“Seribu Akal Si Gede Boong” : Kado HUT Jakarta ke-497 Persembahan Sinar Norray dan Mandra

3 min read

Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta ke-497, Galeri Indonesia Kaya tampil beda. Alih-alih gemerlap pesta dansa atau jamuan formal, mereka justru mengajak para pencinta seni untuk merayakannya dengan cara yang lebih membumi: menikmati kekayaan budaya Betawi.

Pada Sabtu (22/6) lalu, Galeri Indonesia Kaya menggelar pertunjukan bertajuk “Seribu Akal Si Gede Boong”. Pementasan lenong Betawi ini tak hanya menghadirkan hiburan ringan, tetapi juga menjadi medium untuk mengenalkan kembali khazanah budaya Betawi kepada masyarakat luas.

Courtesy of Indonesia Kaya

Lenong Betawi, bagi masyarakat Betawi sejati, tentu bukanlah hal yang asing. Kesenian tradisional ini memadukan unsur drama, lawak jenaka, musik, dan tari khas Betawi. Alunan gambang kromong yang mengalun rancak, para penari yang lincah dengan balutan busana Betawi yang penuh warna, serta lawakan jenaka para pemain lenong, senantiasa berhasil memikat penonton lintas generasi.

“Seribu Akal Si Gede Boong” sendiri dibawakan oleh grup legendaris Sinar Norray. Lebih dari sekadar grup lenong biasa, Sinar Norray memiliki arti khusus. Grup ini didirikan oleh almarhumah Mpok Nori, seniman Betawi yang begitu dicintai. Kini, estafet kepemimpinan Sinar Norray diteruskan oleh Mpok Engkar Karmilasari, putri bungsu Mpok Nori. Dedikasi keluarga Mpok Nori dalam menjaga kelestarian budaya Betawi melalui Sinar Norray patut diacungi jempol.

Courtesy of Indonesia Kaya

Menambah semarak perayaan HUT Jakarta, aktor kawakan Betawi, Mandra, turut ambil bagian dalam pertunjukan “Seribu Akal Si Gede Boong”. Mandra yang dikenal luas lewat perannya dalam sinetron “Si Doel Anak Sekolahan” berperan sebagai tokoh sentral, yaitu Si Gede Boong. Dengan gaya khasnya yang kocak dan lugas, Mandra berhasil menghidupkan karakter Si Gede Boong, sang anak Betawi yang cerdik dan jenaka.

Lawakan Mandra yang menggelitik pun berpadu apik dengan para pemain Sinar Norray, menghadirkan gelak tawa meriah di seluruh auditorium. Pertunjukan “Seribu Akal Si Gede Boong” berkisah tentang petualangan Si Gede Boong. Lewat balutan humor khas Betawi, para pemain lenong menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai luhur kehidupan masyarakat Betawi. Para penonton diajak untuk belajar tentang kecerdasan, kejujuran, dan kearifan lokal yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Betawi.

Courtesy of Indonesia Kaya

Tak hanya alur cerita yang menarik, pementasan ini juga memanjakan indra visual dan pendengaran para penonton. Alunan musik gambang kromong yang khas serta gerakan tari Betawi yang memikat turut dihadirkan. Para penari dengan lincahnya membawakan tari Yapong yang energik dan tari Tandak yang gemulai, merepresentasikan kehidupan sehari-hari masyarakat Betawi.

Lebih dari sekadar hiburan, “Seribu Akal Si Gede Boong” menjadi sebuah persembahan budaya Betawi yang utuh. Bagi para penikmat seni yang ingin menggali lebih dalam tentang budaya Betawi, Galeri Indonesia Kaya adalah tempat yang tepat. Selain pertunjukan lenong, Galeri Indonesia Kaya kerap menghadirkan program lain yang berbau Betawi, seperti pameran batik Betawi, workshop tari Betawi, dan sebagainya.

 

You May Also Like

More From Author