Kerjasama Fashion Indonesia-Prancis Dalam Merayakan 75 Tahun Kemitraan Bilateral

2 min read

Memperingati 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Prancis, sebuah program budaya istimewa diadakan di Bentara Budaya, Rumah Tradisional Kudus, dan dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, beserta delegasinya. Acara ini diselenggarakan oleh Institut Francais d’Indonesie (IFI), PINTU Incubator, dan Gramedia, dari Kompas Gramedia Group.

Acara ini menampilkan semangat kolaborasi kreatif antara Indonesia dan Prancis, dengan penekanan khusus pada PINTU Incubator—sebuah inisiatif bilateral yang diluncurkan pada tahun 2022 untuk memberdayakan para perancang busana muda dari kedua negara. Melalui bimbingan, pertukaran budaya yang memperkaya, dan pengalaman profesional yang berharga, program ini menjembatani para desainer muda dengan para ahli, institusi relevan, dan ekosistem kreatif dari Indonesia dan Prancis.

Courtesy of PINTU Incubator

Dirancang sebagai perjalanan budaya yang terstruktur, kunjungan ini diawali dengan pemutaran video pengantar tentang PINTU Incubator, kemudian dilanjutkan dengan sesi perkenalan bersama tiga perwakilan peserta program. Selanjutnya, acara menampilkan presentasi buku “Ode to Indonesian Culture” yang merayakan tokoh budaya Indonesia, serta presentasi batik dari dua maestro terkemuka, Dudung Aliesjahbana dan Cahyo.

Di momen bersejarah ini, PINTU Incubator dan institusi mode ternama asal Prancis, École Duperré Paris menandatangani MoU kerjasama. Penandatanganan oleh Thresia Mareta dan Alain Soreil disaksikan Rachida Dati dan Soegianto Nagaria selaku Chairman JF3. Kerjasama ini strategis untuk memperluas kolaborasi pendidikan, budaya, dan industri mode internasional melalui pertukaran pelajar, program residensi, dan proyek kreatif desainer muda Indonesia-Prancis.

Courtesy of PINTU Incubator

“Program ini bukan sekadar diplomasi budaya—ini adalah bagaimana kita tumbuh bersama. Melalui PINTU, Indonesia dan Prancis tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga membentuk generasi kreator baru yang berakar pada budaya, dialog, dan rasa saling menghargai,” ujar Thresia Mareta, Co-founder PINTU Incubator.

Sejak awal pelaksanaannya, PINTU telah menerima lebih dari 10.000 pendaftar, memilih 51 peserta terpilih, dan melibatkan 86 mentor ahli— termasuk 33 dari Prancis. Pada tahun 2025, PINTU meluncurkan program Residensi pertamanya sebagai ruang kolaborasi yang lebih dalam dan dialog budaya yang berkelanjutan.

Courtesy of PINTU Incubator

Puncak acara ditutup dengan penampilan gamelan tim Kompas, sebagai penghormatan musik tradisional Indonesia yang dulu menginspirasi komponis Prancis, Claude Debussy. Acara ini juga dihadiri tokoh seni budaya Indonesia seperti Slamet Rahardjo, Jajang C. Noer, dan Addie M.S.

Dalam momen perayaan 75 tahun persahabatan yang langgeng antara kedua negara, PINTU Incubator berdiri sebagai bukti nyata bahwa kerja sama bilateral dapat mendorong inovasi budaya dan mengembangkan industri kreatif masa depan.

You May Also Like

More From Author