Analisis Keadaan Bangsa dalam “Pengepungan di Bukit Duri”

Umumnya, sebuah karya seni tercipta dari sebuah keresahan – baik terhadap keadaan pribadi maupun sosial. Salah satu film yang mencerminkan hal tersebut adalah film terbaru besutan sutradara ternama, Joko Anwar dan produser Tia Hasibuan yang berjudul “Pengepungan di Bukit Duri” (The Siege at Thorn High). Film yang akan tayang pada 17 April mendatang ini menghadirkan genre drama-thriller yang menggambarkan situasi Indonesia di tahun 2027.

Melalui film “Pengepungan di Bukit Duri” Joko Anwar merespons situasi terkini Indonesia yang amat relevan tentang isu kekerasan dan urgensi pembenahan pendidikan Indonesia, menyangkut masa depan remaja Indonesia yang terjebak dalam situasi terpuruk.

Courtesy of Poplicist

“Pengepungan di Bukit Duri” bercerita mengenai Edwin (Morgan Oey) yang berjanji menemukan anak Almarhumah kakaknya. Pencarian tersebut membawanya menjadi guru di SMA Duri, sekolah untuk anak-anak bermasalah, sekaligus membuat Edwin terjebak melawan mereka saat kerusuhan pecah di seluruh penjuru kota. Lewat latar yang dibangun oleh Dennis Susanto, dengan sinematografi yang diramu oleh kolaborator lama Joko Anwar, Jaisal Tanjung, serta musik yang digubah oleh Aghi Narottama, menjadikan dunia di film “Pengepungan di Bukit Duri” layaknya sebuah negara yang salah urus.

“Film ini bukan tentang masa lalu, tapi tentang apa yang terjadi ketika kita pura-pura lupa. Kadang, yang paling menakutkan bukan kekerasan itu sendiri, tapi sistem yang membiarkannya tumbuh,” tutur Joko Anwar. Morgan Oey selaku pemeran Edwin berharap penonton dan masyarakat Indonesia dapat menjadikan film ini sebagai medium untuk terapi. “Isu dan permasalahan yang ada di film ini, akan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Diskriminasi bukan saja rasial, tetapi juga adanya ketidakadilan sosial yang terjadi. Semoga film ini bisa menjadi pembuka banyak ruang diskusi dan bisa acknowledge satu sama lain,” tutur sang aktor dalam acara konferensi pers “Pengepungan di Bukit Duri” di Epicentrum XXI, Kuningan (10/4).

Courtesy of Poplicist

Film”Pengepungan di Bukit Duri” merupakan hasil kolaborasi perdana antara rumah produksi Indonesia dengan studio Hollywood legendaris, Amazon MGM Studios dan Come and See Pictures. Selain menampilkan cerita yang relevan, film ini dibintangi deretan aktor dan aktris populer seperti Morgan Oey, Omara Esteghlal, Hana Pitrashata Malasan, Endy Arfian dan Kiki Narendra.

You May Also Like

More From Author