Badendang Basamo: Dendang Tiga Generasi untuk Elly Kasim

3 min read

Nama Elly Kasim sangat lekat dan dikenal di dunia seni – terutama bagi masyarakat Sumatra Barat. Seniman Minang legendaris yang berpulang pada Agustus 2021 lalu ini telah mempersembahkan mahakarya melalui sejumlah lagu populer seperti “Ayam Den Lapeh”, “Roda Padati” dan “Bareh Solok”.

Memberikan penghormatan kepada sang legenda, Galeri Indonesia Kaya mempersembahkan acara “Badendang Basamo” dengan menampilkan tiga generasi penyanyi berdarah Minang – Nola, Naura Ayu, Neona dan Omagu yang membawakan lagu-lagu populer Elly Kasim.

Courtesy of Galeri Indonesia Kaya

“Elly Kasim merupakan seniman yang tak hanya membawa harum budaya Minangkabau melalui karya-karyanya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk mencintai dan melestarikan seni tradisi. Hari ini, kami menghadirkan pertunjukan Badendang Basamo ke hadapan para penikmat seni di Galeri Indonesia Kaya sebagai sebuah penghormatan bagi mendiang Elly Kasim yang telah menjadi inspirasi bagi banyak seniman di Tanah Air,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.

Acara dibuka dengan tayangan musik video ‘Kasiah Tak Sampai’ dari serial musikal Nurbaya yang dibawakan oleh Elly Kasim. Selama satu jam, penonton diajak bernostalgia melalui lebih dari sepuluh lagu hits Elly Kasim, seperti ‘Andam Oi Andam’ dan ‘Kelok 9’. Selain lagu, tradisi dan budaya Minang ditampilkan melalui pakaian yang dikenakan dan juga cerita Nola dan Omagu yang merantau ke Jakarta dan bagaimana budaya minang diturunkan dari generasi ke generasi.

Courtesy of Galeri Indonesia Kaya

Darah seni Omagu mengalir terlihat jelas pada garis keturunannya. Nola, anak perempuan Omagu yang juga merupakan anggota grup vokal Be3, mewarisi bakat bernyanyi sejak kecil dan telah menorehkan prestasi membanggakan di kancah musik Indonesia. Jejak musikal Nola dilanjutkan oleh dua putrinya, Naura Ayu yang berhasil meraih penghargaan bergengsi seperti AMI Awards dan Neona, yang sukses menjuarai international dance competition di Singapura pada tahun 2018.

“Sebagai seorang penyanyi yang merantau dari Bukittinggi ke Jakarta, saya merupakan salah satu musisi yang besar dengan lagu-lagu Elly Kasim. Saya sempat bertemu dan bekerja di dalam satu proyek yang sama yaitu Serial Musikal Nurbaya. Senang tentunya bisa berada di dalam satu proyek yang sama dengan beliau. Kami harap, pertunjukan yang juga merupakan sebuah doa dan harapan bagi generasi muda Minangkabau untuk meneruskan bahasa dan kesenian Minang dengan cara-cara modern, juga perayaan keindahan seni musik Minang dan dedikasi seniman-senimannya untuk membuat musik Minang tetap hidup di segala zaman,” tutur Nola.

Courtesy of Galeri Indonesia Kaya

Bukan sekadar pertunjukkan musik semata, “Badendang Basamo” menjadi bukti dari kentalnya budaya Minang yang diturunkan dari generasi ke generasi dan konsistensi musisi berdarah Minang dalam menjaga budaya tanah kelahirannya agar tetap hidup.

Kolaborasi lintas generasi dengan Nola, Naura Ayu, Neona dan Omagu semakin memperkaya khazanah musik Minang serta membuktikan bahwa budaya ini terus hidup dan berkembang. “Badendang Basamo” juga menjadi wujud komitmen Bakti Budaya Djarum Foundation untuk terus melestarikan kebudayaan Indonesia, khususnya kepada generasi muda agar tidak kehilangan identitasnya sebagai bangsa Indonesia dan juga menghidupkan kembali karya para seniman legendaris tanah air – salah satunya Elly Kasim.

You May Also Like

More From Author