Beyoncé akan kembali meramaikan dunia musik dengan album terbarunya, “Cowboy Carter”. Berbeda dengan album-album terdahulunya, kali ini Sang Diva R&b/Soul ini menyuguhkan musik country yang lekat dengan tempat kelahirannya, Texas, yang dijuluki sebagai pusat rodeo dan cowboy di Amerika Serikat.
Album yang dirilis di bawah label Parkwood Entertainment dan Columbia Records ini menampilkan hits single seperti “Texas Hold’Em” dan “16 Carriages”. “Cowboy Carter” sendiri merupakan bagian kedua atau “act ii” dari proyek album trilogi Beyoncé yang bertajuk “Three-Act Project”.

Di foto sampul album karya fotografer asal Texas, Blair Cladwell, Beyoncé yang mengenakan kostum cowgirl berwarna merah, putih dan biru tampak menunggangi kuda putih sambil memegang bendera Amerika Serikat di tangannya. Foto tersebut merupakan simbolisasi dari penunggang rodeo wanita atau disebut “Rodeo Queen” dan sosok cowboy yang dianggap sebagai sebuah simbol patriotisme dan nasionalisme.
“Cowboy Carter” juga menjadi pengingat potongan sejarah Amerika Serikat di mana kaum kulit hitam banyak berperan penting di dalam pengembangan rodeo dan musik country yang biasa dikaitkan dengan masyarakat berkulit putih. Album ini juga menjadi pembuktian Beyoncé terhadap kritik pedas yang didapatnya dari komunitas musik ketika merilis lagu bernuansa country berjudul “Daddy Lessons” di tahun 2016.

Melalui album terbarunya, Beyoncé juga menunjukkan rasa hormat dan kecintaanya terhadap dunia rodeo dan musik country yang lekat dengan kenangan masa kecilnya. “Cowboy Carter” akan dirilis pada 29 Maret mendatang dan diprediksi akan segera merajai sejumlah tangga lagu internasional.
