Asa Sibcy: Inovator Rasa dan Reinterpretasi Modern Hidangan Klasik Inggris

7 min read

Sejak tiba di Jakarta pada Januari 2025, Chef Asa Sibcy telah memimpin dapur restoran bergengsi restoran yang dipimpin oleh Chef terkemuka di dunia untuk masakan Inggris modern sekaligus peraih dua Michelin Star – Kirk Westaway bernama The Crown by Kirk Westaway yang terletak di Fairmont Jakarta. Menjalani 15 tahun karirnya yang cemerlang bekerja di bawah arahan Chef legendaris, Heston Blumenthal—termasuk di restoran berbintang Michelin seperti The Fat Duck dan menjadi bagian tim pembukaan Dinner by Heston di Dubai— Asa kini membawa visi untuk memperkenalkan makanan Inggris yang otentik dan modern ke pasar Indonesia.

Bekerja di berbagai restoran ternama global dan di bawah arahan seorang Chef legendaris, siapa sangka minat Asa terhadap dunia kuliner terinspirasi dari sebuah hal sederhana yang lekat dengan hati banyak orang – keluarga. Aroma dan rasa masakan kreasi sang Nenek dan Ibu membuatnya tertarik untuk mendalami bidang kuliner. “Saya mulai memasak ketika saya masih muda. Ketika melihat nenek dan Ibu saya sedang berkreasi di dapur, saya selalu tertarik dengan aroma dan suaranya sehingga saya tertarik dan penasaran dengan hal tersebut,” kenangnya.

Ketertarikan itu membawanya bekerja paruh waktu di hotel kecil, yang kemudian mengantarnya terjun penuh waktu ke dapur segera setelah lulus sekolah. Passion terhadap dunia kuliner mengantarkan Asa bergabung dengan tim Chef peraih gelar OBE (Officer of the Order of the British Empire dan peraih enam Michelin Star – Heston Blumenthal, di berbagai outletnya seperti The Hind’s Head, The Fat Duck dan Dinner by Heston di Atlantis The Royal, Dubai yang berhasil meraih Bintang Michelin hanya dalam 100 hari.

Courtesy of Rici Linde

Dengan segala pengalaman gemilang berkaliber internasional – lantas, apa yang membuat Asa memutuskan pindah ke Jakarta, Indonesia? Jawabannya sangat sederhana – mengenalkan hidangan khas Inggris ke sebuah pasar yang terbilang belum akrab dengan hal tersebut. Keputusan tersebut lah yang membuat Ia menjabat sebagai Chef de Cuisine dari The Crown by Kirk Westaway – di bawah arahan chef global ternama lainnya, Kirk Westaway. “Lima belas tahun bekerja untuk seseorang membuat saya terdorong mencari sesuatu yang berbeda dan baru, terutama di mana makanan Inggris tidak terlalu dikenal dengan akrab. Kirk dan saya berbagi visi yang sama tentang makanan Inggris, jadi Jakarta terlihat seperti tempat yang sempurna,” jelas Chef Asa.

Selain persamaan visi dengan Kirk, kedatangan Asa ke Indonesia juga berasal dari ketertarikannya terhadap budaya Indonesia yang akrab dikenalnya ketika Ia bekerja di Dubai. “Saya bekerja dengan banyak orang Indonesia di Dubai Jadi saya sangat terbiasa dengan budaya Indonesia, tata krama serta keramah tamahannya. Semakin giat belajar tentang Indonesia, saya semakin tergugah untuk membuat hidangan menggunakan bahan-bahan alami di Indonesia dan mengolahnya dengan cara Inggris klasik – seperti yang saya lakukan di The Crown by Kirk Westaway.

Courtesy of The Crown by Kirk Westaway

Cara Asa dalam mengenalkan kuliner Inggris terhadap publik Indonesia terbilang cukup kreatif – yaitu melalui sebuah narasi. Menurutnya, khasanah kuliner Inggris yang sesungguhnya adalah tentang kesederhanaan yang fokus pada kualitas produk dan bahan baku terbaik (seperti daging, kentang tumbuk, dan daun bawang terbaik). Ia juga menekankan bahwa British cuisine memiliki sejarah yang sangat kaya – dari hidangan kuno hingga sejarah abad ke-18.

Narasi unik yang dihadirkan oleh sang Chef de Cuisine adalah menggabungkan tradisi klasik Inggris dengan rasa lokal khas Indonesia. Salah satu inovasi paling menarik adalah caranya menggabungkan tradisi klasik Inggris dengan rasa lokal. Salah satunya melalui Trifle Nanas (Pineapple Trifle) di mana trifle – makanan penutup klasik Inggris berpadu dengan cita rasa lokal. Sponge cake disajikan dengan apel yang diinfus teh hijau, karamel nanas yang dimasak dengan rempah Indonesia seperti cengkeh, jeli nanas, dan custard saffron dengan vanila dari Sulawesi.

Inovasi tersebut juga terlihat di set menu The Crown by Kirk Westaway yang dirancang sebagai sebuah perjalanan yang menceritakan kembali makanan Inggris dalam format modern di mana hidangan berbahan ikan Halibut disajikan dengan saus cider yang terbuat dari cider Indonesia untuk menggantikan champagne serta menu Wagyu yang terdiri dari daging wagyu yang dipadukan dengan halibut confit manis, purée halibut, dan ceciwis – sayuran versi Indonesia dari Brussels sprouts.

Courtesy of The Crown by Kirk Westaway

Meskipun menghadirkan inovasi melalui hidangan yang Ia sebut mewakili personalitasnya – yaitu Trifle Nanas dengan sentuhan lokal, Chef Asa tetap mempertahankan sisi klasik dan signature khas hidangan Inggris seperti menu “Leek & Potato Soup” yang merupakan hidangan signature yang mewakili Chef Kirk Westaway karena kesederhanaannya yang kompleks.

Mendefinisikan filosofi kulinernya sebagai upaya untuk mengambil bahan-bahan sederhana dan menaikkan nilainya dengan cara terbaik, Asa menyebut gaya memasaknya adalah “penuh suka cita” dengan menekankan dapur sebagai tempat yang menyenangkan di mana tim menikmati dan melakukan pekerjaan yang mereka minati. “Jika kita melakukan pekerjaan dalam lingkungan yang menyenangkan – kinerja dan karyawan akan terasa lebih produktif. Itulah yang kami inginkan: tim yang berkinerja tinggi,” tegasnya.

Dalam industri hospitality yang dikenal bertekanan tinggi dan menuntut jam kerja ekstrem, Asa membawa filosofi manajemen dapur yang berbeda. Alih-alih menerapkan budaya kerja yang overwork, Chef Asa fokus pada struktur, organisasi, dan keseimbangan hidup-kerja (work-life balance) sebagai kunci utama menjaga konsistensi dan kualitas di level tertinggi. Bagi dirinya, untuk mengatasi tekanan tinggi di dapur, setiap individu memerlukan outlet atau hobi sebagai sarana untuk mengeluarkan tenaga. Asa memilih olahraga dan berjalan kaki adalah sarana yang esensial untuk hal tersebut. “Jika Anda tidak bisa menjaga diri Anda sendiri, Anda tidak bisa menjaga orang lain – termasuk tim di dapur” ujarnya.

Courtesy of Rici Linde

Dalam konteks manajemen tim, ia menolak pandangan bahwa bekerja di dapur bintang lima harus identik dengan jam kerja yang tidak masuk akal. Baginya, work-life balance sangat penting karena kehidupan bukan hanya tentang pekerjaan. “Kami ingin membantu membawa budaya kerja sehat ke Indonesia dengan menunjukkan bahwa Anda bisa memasak makanan yang sangat tinggi tanpa harus bekerja dalam waktu yang tidak masuk akal”, tegas Chef Asa.

Pendekatan yang sangat terstruktur, metodik, dan berlandaskan proses ini membantu menciptakan lingkungan yang baik dan fun. Tim dapat memiliki waktu luang di pagi hari untuk berolahraga, melakukan yoga, atau melakukan hobi, yang pada akhirnya berkontribusi pada lingkungan kerja yang bahagia dan produktif. Dalam menjaga level kreativitas yang tinggi dan menghindari burnout, Chef Asa menekankan bahwa hal tersebut adalah hasil dari kerja tim yang terus menerus. Proses kreatif di The Crown by Kirk Westaway melibatkan diskusi intensif dengan Chef Kirk Westaway mengenai ide-ide dan ketersediaan bahan. “Ide yang telah disaring kemudian diolah bersama tim, di mana setiap anggota berpartisipasi dalam pembuatan prototipe, uji coba, dan memberikan umpan balik (feedback) kolektif. Hal tersebut adalah proses yang selalu berkembang, dan itu tidak akan pernah berhenti,” jelasnya.

Tujuan akhir Chef Asa dan tim The Crown by Kirk Westaway adalah untuk mengubah mindset para tamu tentang makanan Inggris. Mereka ingin para tamu meninggalkan restoran dengan pemahaman bahwa makanan Inggris itu lezat dan menarik. Namun, yang terpenting dari semuanya, Chef Asa berharap setiap tamu memiliki waktu yang menyenangkan dan pengalaman terbaik yang bisa disajikan, baik mereka memilih menu set atau sekadar datang untuk menikmati hidangan sederhana seperti burger dan pie.

“Kami ingin para tamu memiliki mindset yang berbeda terhadap makanan Inggris setelah bersantap di The Crown by Kirk Westaway. Selain persepsi terhadap hidangan, kami ingin mereka melalui waktu yang menyenangkan dan berkesan bersama para kerabat dan orang terkasih. Itulah yang terpenting dari bisnis restoran dan industri kuliner – kepuasan pelanggan dan pelayanan yang terbaik,” tutup Chef Asa.

You May Also Like

More From Author