Mengunjungi Dunia Alan Walker di “WalkerWorld Asia Tour 2024 Jakarta”

4 min read

Mendengar nama Alan Walker rasanya tidak asing bagi masyarakat Indonesia, termasuk di kalangan yang tidak akrab dengan musik elektronik bergenre trap/electropop yang dibawakan sang DJ asal Norwegia tersebut. Sejak meraih popularitas pertamanya di belantika musik dengan single “Faded” pada tahun 2015 silam, musik Walker selalu menjadi playlist wajib yang hadir di berbagai acara media elektronik maupun sejumlah streaming platform musik digital.

Sembilan tahun berlalu dan Alan Walker telah menjadi DJ dengan pengikut sosial media lebih dari 115 juta followers, 12 miliar penonton YouTube, lebih dari 50 miliar untaian audio dan video, serta mengumpulkan lebih dari 1,8 miliar streaming Spotify. Bahkan, di tengah era di mana era jaya musik elektronik sudah pudar, DJ berusia 26 tahun itu terus memperluas eksistensi musik dan dirinya di berbagai bidang dan mengingatkan publik mengapa musik elektronik modern dapat bertahan dalam jangka waktu lama sejak kemunculannya di era 2010 akhir.

Courtesy of Prestige Promotions

Salah satu pembuktian kepiawaian Walker adalah melalui “WalkerWorld Asia Tour 2024 Jakarta” yang digelar pada 8 Juni lalu di PHANTOM, PIK 2. Meski banyak DJ yang memakai gimmick penampilan seperti dirinya, Alan Walker bukanlah sekadar musisi berpenampilan khas dengan hoodie dan maskernya. Pembukaan penampilan sang DJ pada pukul 22.00 WIB menjadi salah satu show act yang akan dikenang oleh The Societies. VT di layar yang menunjukan dunia digital 3D membawa Anda ke dunia Alan Walker yang kerap disebut “WalkerWorld” dengan dialog dan stage visual dan dialog interaktif yang bertanya apakah kita siap menjelajahi dunia tersebut.

Jika Anda ingat, beberapa video klip Alan Walker seperti “All Fals Down”, “Darkside” atau “Sing Me To Sleep” memperlihatkan dunia Alan Walker yang memperlihatkan ‘The Walkers’ – sebuah kelompok yang bertugas melindungi dunia dari badai matahari, lanskap khas post-apocalyptic serta beragam teknologi canggih. Hal inilah yang kita jumpai sepanjang pertunjukan berdurasi 2 jam dari Walker. Perpaduan visual khas Walker World, permainan laser dan tata panggung yang menarik serta penampilan interaktif Walker membuat “WalkerWorld Asia Tour 2024 Jakarta” menjadi pembuktian mengapa sang DJ dianggap menjadi salah satu ikon dari perkembangan musik elektronik modern.

Courtesy of Prestige Promotions

Tanpa interaksi berlebihan keseluruh area panggung, Walker berhasil menghadirkan suasana hangat tanpa deretan sanjungan kepada penonton maupun adlibs. Kedekatannya dengan Indonesia di luar panggung membuat dirinya memiliki tempat spesial di hati penggemarnya ditanah air. Hal ini terlihat dari kepedulian Walker terhadap dunia musik dan entertainment Indonesia melalui beragam kolaborasinya seperti lagu “Who I Am” dengan Putri Ariani atau “In Your Eyes” dengan Nagita Slavina dan Raffi Ahmad dan sempat berkolaborasi dengan deretan peserta ajang pencarian bakat ternama tanah air. Bahkan, Ia menempuh perjalanan New York – Medan untuk mengunjungi sekolah SMA Al Azhar Medan dan mengajak seorang guru bernama Tri Adinata dan murid-muridnya hadir di panggung pada Sabtu lalu. Hal ini merupakan komitmen dirinya mendorong bakat muda di Indonesia.

Komitmen Alan Walker untuk menampilkan beragam bakat baru di dunia musik tidak hanya dilakukan di tanah air. Dalam rangkaian pertunjukan “WalkerWorld Asia Tour 2024”, Ia mengajak bintang musik asal negaranya, Sofiloud dan penyanyi asal Finlandia, Robin Packalen dan DJ asal Inggris, Vikkstar untuk berbagi panggung dengannya. Hal ini telah dilakukan sang musisi dengan menampilkan deretan musisi muda berbakat seperti Sabrina Carpenter dan Noah Cyrus di berbagai single populernya.

Courtesy of Prestige Promotions

Menyaksikan “WalkerWorld Asia Tour 2024 Jakarta” terasa spesial meski ini bukanlah pertunjukan dan kehadiran pertama Alan Walker di Indonesia. Dihadiri oleh ribuan penonton, Ia berhasil menyuguhkan momen inovatif yang telah menyoroti bakat dan potensi musisi muda dunia musik, baik di Indonesia maupun mancanegara.

Perjalanan kami menyelami dunia Alan Walker atau ‘Walker World‘ terasa istimewa karena dapat melihat siapa Alan Walker sesungguhnya di dalam dunia virtual dan dunia nyata. Lagu pertama yang membuatnya populer, “Faded” yang dinyanyikan di akhir pertunjukan juga menjadi bukti pengingat betapa visionernya seorang Alan Walker dalam menciptakan musik dan tema yang akan terus dinikmati generasi-generasi berikutnya serta mengapa sang DJ masih populer dan digemari sampai saat ini.

You May Also Like

More From Author