Banjar Eksperensial Sarat Sensori Kreasi Chef Will Goldfarb

4 min read

Jika kita mengunjungi Room4Dessert yang berada di daerah Ubud, Bali, Anda dapat melihat sisi inovatif serta sebuah perwujudan alkimia kreatif ketika mencicipi 15 hidangan penutup yang dihadirkan dan tentunya – kejeniusan Chef Will Goldfarb dalam mendefinisi ulang pengalaman bersantap dengan menghadirkan pengalaman sarat sensori di dalamnya. Bagaimana jika pengalaman sensorial yang tadinya hanya dihadirkan di atas sebuah piring, kini diaplikasikan ke dalam sebuah desa – atau yang biasa disebut ‘banjar’ dalam Bahasa Bali?

Kunjungan ke Room4Dessert kali ini akan menjadi berbeda karena Anda tidak hanya akan menemukan sebuah tempat yang menawarkan ragam kreasi hidangan penutup yang inovatif, melainkan Anda juga akan melihat sebuah toko kreasi artisanal, penginapan butik dengan vibes French Riviera era 60-an, akademi kuliner dan hutan pangan yang berdedikasi terhadap sustainability di tempat tersebut. Hal tersebut merupakan perwujudan dari langkah berani yang diambil Goldfarb dalam mendefinisi sekaligus menata ulang penginapan dan dunia kuliner.

Courtesy of Room4Dessert

Menjadi sebuah tempat unik yang memadukan santapan lezat, ragam hidangan penutup, penginapan butik dan pendidkan dengan visi memajukan komunitas melalui makanan, banjar eksperimental ini kini menghadirkan Powder Room, Shelter Island, R4D Academy dan Food Forest.

“Banjar ini bukan hanya tentang makanan—tetapi tentang menciptakan pengalaman yang menghubungkan orang-orang dan menumbuhkan komunitas. Baik melalui hidangan penutup yang ditata dengan indah, lokakarya yang penuh wawasan, atau masa inap yang menenangkan di Shelter Island, semua yang ada di sini dirancang untuk memicu koneksi dan inspirasi,” terang Chef Will Goldfarb.

Courtesy of Room4Dessert

Room4Dessert – atau yang dikenal sebutan R4D, memulai perjalanannya di New York, Amerika Serikat pada tahun 2005 dan kini berlokasi di Bali, Indonesia ini menawarkan pengalaman bersantap luar biasa mewah yang memadukan bahan-bahan lokal Indonesia dengan rempah-rempah yang kuat, serta mewujudkan alkimia kreatif, memadukan kesenangan dengan kreativitas dalam setiap hidangannya. Penganan manis sarat kreativitas di Room4Dessert juga dapat dibeli di Powder Room – sebuah toko yang berkonsep cepat dan menawarkan suasana santai.

Selain hidangan penutup, para tamu juga dapat merasakan pengalaman menginap mewah di French Riviera pada era glamor tahun 60-an dan 70-an yang menghadirkan sentuhan kecanggihan vintage di tengah jantung Ubud bernama Shelter Island. Terinspirasi oleh Sunset Beach Motel yang ikonis di Shelter Island, New York, tempat ini memiliki sepuluh kamar bergaya unik di tujuh kategori berbeda—Suite, Gallery, Twin, Family, Hudson, Pool, dan Boutique.

Courtesy of R4D Academy

Meski melakukan ekspansi pembangunan melalui banjar eksperimentalnya, Will Goldfarb dan tim tidak melupakan komitmen terhadap alam dan komunitas makanan. Dengan visi membangun kembali masyarakat melalui makanan, R4D Academy yang didirikan pada tahun 2020 silam ini menghadirkan perspektif baru dalam seni kuliner dan memberikan beasiswa penuh kepada siswa muda dalam rangka menginspirasi generasi pelopor kuliner berikutnya.

Penghormatan terhadap alam dan budaya Bali diwujudkan melalui Food Forest yang disebut “Tanah Teba” yang bermakna “ladang kosong di belakang rumah”. Makna tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan lahan sebagai tempat pengolahan sampah organik, menanam tanaman sarat gizi yang menjadi bukti dedikasi Goldfarb dan tim dalam menciptakan lingkungan yang seimbang dan berkelanjutan.

Courtesy of Room4Dessert

Menggabungkan kreativitas, keramahtamahan serta pendidikan, dapat dikatakan jika banjar – atau desa ini mewujudkan filosofi yang dipegang oleh Goldfarb. Setiap elemen dari hidangan inovatif di Room4Dessert hingga pengalaman di R4D Academy dirancang agar menciptakan sebuah ruang di mana setiap individu merasa terhubung, diperkaya dan terinspirasi.

Melalui banjar eksperensial ini, Chef Will Goldfarb mengedukasi masyarakat mengenai makna kuliner yang tidak hanya terbatas pada acara bersantap semata atau hidangan yang disajikan di atas sebuah piring – melainkan sebuah pengalaman sensorial di mana pengalaman kuliner dapat bermakna proses untuk terhubung dengan komunitas dan alam, belajar proses pengolahan makanan serta makna dibaliknya dan juga merasakan kelezatan hidangan di dalam sebuah desa eksperimental.

You May Also Like

More From Author