Pembukaan Grand Lisboa Palace Art Gallery Hadirkan Pameran “The Lisboa, Stories of Macau”

3 min read

Sebagai wujud komitmen berkelanjutan terhadap pelestarian warisan budaya Makau yang kaya dan pengembangan lanskap multikultural yang dinamis, SJM Resorts, S.A. (“SJM”) dengan bangga mempersembahkan Grand Lisboa Palace Art Gallery yang berlokasi strategis di Lantai 2, Grand Lisboa Palace Resort Macau. Galeri ini hadir sebagai ruang kreatif permanen yang memiliki tujuan mulia untuk memperkaya ekosistem budaya kota, memperkokoh identitas multikultural, serta menyampaikan beragam narasi unik Makau melalui medium seni kontemporer.

Diresmikan pada Kamis (8/5), acara peresmian galeri ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk perwakilan dari Pemerintah Makau, tokoh penting di dunia seni dan budaya, perwakilan bisnis, media seperti Pansy Ho, Director of Sociedade de Turismo e Diversões de Macau (STDM), S.A, serta jajaran pimpinan SJM seperti, dan Timothy Fok, Chairman of the Board of Directors SJM, dan Daisy Ho, Managing Director SJM.

Courtesy of SJM Resorts

“Grand Lisboa Palace Art Gallery mewujudkan komitmen SJM dalam ‘Membentuk Pariwisata Melalui Kegiatan Budaya, dan Mempromosikan Budaya Lewat Pariwisata.’ Melalui pameran perdana bertajuk ‘The Lisboa, Stories of Macau’, kami menciptakan sebuah platform budaya yang inklusif untuk merawat kekuatan budaya (soft power) dan memperkuat keterhubungan publik terhadap warisan kota—menuturkan kisah Macau melalui perspektif kami. Galeri ini juga menjadi ruang kolaboratif bagi para talenta kreatif lokal untuk mendorong perkembangan yang lebih beragam dan berkualitas tinggi dalam lanskap budaya dan industri kreatif,” tutur Daisy Ho.

Highlight utama dari acara peresmian ini adalah pameran bertajuk “The Lisboa, Stories of Macau”. Mengajak pengunjung menelusuri kisah Makau selama lebih dari 500 tahun—dari masa kejayaan perdagangan di era Dinasti Ming dan Qing, masa kolonial Portugis, hingga Makau modern yang dinamis, dimulai dengan film panorama 180 derajat lima menit tentang sejarah Makau: dari pelabuhan dagang Ming, era Portugis, hingga perkembangan pasca-Tiongkok, diselingi simbol naga. Di ruang utama, perahu naga emas menyambut, melambangkan kekayaan budaya dan maritim. Delapan zona tematik selanjutnya menampilkan masa lalu, kini, dan depan Makau, termasuk kuil, hotel ikonik, warisan, dan kehidupan lokal.

Courtesy of SJM Resorts

Tiap zona pameran dirancang imersif dengan narasi personal, multimedia interaktif, dan peta digital 30+ landmark serta 50 kisah tersembunyi. Melalui delapan zona dan instalasi inovatif (proyeksi digital, permainan interaktif, AI suara), pengunjung menelusuri sejarah, budaya, dan kehidupan Makau dari sudut pandang manusiawi: pengusaha, seniman, pengemudi becak dan pelajar.

Salah satu daya tarik utama adalah “The Lisboa Collection” – sebuah ruang pamer khusus yang menampilkan koleksi seni istimewa dan langka. Pameran perdana bertajuk “Chinese Treasure: Qing Dynasty Court Art” memamerkan karya seni dari koleksi SJM dan STDM, seperti singgasana kaisar Kangxi, mangkuk porselen halus, dan wadah dupa giok yang diukir dengan detail tinggi yang menjadi simbol kemegahan warisan Tiongkok.

Courtesy of SJM Resorts

Di samping ruang pameran, Grand Lisboa Palace Art Gallery memiliki toko suvenir produk bertema Makau hasil kolaborasi seniman lokal dan merek independen, serta koleksi buku seni kontemporer TASCHEN. Galeri ini juga menyediakan ruang kreatif untuk pameran dan program seni oleh seniman serta organisasi budaya internasional, menjadi platform penting bagi seni lokal dan pertukaran budaya.

Dengan pendekatan kuratorial yang imersif dan penyampaian narasi yang kuat, “The Lisboa, Stories of Macau” secara mendalam mengeksplorasi evolusi budaya Makau. Pameran ini dirancang untuk memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap warisan budaya mereka, memotivasi generasi muda untuk menghargai dan melanjutkan tradisi, serta memperkenalkan kekayaan budaya Makau kepada khalayak global.

You May Also Like

More From Author