu tercermin dalam semua produk Daniel Wellington. Komitmen terhadap akar kami membantu untuk menonjol dan menjaga produk tetap relevan bagi audiens kami.”

Sebagai kepala dari perusahaan yang membawa Daniel Wellington ke Indonesia, Erick merasa lekat dengan brand tersebut dikarenakan merk jam tangan Swedia ini merupakan jenama pertama yang dibawa The Watch Co.ke tanah air. “Daniel Wellington merupakan brand pertama dari PT kami sekaligus yang menjadi pionir dalam penggunaan sosial media untuk platform marketing. Kami juga sudah berhasil melewati tantangan dan selalu berkomitmen untuk menghadirkan luxury products yang accessible bagi masyarakat Indonesia. Hal ini menjadi istimewa bagi saya secara pribadi dan sebagai pengusaha,” ucapnya.

Melewati lebih dari satu dekade masa perjalanan, Daniel Wellington sukses menjadi pionir di dalam market jam tangan lokal dan menjadi salah satu ikon penting dari lifestyle goods di Indonesia. Menampilkan inovasi tanpa henti dengan tetap mempertahankan DNA utama, brand ternama ini menjadi bukti sukses dari komitmen tanpa henti dan keberhasilan bold strategic di dalam bidang luxury di tanah air dan global.

You May Also Like

More From Author