Sustainability dan Orisinalitas di JF3 2025 Melalui NES by HDK, Brilianto & Sofie

4 min read

Sustainabilitas dan orisinalitas adalah dua pilar penting yang sangat diperlukan dalam bidang fashion, terutama di era modern dan digital. Kedua aspek tersebut tidak hanya menentukan kesuksesan sebuah merek, tetapi juga masa depan industri itu sendiri. Brand yang orisinal sering kali menemukan berbagai cara inovatif serta berkelanjutan dalam berekspresi, sementara komitmen pada sustainabilitas dapat menjadi sumber orisinalitas tersendiri.

Saling melengkapi dan memegang peranan penting dalam keberlangsungan masa depan bidang fashion tanah air, sustainability dan orisinalitas terlihat di atas panggung runway JF3 Fashion Festival 2025 di Re-Crafted Hall, Summarecon Mall Serpong pada Kamis (31/7) melalui fashion show persembahan NES by HDK, Sofie dan Brillianto. Ketiga brand lokal ini menampilkan orisinalitas serta unsur keberlangsungan via budaya, desain dan juga inovasi.

Courtesy of JF3 Fashion Festival

Dibuka dengan show dari NES by HDK, unsur orisinalitas tampak kental melalui koleksi yang bertajuk “Heritage Remix” ini. Melalui eksplorasi kreatif yang memadukan keindahan kain tenun Makassar dengan elemen-elemen modern dalam desain yang kontemporer, brand yang diluncurkan pada tahun 2014 ini menjadi wujud bagaimana warisan budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga ditafsirkan ulang agar relevan dalam konteks masa kini.

NES menjadikan fashion sebagai medium edukasi dan aksi nyata untuk lingkungan, yang dibuktikan melalui koleksi berkelanjutan seperti “Batik Baik” yang menggunakan bahan daur ulang dan motif “Pohon Kehidupan”. Komitmen ini juga diperkuat dengan keterlibatan aktif mereka dalam gerakan sosial seperti Gerakan Indonesia Bersih.

Courtesy of JF3 Fashion Festival

Berbeda dengan NES by HDK mengangkat orisinalitas melalui budaya, Sofie mengangkat hal tersebut melalui sebuah pesan sarat kritik sosial berupa pemberontakan terhadap dunia yang semakin dikendalikan oleh kecerdasan buatan dan sistem digital melalui koleksi bertajuk “ALGORIREBEL”. Menjadi manifestasi dari protes kreatif terhadap homogenisasi identitas dan pencurian hak cipta visual yang kini terjadi dalam lanskap digital, koleksi ini menampilkan 30 tampilan unik yang merangkai streetwear dengan wastra tradisional melalui siluet longgar dan  cutting eksperimental.

Pesan perlawanan tampak pada motif saling tabrak yang tercipta melalui potongan asimetris dan teknik pecah pola. Motif tersebut berperan sebagai simbol visual perlawanan terhadap keteraturan sistemik yang membelenggu kreativitas. Dengan memadukan wastra Indonesia dengan gaya streetwear melalui busana seperti jaket, outerwear, celana loose fit, celana cargo, dan kemeja oversized, koleksi ini menjadi simbol perlawanan terhadap invasi sistem digital, menegaskan pentingnya ruang ekspresi yang otentik serta melindungi seni, tradisi, dan kreativitas manusia.

Courtesy of JF3 Fashion Festival

Pesan sustainability dan orisinalitas ditegaskan di fashion show karya Brilianto yang bertajuk “Mahakirti” pada puncak acara. Memiliki makna “karya yang agung” dan juga memiliki dampak yang signifikan, Melalui 40 looks yang terdiri dari ready-to-wear, womenswear dan menswear, menjadi simbol penghormatan terhadap warisan spiritual dan estetika melalui siluet yang kokoh, detail ukiran yang tercermin dalam motif, serta pemilihan material yang sarat makna.

Aspek sustainability terlihat dari patchwork yang terinspirasi dari tumpukan batu pada candi, dengan konsep ramah lingkungan melalui pemanfaatan limbah kain perca yang terlihat pada unsur budaya tradisional dan modernitas dalam satuan konsep glam streetwear. Melalui siluet yang kokoh, detail ukiran yang tercermin dalam motif, serta pemilihan material yang sarat makna, Brilianto menyulam ulang kisah-kisah mitologi dan kehidupan sehari-hari yang bukan hanya indah secara visual, tetapi juga mendalam secara nilai dan menghadirkan makna sejati dari sustainability itu sendiri melalui sebuah refleksi agung tentang masa lalu yang dihidupkan kembali untuk masa kini (preserving).

Courtesy of JF3 Fashion Festival 

Melalui fashion show yang dipersembahkan oleh NES by HDK, Sofie dan Brilianto, tampak masa depan fashion terletak pada perpaduan harmonis antara sustainabilitas, orisinalitas, dan pelestarian budaya. Hal ini mencerminkan sebuah pergeseran paradigma di mana setiap garmen tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menceritakan kisah yang jujur dan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan warisan budaya yang tak ternilai.

You May Also Like

More From Author