Berbicara mengenai ekosistem dunia mode, tentunya banyak komponen yang berperan penting di dalamnya. Baik dari hulu (bahan baku dan produksi) hingga hilir (distribusi dan konsumsi), rangkaian ini bukan hanya sekadar tentang desainer dan pakaian, tetapi juga mencakup seluruh jaringan yang membuat industri mode terus bergerak dan berkembang.
Dewasa ini, salah satu elemen penting di dalam ekosistem fashion adalah ekonomi kreatif. Tentunya, hal ini menjadi lebih signifikan dengan peran pemerintah yang memiliki Kementrian yang berfokus pada isu tersebut. Peran pemerintah dan ekonomi kreatif ini yang diangkat dalam diskusi JF3 Talk! Vol.2 yang diadakan pada Rabu (11/6) di Teras LAKON, Summarecon Serpong. Dipandu oleh Dino Augusto selaku moderator dan dihadiri oleh para pelaku industri fashion dan media, diskusi panel ini menekankan peran aktif pemerintah di dalam industri fashion tanah air.

Dibuka oleh Thresia Mareta, selaku Advisor JF3 & Founder LAKON Indonesia, JF3 Talk! Vol.2, opening remarks tersebut menyoroti pentingnya kemajuan ekosistem fashion Indonesia yang dinilai berjalan ditempat. Meski Indonesia memiliki potensi kreator lokal besar, namun butuh dukungan lingkungan dan kolaborasi lintas sektor – termasuk peran aktif pemerintah. Thresia juga menjelaskan bahwa sebagai acara fashion besar yang akan memasuki tahun ke-21nya, JF3 hadir untuk memperkuat ekosistem ini dan mendorong fashion Indonesia menjadi kekuatan budaya dan ekonomi global serta mengajak semua pihak diajak untuk meninjau kembali perannya demi kontribusi yang lebih efektif.
Dari segi pemerintah, diskusi ini secara istimewa dihadiri oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (EKRAF), Irene Umar. Dalam JF3 Talk! Vol.2, Ia mengatakan bahwa bahwa Ekonomi Kreatif kini berfokus pada kuliner, kriya, dan fashion – dengan fashion sebagai sektor strategis karena merepresentasikan budaya dan berpotensi besar di pasar global. Menurut sudut pandangnya, kekayaan kain tradisional memberi daya saing, sementara kolaborasi lintas sektor terus diperkuat untuk menjaga kualitas, kurasi, dan mendorong fesyen Indonesia bersaing secara internasional melalui standarisasi dan penciptaan nilai.

Melalui diskusi ini, Irene menekankan bahwa kolaborasi antara Kementrian Ekonomi Kreatif dan ekosistem seperti JF3 harus dijalankan bersama sebagai Indonesia, dengan upaya menyederhanakan hal-hal yang rumit agar semua pihak bisa terlibat. Terkait hal tersebut, JF3 dapat berperan sebagai panel untuk membantu pemerintah memperluas ruang bersama di industri fashion, sekaligus meningkatkan standarisasi, kriteria, kurasi, dan kualitas agar fashion Indonesia mampu menembus pasar internasional.
Sebagai ekosistem berkelanjutan bagi para pelaku industri dunia mode, JF3 berharap seluruh pelaku industri dapat berperan aktif secara bersama-sama membangun ekosistem fashion Indonesia dengan semangat kolaborasi dan kualitas yang lebih matang – salah satunya melalui program JF3 Talk! untuk memperkuat dan memajukan ekosistem industri fashion Indonesia dengan menyediakan ruang diskusi yang interaktif dan edukatif.
