Sinergi UNIQLO-Kemnaker RI Dukung Tenaga Kerja Mandiri

3 min read

PT Fast Retailing Indonesia (UNIQLO) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Ditjen Binapenta dan PKK), Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) mengenai peningkatan kapasitas kewirausahaan dan promosi usaha bagi Tenaga Kerja Mandiri (TKM).

Kerjasama tersebut diwujudkan melalui program sosial “UNIQLO Neighborhood Collaboration” yang bertujuan memberdayakan TKM – khususnya di sektor kerajinan melalui pelatihan, kurasi, serta promosi produk lokal di jaringan toko UNIQLO di Indonesia. Penandatanganan MoU berlangsung secara resmi di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan RI, Jakarta, dan dilakukan langsung oleh Presiden Direktur PT Fast Retailing Indonesia, Ryohei Sato, bersama Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan RI, Darmawansyah, S.T, M.Si.

Courtesy of UNIQLO

“Kolaborasi ini mencerminkan sinergi nyata antara sektor pemerintah dan swasta dalam penguatan ekonomi rakyat. Dengan adanya kolaborasi ini, Kami ingin membangun ekosistem ketenagakerjaan yang
kuat, melalui Program Perluasan Kesempatan Kerja yang telah membina para tenaga kerja mandiri (TKM) terpilih untuk dapat berkontribusi dalam rangka menguatkan peran UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja baru” ujar Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, yang turut menyaksikan proses penandatangan kesepakatan strategis tersebut.

Selain kesepakatan, kerjasama ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja produktif dan mendorong pertumbuhan wirausaha berbasis komunitas di seluruh Indonesia melalui kolaborasi bersama pihak swasta. Sesuai dengan hal tersebut, Presiden Direktur PT Fast Retailing Indonesia, Ryohei Sato, menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan nilai-nilai inti UNIQLO yang menempatkan keberlanjutan sosial sebagai bagian penting dari strategi bisnis.

“Kerja sama ini merupakan wujud komitmen UNIQLO untuk tumbuh bersama masyarakat melalui dukungan nyata terhadap pelaku usaha lokal, khususnya UKM. Melalui program UNIQLO Neighborhood Collaboration, UNIQLO ingin memberikan ruang bagi produk-produk lokal untuk berkembang dalam ekosistem ritel modern, serta mendorong keberlanjutan usaha mereka secara jangka panjang,” jelas Ryohei Sato.

Program ini mencakup peningkatan kapasitas kewirausahaan oleh tenaga profesional, penyusunan modul pelatihan, kurasi produk Tenaga Kerja Mandiri (TKM) di sektor kerajinan, serta promosi produk secara gratis melalui instalasi showcase dalam area khusus “UNIQLO Neighborhood Collaboration” yang tersedia di toko UNIQLO.

Courtesy of UNIQLO

Kerja sama ini berlaku selama tiga tahun sejak ditandatangani dan akan dievaluasi secara berkala untuk menjamin efektivitas dan keberlanjutan program. Baik UNIQLO dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia juga berkomitmen pada prinsip transparansi, kepatuhan terhadap regulasi anti-suap, perlindungan data, dan kerahasiaan
informasi.

Sejak diluncurkan tahun 2019, “UNIQLO Neighborhood Collaboration” telah hadir di 23 kota di Indonesia dan melibatkan lebih dari 600 UKM terpilih yang dikurasi secara berkala. Melalui kolaborasi ini, UNIQLO Indonesia dan Kementerian Ketenagakerjaan berharap dapat mencetak lebih banyak pelaku usaha mandiri yang tangguh, adaptif, dan inovatif, serta menjadikan kerja sama lintas sektor sebagai solusi nyata dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan di Indonesia.

You May Also Like

More From Author