Terletak di pusat dinamika Jakarta, TAMU secara resmi memperkenalkan rangkaian program Ramadan yang berfokus pada kehangatan koneksi antarmanusia. Melalui filosofi “Tatap Muka”, restoran ini berupaya mengembalikan makna bersantap sebagai media untuk berbagi cerita dan mempererat hubungan, sebuah semangat yang sangat relevan dengan momen Bulan Suci.
Memposisikan dirinya melalui identitas “Nostalgia Tapi Dinamis”, TAMU menggabungkan arsitektur serta cita rasa Nusantara yang kental dengan teknik masak presisi dan sentuhan modern. Hasil kolaborasi antara Chef Owner, Andreas Alnico dan Corporate Chef, Arief Rachman ini menghasilkan hidangan yang terasa akrab di lidah namun tetap memiliki presentasi yang kontemporer.

Salah satu bintang utama dalam menu Ramadan tahun ini adalah “Tim Ikan Sambal Ijo”. Terinspirasi dari kekayaan kuliner Minang, hidangan ini menggunakan ikan barramundi segar yang dikukus tanpa santan, menawarkan pilihan berbuka yang lebih ringan namun tetap kaya rempah. Selain itu, hadir pula “Krecek Urat Sapi”, sebuah hidangan yang memadukan tekstur kenyal dari urat dan sengkel sapi dengan kacang tolo dalam bumbu sambal goreng yang autentik.

Untuk memfasilitasi momen kebersamaan, TAMU menyediakan dua pilihan paket makan tengah yang lengkap yang terdiri dari “Paket Ramadan A” (“Tahu Jeletot” dan “Pangsit Ayam”, “Karedok”, “Sop Iga Sapi”, “Tim Ikan Sambal Ijo”, serta “Ayam Goreng TAMU)” dan “Paket Ramadan B” (Memiliki rangkaian menu serupa, namun menghadirkan “Krecek Urat Sapi” sebagai salah satu hidangan utama yang melengkapi pengalaman kuliner tradisional) Kedua paket ini ditutup dengan hidangan pencuci mulut klasik, “Kue Putu Mayang” yang disajikan dengan potongan buah nangka dan saus kinca yang manis.
Melengkapi pengalaman berbuka, TAMU juga meluncurkan tiga minuman spesial berupa “Es Selendang Mayang”, “Es Marem” dan “Es Buko”. “Di TAMU, kami percaya bahwa makanan adalah media terbaik untuk bercerita. Melalui menu Ramadan ini, kami ingin setiap tamu yang datang merasakan kehangatan rumah dan kenyamanan dalam setiap interaksi bersama orang-orang terkasih,” ujar Hartono Moe, Co-Founder TAMU.
