Masih nyata rasanya perasaan magis dan takjub yang hadir pasca melihat karya artistik persembahan Garin Nugroho – “Setan Jawa” di tahun 2016 lalu. Saat itu, film bisu (silent movie) hitam putih yang mengangkat genre horror dengan unsur budaya tradisional yang dikemas dalam konsep cine-concert, di mana sebuah pengalaman immersif dihadirkan melalui pemutaran film dengan iringan live music ini berhasil memukau penonton dan mengingatkan sejumlah orang terhadap film bisu horror legendaris karya sutradara Friedrich Wilhelm Murnau, “Nosferatu”.
Delapan tahun kemudian, perasaan tersebut kembali The Societies rasakan saat menyaksikan “Samsara” di Graha Bakti Budaya, TIM (13/12). Meski hadir dengan formula yang sama (film bisu hitam-putih, live music dan unsur horror/misteri berbasis budaya tradisional), karya terbaru sang sutradara kali ini sukses menghadirkan sesuatu yang berbeda dengan menambah pengetahuan khazanah budaya Indonesia kepada penontonnya melalui budaya Bali. Selama 90 menit, penonton disuguhkan dengan keindahan tari tradisional, sinematografi apik dan juga musik yang menunjukkan sisi indah budaya Indonesia yang tetap relevan di zaman modern.

Berlatar belakang Bali di tahun 1932, “Samsara” menceritakan hubungan antara seorang wanita bangsawan keturunan Amerika bernama Sinta (Juliet Widyasari Burnett) dan pria miskin yang berprofesi sebagai pembuat sesaji, Darta (Ario Bayu). Darta memutuskan untuk melamar Sinta, namun ditolak oleh kedua orang tua sang pujaan hati. Di tengah rasa sedih, Darta melakukan perjanjian gaib dengan Raja Monyet yang membawa keberuntungan sekaligus kesialan bagi dirinya. Samsara menampilkan banyak elemen pertunjukan tradisional Bali seperti orkestra gamelan, tari tradisional, topeng, dan wayang yang dipadukan dengan musik elektronik digital serta tari dan topeng kontemporer.
“Cine-Concert Samsara hadir membawa sebuah inovasi dan pengalaman menonton yang baru dan dapat membuka ruang diskusi dan dialog yang baru. Oleh karena itu, Samsara perlu untuk dipentaskan di Jakarta agar tercipta banyak diskusi-diskusi dan dialog-dialog yang baru. Samsara berarti terlahir kembali, jika Anda tidak menonton Samsara, maka Anda tidak akan merasakan terlahir kembali,” ujar Garin Nugroho, Sutradara Cine-Concert Samsara.

Tidak hanya sekadar cine-concert, “Samsara” juga memadukan unsur tradisional dan modern di dalam pementasannya. Kolaborasi tarian ballet dari Juliet dan tarian tradisional para penari Bali dan Topeng di bawah koreografi Ida Ayu Wayan Arya Satyani (Bumi Bajra) serta gabungan komposisi dari musik tradisional gubahan Wayan Sudirana dan musik elektronik karya Gabber Modus Operandi menunjukkan sisi tradisional dan modern yang menciptakan sebuah estetika seni yang harmonis dan menakjubkan.
Produksi Samsara juga turut menampilkan seniman dan penari ternama Indonesia dan Bali, di antaranya Gus Bang Sada, Siko Setyanto, Maestro tari I Ketut Arini, Cok Sawitri, Aryani Willems, koreografer Ida Ayu Wayan Arya Satyani, dan penari-penari dari Komunitas Bumi Bajra, Bali. Selain itu, melibatkan para pembuat film yang telah berpengalaman dan mendapatkan penghargaan atas karya-karyanya. Mereka adalah produser Gita Fara, penata busana dan kostum Retno Ratih Damayanti, penata artistik Vida Sylvia, dan sinematografer Batara Goempar, I.C.S.

“Samsara adalah sebuah proyek yang memiliki kekuatan dan bisa mengangkat film Indonesia ke kancah internasional. Semua elemen dalam film ini, baik sutradara, aktor, penata musik, scoring, dan semua yang terlibat membuat sebuah orkestrasi baru di dunia perfilman, dan itu menjadi kekuatan dalam film ini. Saya berharap orang-orang bisa menyambut pertunjukan Cine-Concert Samsara di Jakarta dengan penuh semangat, dan saat menonton mereka membawa sebuah pengalaman baru yang tidak pernah dirasakan sebelumnya,” ujar Ario Bayu, Executive Producer dan Pemain Cine-Concert Samsara.
Setelah dipentaskan di Jakarta pada 13-15 Desember 2024 pukul 20.00 WIB, di tahun depan pertunjukan Cine-Concert Samsara akan berkeliling ke banyak negara. Perth, Australia menjadi negara pertama digelarnya Cine-Concert Samsara di tahun 2025. Cine-Concert Samsara akan digelar pada 21 Februari 2025 pukul 20.00 AWST, di Perth Festival, Australia.
